Merek Kelas 31 Apa Saja? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Merek Kelas 31 Apa Saja? Berikut Penjelasan LengkapnyaMerek Kelas 31 apa saja? Pertanyaan ini banyak muncul dari pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, buah, sayuran, tanaman, benih, bibit, hingga pakan hewan.

Dalam pendaftaran merek, setiap produk harus ditempatkan pada kelas barang atau jasa yang sesuai. Kelas 31 merupakan salah satu kelas barang yang berkaitan dengan berbagai produk pertanian, hasil perkebunan, kehutanan, tanaman, buah dan sayuran segar, benih, serta pakan hewan tertentu.

Pemilihan kelas yang tepat sangat penting karena perlindungan merek diberikan berdasarkan barang atau jasa yang didaftarkan. Kesalahan dalam menentukan kelas dapat menyebabkan perlindungan merek tidak sesuai dengan produk yang sebenarnya dijual.

Selain itu, produk yang berasal dari bahan pertanian belum tentu semuanya masuk Kelas 31. Produk segar dan produk yang sudah melalui proses pengolahan dapat memiliki klasifikasi yang berbeda.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan pendaftaran merek melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), pemilik usaha perlu memahami Merek Kelas 31 apa saja, contoh produknya, serta batasan antara produk Kelas 31 dengan produk pada kelas lainnya.

Merek Kelas 31 Itu Apa?

Kelas 31 adalah salah satu klasifikasi barang dalam sistem pendaftaran merek yang mencakup berbagai produk pertanian, perkebunan, kehutanan, tanaman, buah dan sayuran segar, benih, serta pakan hewan tertentu sesuai klasifikasi barang yang berlaku.

Kelas ini banyak digunakan oleh pelaku usaha yang menjual produk dalam kondisi segar atau belum mengalami proses pengolahan menjadi produk makanan tertentu.

Contoh sederhananya adalah:

Buah segar → Kelas 31

Sayuran segar → Kelas 31

Tanaman hidup → Kelas 31

Benih tanaman → Kelas 31

Bibit tanaman → Kelas 31

Pakan hewan tertentu → Kelas 31

Namun, apabila produk tersebut telah diproses, diawetkan, dimasak, atau diubah menjadi produk makanan, kelas yang digunakan dapat berbeda.

Merek Kelas 31 Apa Saja?

Secara umum, beberapa kelompok produk yang dapat berkaitan dengan Kelas 31 antara lain:

  • Produk pertanian.
  • Produk perkebunan tertentu.
  • Produk kehutanan tertentu.
  • Buah segar.
  • Sayuran segar.
  • Benih tanaman.
  • Bibit tanaman.
  • Tanaman hidup.
  • Tanaman hias.
  • Bunga alami.
  • Biji-bijian tertentu.
  • Pakan hewan.
  • Makanan hewan tertentu.
  • Produk agrikultur lainnya sesuai klasifikasi.

Pemilik usaha perlu mencocokkan produk yang sebenarnya dijual dengan klasifikasi barang yang berlaku.

Jangan menentukan kelas hanya berdasarkan istilah usaha seperti “pertanian”, “agrikultur”, atau “perkebunan”.

Yang lebih penting adalah jenis barang yang menggunakan merek tersebut.

Produk Buah Segar Termasuk Merek Kelas 31

Salah satu kelompok produk yang banyak menggunakan Kelas 31 adalah buah segar.

Contohnya:

  • Mangga segar.
  • Pisang segar.
  • Jeruk segar.
  • Apel segar.
  • Alpukat segar.
  • Pepaya segar.
  • Nanas segar.
  • Semangka segar.
  • Melon segar.
  • Durian segar.
  • Rambutan segar.
  • Salak segar.
  • Buah segar lainnya.

Jika sebuah perusahaan menjual buah segar menggunakan brand sendiri, merek tersebut dapat didaftarkan sesuai klasifikasi barang yang relevan.

