Panduan Lengkap Merek DJKI Kelas 21 untuk Produk Kitchenware, Peralatan Dapur, dan Peralatan Rumah Tangga – Produk kitchenware dan peralatan rumah tangga menjadi salah satu sektor yang terus berkembang di Indonesia. Meningkatnya tren memasak di rumah, berkembangnya bisnis kuliner, serta pesatnya penjualan melalui marketplace membuat permintaan terhadap berbagai produk seperti panci, wajan, piring, gelas, mangkuk, termos, botol minum, kotak makan, hingga perlengkapan dapur semakin tinggi. Kondisi ini juga memunculkan banyak merek baru yang bersaing di pasar.
Di tengah persaingan tersebut, merek bukan lagi sekadar nama yang ditempel pada kemasan produk. Merek merupakan identitas bisnis yang membedakan produk Anda dengan produk milik kompetitor. Konsumen sering kali membeli suatu produk bukan hanya karena kualitasnya, tetapi juga karena mereka mengenal dan mempercayai mereknya.
Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang fokus pada produksi dan pemasaran, tetapi belum memberikan perhatian terhadap perlindungan hukum atas mereknya. Padahal, tanpa didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), nama brand yang telah dibangun selama bertahun-tahun dapat berisiko digunakan atau bahkan didaftarkan lebih dahulu oleh pihak lain.
Melalui panduan ini, Anda akan mempelajari secara lengkap mengenai Merek DJKI Kelas 21, mulai dari pengertian, produk yang termasuk di dalamnya, manfaat pendaftaran, hingga proses pengurusannya. Dengan memahami informasi ini, Anda dapat menentukan langkah yang tepat untuk melindungi aset bisnis sejak dini.
Apa Itu Merek DJKI Kelas 21?
Merek adalah tanda yang digunakan untuk membedakan barang atau jasa yang diproduksi oleh seseorang atau badan usaha dengan produk milik pihak lain. Tanda tersebut dapat berupa nama, logo, huruf, angka, susunan warna, gambar, maupun kombinasi dari berbagai unsur tersebut.
Dalam proses pendaftaran merek di Indonesia, DJKI menggunakan Klasifikasi Nice (Nice Classification) sebagai dasar pengelompokan barang dan jasa. Sistem ini membagi seluruh jenis barang dan jasa ke dalam beberapa kelas sehingga setiap permohonan merek memperoleh ruang lingkup perlindungan yang jelas.
Salah satu kelas yang paling banyak digunakan oleh pelaku usaha di bidang perlengkapan rumah tangga adalah Merek Kelas 21.
Kelas ini diperuntukkan bagi berbagai jenis produk rumah tangga yang umumnya digunakan dalam aktivitas memasak, menyajikan makanan, menyimpan makanan, maupun kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Dengan mendaftarkan merek pada kelas yang sesuai, pemilik usaha memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan merek tersebut pada produk yang telah didaftarkan.
Produk Apa Saja yang Masuk Merek Kelas 21?
Pertanyaan yang paling sering muncul dari pelaku usaha adalah “Apakah produk saya termasuk Merek Kelas 21?”
Secara umum, Kelas 21 mencakup berbagai produk non-elektronik yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dapur.
Beberapa kelompok produk yang termasuk dalam kelas ini antara lain:
Peralatan Memasak
Kelompok ini mencakup berbagai alat yang digunakan selama proses memasak.
Contohnya:
- Panci.
- Wajan.
- Panci kukus.
- Dandang.
- Ketel air non-listrik.
- Penggorengan.
- Panci presto.
Bagi produsen maupun importir produk-produk tersebut, pendaftaran merek umumnya dilakukan pada Kelas 21.
Peralatan Makan
Kelompok berikutnya adalah berbagai perlengkapan makan yang digunakan setiap hari.
Misalnya:
- Piring.
- Mangkuk.
- Sendok.
- Garpu.
- Pisau makan non-listrik.
- Sumpit.
- Nampan.
Produk-produk ini banyak dipasarkan oleh brand kitchenware lokal maupun internasional.

Peralatan Minum
Produk untuk kebutuhan minum juga termasuk ruang lingkup Kelas 21.