Misalnya, sebuah bisnis menjual buah premium dengan nama brand tertentu. Nama brand tersebut dapat menjadi identitas yang membedakan produk dari buah yang dijual oleh pelaku usaha lain.

Merek Kelas 31 Apa Saja? Berikut Penjelasan Lengkapnya
Merek Kelas 31 Apa Saja? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Sayuran Segar Termasuk Kelas 31

Selain buah, berbagai sayuran segar juga dapat berkaitan dengan Kelas 31.

Contohnya:

  • Cabai segar.
  • Tomat segar.
  • Wortel segar.
  • Kentang segar.
  • Bayam.
  • Selada.
  • Brokoli.
  • Kubis.
  • Kol.
  • Mentimun.
  • Terong.
  • Bawang segar.
  • Sayuran segar lainnya.

Pelaku usaha yang menjual sayuran dengan merek sendiri dapat mempertimbangkan pendaftaran merek sesuai klasifikasi yang tepat.

Namun, perlu dibedakan antara sayuran segar dengan sayuran yang sudah diawetkan, dimasak, dikeringkan, atau diproses menjadi makanan.

Benih Tanaman dan Bibit Termasuk Kelas 31

Kelas 31 juga dapat berkaitan dengan berbagai benih dan bibit tanaman tertentu.

Contohnya:

  • Benih sayuran.
  • Benih buah.
  • Benih tanaman pangan.
  • Benih tanaman hortikultura.
  • Bibit tanaman.
  • Bibit buah.
  • Bibit tanaman hias.
  • Bibit tanaman pertanian.

Bagi perusahaan yang menjual benih atau bibit dengan brand sendiri, pendaftaran merek dapat membantu membangun identitas produk di pasar.

Brand pada benih dan bibit juga dapat menjadi pembeda ketika konsumen memilih produk dari berbagai produsen.

Tanaman Hidup dan Tanaman Hias

Produk tanaman hidup tertentu juga dapat berkaitan dengan Kelas 31.

Contohnya:

  • Tanaman hias.
  • Tanaman hidup.
  • Tanaman untuk pembibitan.
  • Tanaman tertentu untuk pertanian.
  • Tanaman tertentu untuk perkebunan.
  • Bunga alami.

Bisnis tanaman hias yang berkembang melalui marketplace maupun media sosial juga dapat menggunakan merek sebagai identitas usaha.

Semakin dikenal sebuah brand tanaman, semakin penting pemilik usaha mempertimbangkan perlindungan mereknya.

Bunga Alami Termasuk Kelas 31

Bunga alami tertentu juga dapat berkaitan dengan Kelas 31.

Hal ini perlu dibedakan dengan produk berbahan bunga yang telah mengalami proses pengolahan atau digunakan untuk tujuan lain.

Karena itu, pemilik usaha florist, pemasok bunga, atau distributor tanaman sebaiknya menjelaskan secara spesifik barang yang akan menggunakan merek ketika menentukan klasifikasi.

Hasil Pertanian Termasuk Merek Kelas 31

Berbagai hasil pertanian dapat berkaitan dengan Kelas 31 selama sesuai dengan klasifikasi barang yang berlaku.

Contohnya dapat mencakup produk pertanian dalam kondisi tertentu seperti:

  • Hasil panen.
  • Biji-bijian tertentu.
  • Produk hortikultura segar.
  • Hasil perkebunan tertentu.
  • Produk pertanian lainnya.

Jika produk sudah mengalami proses pengolahan, pemilik usaha perlu mengevaluasi kembali kelas yang digunakan.

Produk Perkebunan Apakah Masuk Kelas 31?

Produk perkebunan tertentu dapat berkaitan dengan Kelas 31.

Namun, klasifikasi harus dilihat berdasarkan bentuk dan kondisi produk.

Sebagai contoh, hasil perkebunan yang masih berupa bahan atau produk segar dapat memiliki klasifikasi berbeda dengan produk yang sudah diolah menjadi makanan atau minuman.