Contohnya:
- Gelas.
- Mug.
- Cangkir.
- Botol minum.
- Termos.
- Pitcher.
- Teko.
Saat ini kategori botol minum dan tumbler bahkan menjadi salah satu segmen yang berkembang sangat pesat.
Wadah Penyimpanan
Berbagai wadah penyimpanan makanan juga termasuk ke dalam Kelas 21.
Misalnya:
- Kotak makan.
- Stoples.
- Toples kaca.
- Tempat bumbu.
- Wadah makanan.
- Tempat gula.
- Kontainer makanan.
Produk seperti ini banyak dijual melalui marketplace dengan merek masing-masing sehingga perlindungan merek menjadi sangat penting.
Peralatan Dapur
Kelompok ini mencakup perlengkapan pendukung aktivitas memasak.
Contohnya:
- Talenan.
- Baskom.
- Ember rumah tangga.
- Cobek.
- Ulekan.
- Saringan makanan.
- Parutan.
Walaupun terlihat sederhana, produk-produk tersebut memiliki nilai bisnis yang besar apabila dipasarkan menggunakan merek sendiri.
Peralatan Rumah Tangga
Selain perlengkapan dapur, terdapat pula berbagai produk rumah tangga lain yang masuk Kelas 21.
Contohnya:
- Tempat sabun.
- Tempat sikat gigi.
- Spons.
- Sikat pembersih.
- Kemoceng.
- Tempat sampah rumah tangga.
Kelompok ini banyak dipasarkan oleh perusahaan home living maupun produsen perlengkapan rumah tangga.
Produk Apa yang Tidak Termasuk Merek Kelas 21?
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan pelaku usaha adalah menganggap seluruh produk rumah tangga otomatis masuk Kelas 21.
Padahal kenyataannya tidak demikian.
Beberapa produk justru berada pada kelas lain.
Sebagai contoh:
Merek Kelas 11
Meliputi berbagai produk elektronik maupun peralatan pemanas dan pendingin, seperti:
- Kompor gas.
- Rice cooker.
- Microwave.
- Oven listrik.
- Dispenser.
- Water heater.
- AC.
- Kulkas.
- Lampu.
- Exhaust fan.
Walaupun digunakan di dapur, produk-produk tersebut tidak termasuk Kelas 21.
Merek Kelas 20
Berisi berbagai produk furniture.
Misalnya:
- Meja.
- Kursi.
- Lemari.
- Rak.
- Tempat tidur.
- Sofa.
- Kabinet dapur.
Apabila Anda memproduksi furniture rumah tangga, maka kelas yang digunakan berbeda.
Merek Kelas 24
Kelas ini meliputi produk tekstil rumah tangga.
Contohnya:
- Handuk.
- Lap dapur.
- Taplak meja.
- Sarung bantal.
- Seprai.
- Tirai.
Walaupun digunakan di rumah, produk tersebut bukan termasuk Kelas 21.
Pentingnya Menentukan Kelas dengan Tepat
Kesalahan dalam menentukan kelas dapat mengakibatkan perlindungan merek tidak sesuai dengan produk yang dipasarkan.
Sebagai contoh, apabila Anda menjual botol minum tetapi justru mendaftarkan merek pada kelas furniture, maka perlindungan yang diperoleh tidak mencakup produk utama yang dipasarkan.
Oleh karena itu, identifikasi produk secara benar sebelum mengajukan permohonan merupakan langkah yang sangat penting.
Mengapa Produk Kitchenware dan Peralatan Rumah Tangga Perlu Daftar Merek?
Sebagian pelaku usaha masih menganggap bahwa kualitas produk sudah cukup untuk memenangkan persaingan pasar.
Padahal dalam praktiknya, brand sering menjadi alasan utama konsumen memilih suatu produk.
Merek yang kuat memberikan banyak manfaat bagi perkembangan bisnis.
Memberikan Hak Eksklusif
Pendaftaran merek memberikan hak eksklusif kepada pemilik untuk menggunakan merek tersebut pada produk yang telah didaftarkan.
Hak ini memberikan kepastian hukum sehingga identitas bisnis menjadi lebih terlindungi.
Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
Brand yang terdaftar menunjukkan bahwa pelaku usaha serius membangun bisnisnya.
Konsumen cenderung lebih percaya terhadap produk yang memiliki identitas merek yang jelas dibandingkan produk tanpa brand.
Menjadi Aset Perusahaan
Seiring berkembangnya bisnis, nilai merek juga akan meningkat.
Tidak sedikit perusahaan yang memiliki nilai merek jauh lebih tinggi dibandingkan nilai aset fisiknya.
Karena itu, perlindungan merek merupakan investasi jangka panjang.
Mengurangi Risiko Sengketa
Tanpa pendaftaran merek, terdapat kemungkinan muncul pihak lain yang menggunakan nama serupa.
Hal tersebut dapat menimbulkan konflik yang merugikan kedua belah pihak.
Dengan mendaftarkan merek lebih awal, pelaku usaha memiliki dasar hukum yang lebih kuat atas penggunaan nama tersebut.
Mendukung Ekspansi Bisnis
Apabila suatu saat perusahaan ingin:
- membuka cabang,
- menunjuk distributor,
- menjalin kerja sama,
- melakukan ekspor,
- membuka sistem kemitraan,
maka merek yang telah terdaftar menjadi salah satu aset penting yang mendukung proses pengembangan bisnis.
Siapa yang Sebaiknya Mendaftarkan Merek Kelas 21?
Masih banyak pelaku usaha yang beranggapan bahwa pendaftaran merek hanya diperlukan oleh perusahaan besar. Padahal, perlindungan merek justru penting dimiliki sejak bisnis masih berkembang agar identitas usaha terlindungi sejak awal.
Berikut beberapa jenis pelaku usaha yang sangat disarankan mendaftarkan Merek Kelas 21.
Produsen Kitchenware
Perusahaan yang memproduksi panci, wajan, piring, gelas, mangkuk, termos, maupun perlengkapan dapur dengan merek sendiri sebaiknya segera mendaftarkan mereknya.
Dengan demikian, nama brand yang dibangun tidak mudah digunakan oleh pihak lain.
UMKM Peralatan Rumah Tangga
Usaha kecil dan menengah saat ini banyak memasarkan produk melalui marketplace maupun media sosial.
Walaupun skala usaha masih kecil, perlindungan merek tetap penting karena sistem pendaftaran di Indonesia tidak membedakan antara usaha kecil maupun perusahaan besar.
Importir Produk Kitchenware
Importir yang menjual produk dengan merek milik sendiri juga perlu memperoleh perlindungan hukum melalui pendaftaran merek.
Hal ini membantu menjaga identitas produk di pasar Indonesia.
Distributor dengan Private Label
Saat ini banyak distributor yang menjual produk OEM menggunakan merek sendiri.
Walaupun bukan produsen, pemilik private label tetap perlu mendaftarkan mereknya agar memperoleh hak eksklusif atas brand tersebut.
Penjual Marketplace
Penjual di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, maupun marketplace lainnya juga sebaiknya mendaftarkan merek apabila menggunakan nama brand sendiri.
Hal ini membantu meningkatkan profesionalisme sekaligus melindungi identitas bisnis.
Perusahaan Home Living
Brand yang menjual berbagai perlengkapan rumah tangga seperti wadah makanan, alat makan, alat minum, hingga perlengkapan dapur juga termasuk kategori yang perlu mendaftarkan mereknya.
Cara Menentukan Kelas Merek yang Tepat
Salah satu penyebab permohonan merek mengalami kendala adalah kesalahan dalam menentukan kelas.
Walaupun terdengar sederhana, pemilihan kelas memerlukan ketelitian karena setiap produk memiliki klasifikasi masing-masing.
Beberapa langkah berikut dapat membantu menentukan kelas yang tepat.
Identifikasi Produk Utama
Tuliskan seluruh produk yang benar-benar dipasarkan.
Misalnya:
- Panci.
- Wajan.
- Gelas.
- Mug.
- Botol minum.
- Kotak makan.
Daftar produk inilah yang nantinya dicantumkan dalam permohonan merek.