Karena itu, istilah “hasil perkebunan” saja belum cukup untuk menentukan kelas.

Spesifikasi produk harus diperiksa secara lebih detail.

Pakan Hewan Termasuk Kelas 31

Kelompok produk lainnya yang dapat berkaitan dengan Kelas 31 adalah pakan dan makanan hewan tertentu.

Contohnya:

  • Pakan ternak.
  • Pakan unggas.
  • Pakan ikan tertentu.
  • Makanan hewan tertentu.
  • Produk pakan lainnya sesuai klasifikasi.

Pelaku usaha yang memproduksi atau menjual pakan dengan merek sendiri dapat mempertimbangkan pendaftaran merek pada kelas yang sesuai.

Perbedaan Kelas 31 dengan Produk Makanan Olahan

Ini merupakan hal yang sangat penting bagi pemilik usaha pertanian.

Tidak semua produk yang berasal dari buah, sayur, atau hasil pertanian tetap berada di Kelas 31 setelah diproses.

Contohnya:

Buah segar → dapat berkaitan dengan Kelas 31.

Buah yang diolah menjadi selai → dapat masuk klasifikasi berbeda.

Sayuran segar → dapat berkaitan dengan Kelas 31.

Sayuran yang telah diawetkan atau diolah → dapat masuk klasifikasi berbeda.

Hasil pertanian yang dijual sebagai bahan segar → dapat berkaitan dengan Kelas 31.

Hasil pertanian yang diolah menjadi makanan atau minuman → perlu dianalisis berdasarkan produk akhirnya.

Karena itu, pemilik usaha yang menjual produk pertanian sekaligus makanan olahan mungkin membutuhkan lebih dari satu kelas untuk mendapatkan perlindungan yang sesuai dengan lini produknya.

Apakah Buah Kemasan Masuk Kelas 31?

Kemasan tidak selalu menentukan kelas merek.

Hal yang lebih penting adalah kondisi dan karakteristik produknya.

Buah segar yang dimasukkan ke dalam kemasan untuk tujuan distribusi atau penjualan tetap perlu dilihat berdasarkan jenis barangnya.

Namun, apabila buah telah mengalami proses pengolahan, pengawetan, atau perubahan menjadi produk makanan tertentu, klasifikasinya dapat berbeda.

Jadi, jangan langsung menganggap semua buah dalam kemasan otomatis masuk Kelas 31.

Apakah Sayuran Kemasan Masuk Kelas 31?

Prinsipnya sama dengan buah.

Sayuran segar yang dikemas dapat tetap berkaitan dengan Kelas 31.

Tetapi sayuran yang telah diproses, diawetkan, dimasak, atau diubah menjadi produk makanan dapat memiliki klasifikasi lain.

Oleh karena itu, pemeriksaan produk secara spesifik diperlukan sebelum menentukan kelas.

Apakah Produk Agrikultur Wajib Daftar Merek?

Pendaftaran merek bukan berarti semua produk pertanian secara otomatis diwajibkan memiliki merek terdaftar.

Namun, bagi pelaku usaha yang menggunakan nama brand untuk menjual produk, pendaftaran merek merupakan langkah penting untuk mempersiapkan perlindungan terhadap identitas brand.

Merek yang sudah dikenal konsumen dapat menjadi aset bisnis.

Jika tidak segera dipersiapkan, terdapat risiko pihak lain lebih dahulu mendaftarkan nama yang sama atau memiliki persamaan sehingga dapat menimbulkan persoalan bagi pemilik usaha.

Mengapa Merek Produk Pertanian Perlu Didaftarkan?

Ada beberapa alasan mengapa pemilik brand pertanian sebaiknya mempertimbangkan pendaftaran merek.

Melindungi Identitas Brand

Merek menjadi identitas yang membedakan produk Anda dengan produk kompetitor.

Mendukung Pengembangan Bisnis

Brand yang telah dipersiapkan dapat mendukung pengembangan distribusi, marketplace, reseller, maupun jaringan pemasaran.