Pelajari Klasifikasi Nice
DJKI menggunakan Klasifikasi Nice sebagai acuan.
Melalui klasifikasi tersebut, setiap produk memiliki kelompok masing-masing sehingga ruang lingkup perlindungan menjadi lebih jelas.
Hindari Memilih Kelas Berdasarkan Dugaan
Banyak pelaku usaha memilih kelas hanya berdasarkan asumsi.
Misalnya menganggap semua produk rumah tangga pasti berada pada Kelas 21.
Padahal beberapa produk justru berada pada kelas lain.
Karena itu, penentuan kelas sebaiknya dilakukan secara teliti.
Konsultasikan Sebelum Mengajukan Permohonan
Apabila memiliki berbagai jenis produk yang berada pada kelas berbeda, konsultasi dengan konsultan HKI dapat membantu menentukan strategi pendaftaran yang paling sesuai.
Persyaratan Daftar Merek Kelas 21 di DJKI
Sebelum mengajukan permohonan, pastikan seluruh dokumen telah dipersiapkan.
Secara umum, dokumen yang diperlukan meliputi:
- Identitas pemohon.
- Nama merek yang akan didaftarkan.
- Logo merek (apabila ada).
- Daftar produk yang akan dilindungi.
- Surat kuasa apabila menggunakan konsultan HKI.
Selain dokumen tersebut, pemohon juga perlu memastikan bahwa merek yang diajukan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Cara Daftar Merek Kelas 21 Agar Tidak Ditolak
Walaupun keputusan akhir berada di tangan DJKI, terdapat beberapa langkah yang dapat membantu meningkatkan peluang diterimanya permohonan.
1. Gunakan Nama yang Memiliki Daya Pembeda
Pilih nama yang unik dan tidak sekadar menjelaskan jenis produknya.
Sebagai contoh, nama seperti “Kitchenware Indonesia” atau “Panci Berkualitas” cenderung memiliki daya pembeda yang rendah dibandingkan nama yang benar-benar khas.
2. Lakukan Penelusuran Merek
Sebelum mengajukan permohonan, lakukan pengecekan terhadap merek yang telah terdaftar.
Langkah ini membantu mengetahui apakah terdapat merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya.
Dengan demikian, risiko penolakan dapat dikurangi.
3. Tentukan Kelas yang Tepat
Pastikan seluruh produk didaftarkan pada kelas yang sesuai.
Apabila satu merek digunakan untuk beberapa kelompok produk pada kelas berbeda, pertimbangkan melakukan pendaftaran pada lebih dari satu kelas.
4. Susun Daftar Produk Secara Tepat
Daftar produk harus menggambarkan barang yang benar-benar dipasarkan.
Jangan memasukkan produk yang tidak relevan karena dapat memperluas ruang lingkup secara tidak perlu.
5. Lengkapi Seluruh Dokumen
Dokumen yang lengkap akan membantu proses administrasi berjalan lebih lancar.
Periksa kembali seluruh data sebelum permohonan diajukan.
6. Ajukan Permohonan Sesegera Mungkin
Indonesia menerapkan prinsip first to file, sehingga pihak yang lebih dahulu mengajukan permohonan berpeluang memperoleh hak atas merek tersebut apabila memenuhi persyaratan.
Karena itu, jangan menunda pendaftaran apabila nama merek sudah ditetapkan.
Berapa Biaya Daftar Merek Kelas 21?
Dalam proses pendaftaran merek terdapat biaya resmi yang dibayarkan kepada pemerintah sesuai ketentuan DJKI.
Secara umum, biaya resmi meliputi:
- Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum.
- Rp500.000 per kelas bagi pelaku UMK yang memenuhi persyaratan.
Apabila menggunakan jasa konsultan HKI, akan terdapat biaya jasa yang terpisah dari biaya resmi pemerintah.
Biaya jasa tersebut umumnya mencakup layanan konsultasi, penelusuran merek, penyusunan dokumen, pengajuan permohonan, hingga monitoring proses.
Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek Kelas 21?
Banyak pemilik usaha ingin mengetahui kapan sertifikat merek dapat diterbitkan.
Apabila seluruh persyaratan telah lengkap dan tidak terdapat kendala selama pemeriksaan, proses pendaftaran umumnya memerlukan waktu sekitar 6 bulan hingga sertifikat diterbitkan.
Selama proses tersebut, permohonan akan melalui beberapa tahapan.
Penelusuran Merek
Tahap awal dilakukan sebelum pengajuan untuk mengetahui potensi persamaan dengan merek lain.
Pengajuan Permohonan
Permohonan diajukan melalui sistem resmi DJKI.
Apabila dokumen telah lengkap, pemohon akan memperoleh Bukti Permohonan Pendaftaran Merek.
Pemeriksaan Administrasi
DJKI memeriksa kelengkapan dokumen dan persyaratan administratif.
Masa Pengumuman
Permohonan diumumkan agar pihak lain dapat mengajukan keberatan apabila terdapat alasan yang sesuai dengan ketentuan hukum.
Pemeriksaan Substantif
Pada tahap ini DJKI melakukan pemeriksaan terhadap substansi merek, termasuk persamaan dengan merek lain dan kelayakan merek untuk didaftarkan.
Sertifikat Merek
Apabila seluruh tahapan dilalui dengan baik, DJKI akan menerbitkan sertifikat merek sebagai bukti hak eksklusif atas merek tersebut.
Kesalahan yang Sering Menyebabkan Permohonan Ditolak
Beberapa kesalahan berikut cukup sering terjadi.
- Tidak melakukan penelusuran merek.
- Memilih nama yang terlalu umum.
- Menggunakan nama yang menyerupai merek terkenal.
- Salah menentukan kelas.
- Daftar produk kurang tepat.
- Dokumen tidak lengkap.
- Menunda pendaftaran hingga nama merek digunakan pihak lain.
Sebagian besar kendala tersebut sebenarnya dapat diminimalkan apabila proses dipersiapkan dengan baik sejak awal.
Keuntungan Menggunakan Jasa Pengurusan Merek Kelas 21
Mendaftarkan merek sebenarnya dapat dilakukan sendiri melalui sistem DJKI. Namun, dalam praktiknya banyak pelaku usaha mengalami kendala karena belum memahami prosedur pendaftaran, klasifikasi merek, maupun proses pemeriksaan. Kesalahan kecil, seperti memilih kelas yang tidak sesuai atau menyusun daftar produk secara kurang tepat, dapat menyebabkan proses menjadi lebih lama.
Oleh karena itu, banyak pelaku usaha memilih menggunakan jasa konsultan HKI agar proses berjalan lebih efisien.
Berikut beberapa keuntungan yang dapat diperoleh.
Membantu Menentukan Kelas Merek yang Tepat
Salah satu tahap paling penting dalam pendaftaran merek adalah menentukan kelas sesuai dengan produk yang dipasarkan.
Kesalahan dalam memilih kelas dapat mengakibatkan perlindungan hukum tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Dengan bantuan konsultan HKI, proses identifikasi kelas dapat dilakukan secara lebih akurat.
Membantu Melakukan Penelusuran Merek
Penelusuran merek sebelum pengajuan sangat penting untuk mengetahui apakah terdapat merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya.
Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko penolakan pada saat pemeriksaan substantif.
Membantu Menyusun Daftar Produk
Ruang lingkup perlindungan merek ditentukan oleh daftar produk yang dicantumkan dalam permohonan.
Konsultan HKI akan membantu menyusun daftar produk agar sesuai dengan klasifikasi yang digunakan DJKI sehingga perlindungan menjadi lebih tepat sasaran.
Membantu Menyiapkan Dokumen
Seluruh dokumen akan diperiksa sebelum diajukan.
Hal ini membantu meminimalkan kekurangan administrasi yang dapat memperlambat proses.
Monitoring Hingga Sertifikat Terbit
Setelah permohonan diajukan, proses masih akan berlangsung melalui beberapa tahapan.
Konsultan HKI akan membantu memantau perkembangan permohonan hingga sertifikat diterbitkan.
Tips Memilih Jasa Daftar Merek HKI
Saat ini terdapat banyak penyedia jasa pengurusan merek.