Meningkatkan Nilai Aset Bisnis

Merek dapat menjadi aset tidak berwujud yang mempunyai nilai ekonomi.

Membangun Kepercayaan Konsumen

Konsumen dapat lebih mudah mengenali produk melalui identitas brand yang konsisten.

Mendukung Ekspansi Produk

Ketika bisnis berkembang, pemilik dapat mengembangkan produk dengan identitas brand yang sama sesuai strategi bisnis dan klasifikasi yang dibutuhkan.

Cara Menentukan Apakah Produk Masuk Kelas 31

Jangan hanya melihat nama produk.

Gunakan beberapa pertanyaan berikut:

Apakah produk masih dalam kondisi segar?

Apakah produk berupa tanaman hidup?

Apakah produk berupa benih atau bibit?

Apakah produk merupakan hasil pertanian atau perkebunan tertentu?

Apakah produk berupa pakan hewan?

Apakah produk sudah mengalami proses pengolahan?

Pertanyaan tersebut membantu memberikan gambaran awal.

Namun, untuk memastikan klasifikasi, produk sebaiknya dianalisis berdasarkan jenis dan kondisi barang yang sebenarnya dijual.

Syarat Daftar Merek Kelas 31

Setelah mengetahui produk apa saja yang termasuk Kelas 31, langkah berikutnya adalah menyiapkan dokumen pendaftaran.

Secara umum, pemohon perlu menyiapkan:

  • Nama merek.
  • Logo atau label merek jika digunakan.
  • Data pemohon.
  • Identitas pemohon.
  • Alamat pemohon.
  • Kelas barang.
  • Spesifikasi barang.
  • Dokumen pendukung sesuai kategori pemohon.
  • Dokumen UMK jika menggunakan tarif UMK dan memenuhi persyaratan.
  • Pembayaran PNBP.

Dokumen harus diperiksa agar data yang dimasukkan sesuai dan tidak menimbulkan persoalan administratif.

Pentingnya Cek Merek Kelas 31 Sebelum Daftar

Sebelum mengeluarkan biaya pendaftaran, sebaiknya lakukan pengecekan terlebih dahulu.

Pengecekan dapat membantu mengetahui kemungkinan adanya merek:

  • Sama.
  • Mirip.
  • Memiliki persamaan pada pokoknya.
  • Berada pada kelas yang sama.
  • Digunakan untuk barang sejenis.

Pengecekan bukan jaminan bahwa merek pasti diterima, tetapi dapat membantu pemilik usaha memahami risiko sejak awal.

Berapa Biaya Daftar Merek Kelas 31?

Tarif PNBP pendaftaran merek untuk UMK yang memenuhi persyaratan adalah Rp500.000 per kelas.

Sementara itu, tarif untuk pemohon umum adalah Rp2.800.000 per kelas.

Biaya tersebut merupakan biaya resmi PNBP.

Jika menggunakan jasa pengurusan atau pendampingan profesional, biaya layanan dapat berbeda dan dihitung berdasarkan layanan yang digunakan.

Berapa Lama Proses Daftar Merek Kelas 31?

Setelah dokumen lengkap dan permohonan berhasil diajukan serta diterima, pemohon dapat memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek sekitar 1 hari kerja.

Namun, proses tersebut belum berarti sertifikat merek langsung diterbitkan.

Permohonan masih harus melalui tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan.

Keseluruhan proses sampai sertifikat diterbitkan dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan, tergantung tahapan pemeriksaan dan kondisi permohonan.

Apa Penyebab Merek Kelas 31 Ditolak?

Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab penolakan antara lain:

  • Memiliki persamaan dengan merek pihak lain.
  • Tidak memiliki daya pembeda.
  • Mengandung unsur yang tidak diperbolehkan.
  • Kesalahan klasifikasi.
  • Spesifikasi barang tidak sesuai.
  • Alasan lain berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, pemilik usaha perlu memperhatikan aspek administratif sekaligus substantif sebelum melakukan pengajuan.