Agar tidak salah memilih, berikut beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan.
Memiliki Pengalaman
Pilih konsultan yang telah berpengalaman menangani berbagai jenis permohonan merek.
Pengalaman akan membantu proses konsultasi menjadi lebih tepat.
Memberikan Penjelasan yang Transparan
Pastikan seluruh proses dijelaskan secara terbuka.
Mulai dari tahapan pendaftaran, biaya, hingga estimasi waktu penyelesaian.
Membantu Sebelum Permohonan Diajukan
Layanan yang baik tidak hanya membantu mengajukan permohonan, tetapi juga memberikan pendampingan sejak tahap konsultasi, penentuan kelas, hingga penelusuran merek.
Memberikan Monitoring Proses
Selama proses berlangsung, pemohon sebaiknya memperoleh informasi mengenai perkembangan permohonannya.
Hal ini memberikan kepastian bahwa proses terus dipantau.
Tips Agar Brand Kitchenware Semakin Kuat
Selain mendaftarkan merek, terdapat beberapa langkah yang dapat membantu meningkatkan nilai brand.
Gunakan Nama yang Mudah Diingat
Nama yang singkat, unik, dan mudah diucapkan akan lebih mudah dikenal oleh konsumen.
Gunakan Logo yang Konsisten
Logo yang konsisten membantu memperkuat identitas visual brand.
Gunakan logo yang sama pada kemasan, marketplace, media sosial, maupun media promosi lainnya.
Jaga Kualitas Produk
Brand yang kuat selalu didukung oleh kualitas produk yang baik.
Konsumen akan lebih mudah menjadi pelanggan tetap apabila kualitas produk konsisten.
Bangun Reputasi di Marketplace
Marketplace menjadi salah satu saluran penjualan terbesar bagi produk kitchenware.
Pelayanan yang baik, ulasan positif, dan pengiriman yang cepat akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek Anda.
Daftarkan Merek Sejak Awal
Semakin cepat merek didaftarkan, semakin besar peluang memperoleh perlindungan hukum sesuai prinsip first to file yang berlaku di Indonesia.
Jangan menunggu hingga bisnis berkembang besar baru mengurus perlindungan merek.
Kesimpulan
Merek DJKI Kelas 21 merupakan klasifikasi yang digunakan untuk melindungi berbagai produk kitchenware, peralatan dapur, alat makan, alat minum, serta peralatan rumah tangga.
Bagi pelaku usaha, pendaftaran merek bukan hanya memberikan perlindungan hukum, tetapi juga membantu meningkatkan nilai bisnis, memperkuat identitas brand, serta mendukung pengembangan usaha dalam jangka panjang.
Sebelum mengajukan permohonan, pastikan Anda telah:
- Menentukan nama merek yang memiliki daya pembeda.
- Memastikan produk masuk Kelas 21.
- Melakukan penelusuran merek.
- Menyusun daftar produk dengan tepat.
- Melengkapi seluruh dokumen.
- Mengajukan permohonan sesegera mungkin.
Dengan persiapan yang baik, proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar dan peluang memperoleh perlindungan merek menjadi lebih besar.
Percayakan Pendaftaran Merek Kelas 21 kepada PERMATAMAS
Mengurus pendaftaran merek memerlukan ketelitian dalam menentukan klasifikasi, menyusun daftar produk, hingga mengikuti setiap tahapan yang ditetapkan oleh DJKI. Kesalahan pada tahap awal dapat menyebabkan proses menjadi lebih lama atau ruang lingkup perlindungan tidak sesuai dengan produk yang dipasarkan.
PERMATAMAS telah berpengalaman sejak tahun 2011 membantu UMKM, importir, distributor, pemilik private label, hingga perusahaan di berbagai sektor dalam mengurus pendaftaran merek secara resmi di DJKI.
Layanan yang kami berikan meliputi:
- Konsultasi pendaftaran merek.
- Penentuan kelas merek yang sesuai.
- Penelusuran merek sebelum pengajuan.
- Penyusunan daftar produk.
- Pemeriksaan kelengkapan dokumen.
- Pengajuan resmi melalui sistem DJKI.
- Monitoring proses hingga sertifikat diterbitkan.
Apabila seluruh persyaratan telah lengkap, permohonan pendaftaran merek dapat diajukan dalam 1 hari kerja, sehingga Anda segera memperoleh Bukti Permohonan Pendaftaran Merek DJKI sebagai bukti resmi bahwa proses perlindungan merek telah dimulai.
Jangan menunggu hingga brand Anda semakin dikenal atau menghadapi sengketa dengan pihak lain. Lindungi sejak sekarang agar identitas bisnis tetap aman dan memiliki kepastian hukum.
Hubungi PERMATAMAS untuk mendapatkan konsultasi mengenai Merek DJKI Kelas 21. Tim kami siap membantu proses pendaftaran merek secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur resmi DJKI sehingga Anda dapat lebih fokus mengembangkan bisnis kitchenware, peralatan dapur, dan peralatan rumah tangga dengan tenang.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
FAQ Seputar Merek DJKI Kelas 21
1. Apa yang dimaksud dengan Merek DJKI Kelas 21?
Merek DJKI Kelas 21 adalah klasifikasi merek yang digunakan untuk melindungi berbagai produk kitchenware, peralatan dapur, alat makan, alat minum, wadah makanan, dan peralatan rumah tangga sesuai Klasifikasi Nice yang digunakan oleh DJKI.
2. Produk apa saja yang termasuk dalam Merek Kelas 21?
Produk yang termasuk antara lain panci, wajan, piring, mangkuk, gelas, mug, cangkir, sendok, garpu, sumpit, termos, botol minum, kotak makan, stoples, talenan, baskom, tempat bumbu, tempat sabun, serta berbagai perlengkapan dapur dan rumah tangga lainnya.
3. Apakah semua produk rumah tangga masuk ke Kelas 21?
Tidak. Beberapa produk rumah tangga berada pada kelas lain, misalnya furniture termasuk Kelas 20, sedangkan kompor gas, microwave, kulkas, AC, dispenser, dan lampu termasuk Kelas 11.
4. Mengapa penentuan kelas merek sangat penting?
Penentuan kelas yang tepat memastikan perlindungan hukum sesuai dengan produk yang dipasarkan, mengurangi risiko penolakan permohonan, serta mempermudah proses pemeriksaan oleh DJKI.
5. Berapa biaya resmi pendaftaran Merek Kelas 21 di DJKI?
Biaya resmi pemerintah adalah Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum dan Rp500.000 per kelas bagi pelaku UMK yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan DJKI.
6. Berapa lama proses pendaftaran Merek Kelas 21?
Apabila seluruh persyaratan telah lengkap dan tidak terdapat kendala selama pemeriksaan, proses pendaftaran umumnya memerlukan waktu sekitar 6 bulan hingga sertifikat merek diterbitkan.
7. Apakah satu merek dapat didaftarkan pada lebih dari satu kelas?
Ya. Jika satu merek digunakan untuk berbagai jenis produk yang berada pada kelas berbeda, maka merek tersebut dapat didaftarkan pada beberapa kelas agar perlindungan hukumnya lebih menyeluruh.
8. Apa manfaat mendaftarkan merek sejak awal usaha?
Mendaftarkan merek sejak awal membantu memperoleh hak eksklusif atas merek, mengurangi risiko sengketa, meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat identitas brand, serta mendukung pengembangan bisnis di masa depan.
9. Mengapa memilih PERMATAMAS untuk pengurusan Merek Kelas 21?
PERMATAMAS telah berpengalaman sejak 2011 membantu pengurusan merek DJKI, mulai dari konsultasi, penentuan kelas, penelusuran merek, penyusunan dokumen, pengajuan resmi, hingga monitoring sampai sertifikat diterbitkan.
10. Berapa lama PERMATAMAS mengajukan permohonan merek ke DJKI?
Apabila seluruh persyaratan telah lengkap, permohonan pendaftaran merek dapat diajukan dalam 1 hari kerja, sehingga pemohon segera memperoleh Bukti Permohonan Pendaftaran Merek DJKI sebagai bukti resmi bahwa proses perlindungan merek telah dimulai.