Bagaimana Jika Merek Kelas 31 Mendapat Usulan Penolakan?

Apabila mendapatkan usulan penolakan, pemilik merek perlu mempelajari alasan yang disampaikan.

Pemohon dapat memberikan tanggapan sesuai mekanisme dan batas waktu yang berlaku.

Tanggapan harus disusun berdasarkan alasan penolakan sehingga argumentasi yang diberikan relevan dengan permasalahan.

PERMATAMAS dapat membantu proses analisis dan penyusunan tanggapan atas usulan penolakan merek.

Apakah Merek Kelas 31 Bisa Diperpanjang?

Merek terdaftar memiliki masa perlindungan tertentu.

Pemilik merek perlu memperhatikan masa berlaku tersebut agar dapat melakukan perpanjangan sesuai ketentuan.

Selain pendaftaran baru, PERMATAMAS juga menyediakan layanan jasa perpanjangan merek bagi pemilik brand yang membutuhkan pendampingan.

Apakah Merek Kelas 31 Bisa Dialihkan?

Dalam kondisi tertentu, hak atas merek dapat dialihkan sesuai sebab dan prosedur yang diperbolehkan.

Pengalihan dapat terjadi karena jual beli, hibah, pewarisan, atau sebab hukum lainnya.

Perubahan kepemilikan perlu dicatatkan sesuai prosedur yang berlaku agar administrasi merek tetap sesuai.

Apakah Merek Kelas 31 Bisa Banding?

Dalam kondisi tertentu, pemohon dapat menggunakan mekanisme banding sesuai ketentuan yang berlaku.

Banding perlu disiapkan berdasarkan alasan penolakan dan didukung argumentasi serta dokumen yang relevan.

Karena itu, pemilik merek sebaiknya melakukan analisis terlebih dahulu sebelum menentukan langkah banding.

Jasa Daftar Merek Kelas 31 untuk Produk Pertanian

Bagi pelaku usaha yang masih bingung mengenai Merek Kelas 31 apa saja, PERMATAMAS dapat membantu melakukan analisis awal terhadap produk yang akan menggunakan brand.

Layanan dapat mencakup:

  • Konsultasi merek.
  • Pengecekan nama merek.
  • Analisis klasifikasi.
  • Penentuan Kelas 31.
  • Penyusunan spesifikasi barang.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Pengajuan permohonan.
  • Pemantauan proses.
  • Tanggapan usulan penolakan.
  • Banding merek.
  • Perpanjangan merek.
  • Pengalihan hak merek.

Pendampingan tersebut membantu pemilik usaha mempersiapkan pendaftaran dengan lebih terarah.

Lindungi Brand Produk Pertanian Anda Sekarang

Jika Anda memiliki usaha buah segar, sayuran, benih, bibit, tanaman hias, hasil pertanian, hasil perkebunan, pakan hewan, atau produk agrikultur lainnya, jangan menunggu brand semakin besar sebelum mempersiapkan perlindungannya.

Merek dapat menjadi aset penting dalam perkembangan bisnis. Karena itu, pastikan nama brand telah dicek, kelas barang sesuai, dan spesifikasi produk disusun dengan tepat sebelum pengajuan.

PERMATAMAS siap membantu Jasa Daftar Merek Kelas 31 secara resmi melalui DJKI, mulai dari pengecekan merek, penentuan kelas, penyusunan spesifikasi barang, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan permohonan.

1 Hari Langsung Dapat Bukti Pendaftaran Merek setelah permohonan berhasil diajukan dan diterima.

Hubungi PERMATAMAS sekarang untuk konsultasi dan mulai lindungi brand produk pertanian, perkebunan, buah, sayuran, benih, tanaman, maupun hasil alam Anda.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ — Merek Kelas 31 Apa Saja? Berikut Penjelasan Lengkapnya

1. Merek Kelas 31 Apa Saja?
Merek Kelas 31 dapat digunakan untuk berbagai produk seperti buah segar, sayuran segar, benih, bibit, tanaman hidup, tanaman hias, bunga alami, hasil pertanian, hasil perkebunan tertentu, serta pakan hewan tertentu sesuai klasifikasi.

2. Apakah buah segar termasuk Kelas 31?
Ya. Buah segar pada umumnya termasuk dalam Kelas 31.

3. Apakah sayuran segar termasuk Kelas 31?
Ya. Sayuran segar dapat termasuk Kelas 31 sesuai klasifikasi barang yang berlaku.

4. Apakah benih dan bibit tanaman termasuk Merek Kelas 31?
Benih dan bibit tanaman tertentu dapat termasuk Kelas 31. Klasifikasi tetap perlu disesuaikan dengan jenis produk yang dijual.

5. Apakah tanaman hias termasuk Kelas 31?
Tanaman hidup dan tanaman hias tertentu dapat berkaitan dengan Kelas 31.

6. Apakah produk pertanian yang sudah diolah tetap masuk Kelas 31?
Belum tentu. Produk yang sudah mengalami pengolahan, pengawetan, atau dibuat menjadi makanan dapat masuk ke kelas lain sehingga perlu dilakukan pemeriksaan berdasarkan produk akhirnya.

7. Berapa biaya daftar Merek Kelas 31?
Tarif PNBP resmi adalah Rp500.000 per kelas untuk UMK yang memenuhi persyaratan dan Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum.

8. Berapa lama proses daftar Merek Kelas 31?
Setelah permohonan berhasil diajukan dan diterima, Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek dapat diperoleh sekitar 1 hari kerja. Sertifikat diterbitkan setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai.

9. Apakah Merek Kelas 31 bisa ditolak DJKI?
Bisa. Penolakan dapat terjadi karena persamaan dengan merek pihak lain, tidak memiliki daya pembeda, masalah klasifikasi, atau alasan lain sesuai ketentuan yang berlaku.

10. Siapa yang bisa membantu pendaftaran Merek Kelas 31?
PERMATAMAS dapat membantu proses pendaftaran, mulai dari pengecekan merek, analisis Kelas 31, penyusunan spesifikasi barang, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan resmi melalui DJKI.

Cara Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian Agar Tidak Ditolak DJKI

Cara Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian Agar Tidak Ditolak DJKI

Cara Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian Agar Tidak Ditolak DJKI – Memiliki brand sendiri untuk produk pertanian dapat menjadi salah satu langkah penting dalam membangun bisnis jangka panjang. Produk seperti buah segar, sayuran, benih, bibit tanaman, tanaman hias, hasil perkebunan, hasil pertanian, bunga, dan pakan hewan dapat dipasarkan dengan nama atau brand tertentu untuk membedakannya dari produk milik pelaku usaha lain.

Namun, menggunakan brand saja belum tentu memberikan perlindungan hukum yang kuat. Bagi pelaku usaha yang ingin melindungi identitas bisnisnya, merek perlu dipertimbangkan untuk didaftarkan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan kelas barang. Untuk produk pertanian dan hasil alam tertentu, Kelas 31 dapat menjadi klasifikasi yang relevan.

Meski demikian, pendaftaran merek tidak otomatis diterima. DJKI akan melakukan pemeriksaan terhadap permohonan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Kesalahan memilih nama, kelas, spesifikasi barang, atau adanya persamaan dengan merek pihak lain dapat menjadi salah satu penyebab munculnya hambatan.

Karena itu, memahami cara daftar Merek Kelas 31 agar tidak ditolak DJKI sangat penting sebelum melakukan pengajuan.

Apa Itu Merek Kelas 31?

Kelas 31 merupakan klasifikasi barang yang mencakup berbagai produk pertanian, perkebunan, kehutanan, tanaman, hasil alam tertentu, buah dan sayuran segar, benih, serta pakan hewan.

Beberapa contoh produk yang dapat berkaitan dengan Kelas 31 antara lain:

  • Buah segar.
  • Sayuran segar.
  • Benih tanaman.
  • Bibit tanaman.
  • Tanaman hidup.
  • Bunga alami.
  • Hasil pertanian.
  • Hasil perkebunan tertentu.
  • Produk kehutanan tertentu.
  • Biji-bijian tertentu.
  • Pakan hewan.
  • Makanan hewan.
  • Produk pertanian dan hasil alam lainnya sesuai klasifikasi.

Namun, tidak semua produk yang berasal dari pertanian otomatis termasuk Kelas 31.

Perubahan bentuk dan proses pengolahan dapat memengaruhi klasifikasi.

Contohnya, buah segar dapat berkaitan dengan Kelas 31, sedangkan buah yang sudah diolah menjadi selai, buah kalengan, atau produk makanan olahan dapat memiliki klasifikasi berbeda.

Karena itu, menentukan kelas harus dilakukan berdasarkan produk yang benar-benar dijual.

Mengapa Merek Kelas 31 Bisa Ditolak DJKI?

Sebelum membahas cara pendaftarannya, penting memahami penyebab yang dapat membuat suatu permohonan merek menghadapi penolakan.

Memiliki Persamaan dengan Merek Pihak Lain

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah adanya merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek pihak lain.

Pemilik usaha sering kali hanya mencari nama yang benar-benar identik.

Padahal, nama yang terlihat berbeda secara penulisan belum tentu aman apabila memiliki persamaan tertentu dengan merek yang sudah ada.

Karena itu, pengecekan merek harus dilakukan secara lebih menyeluruh.

Nama Tidak Memiliki Daya Pembeda

Merek pada dasarnya harus mampu membedakan barang atau jasa suatu usaha dengan usaha lainnya.

Nama yang terlalu umum atau hanya menggambarkan jenis produk dapat menghadapi kendala dalam proses pemeriksaan.

Sebagai contoh, menggunakan istilah yang hanya menunjukkan jenis buah atau jenis produk pertanian tanpa unsur pembeda dapat menjadi kurang ideal sebagai identitas merek.

Mengandung Unsur yang Tidak Diperbolehkan

Merek harus memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Apabila terdapat unsur tertentu yang dilarang atau bertentangan dengan ketentuan, permohonan dapat menghadapi hambatan.

Karena itu, sebelum mengajukan permohonan, sebaiknya nama merek diperiksa terlebih dahulu.

Salah Menentukan Kelas

Kesalahan menentukan kelas dapat membuat perlindungan merek tidak sesuai dengan kegiatan usaha.

Misalnya, pelaku usaha menjual buah segar tetapi memasukkan produk olahan buah ke dalam daftar barang tanpa melakukan analisis klasifikasi.

Kondisi seperti ini perlu dihindari dengan menentukan spesifikasi barang secara tepat.

Cara Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian Agar Tidak Ditolak DJKI
Cara Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian Agar Tidak Ditolak DJKI

Cara Daftar Merek Kelas 31 Agar Tidak Ditolak

Tidak ada cara yang dapat menjamin suatu permohonan pasti diterima karena keputusan akhir tetap berada pada pemeriksaan DJKI.

Namun, pemilik usaha dapat melakukan persiapan yang lebih baik untuk mengurangi risiko penolakan.

1. Tentukan Produk yang Benar-Benar Dijual

Langkah pertama adalah membuat daftar produk yang menggunakan brand tersebut.

Jangan langsung menentukan kelas hanya berdasarkan bidang usaha.

Tuliskan secara spesifik produk yang dijual.

Misalnya:

  • Mangga segar.
  • Pisang segar.
  • Jeruk segar.
  • Sayuran segar.
  • Benih tanaman.
  • Tanaman hias.
  • Pakan ternak.
  • Makanan hewan.

Dengan mengetahui produk secara jelas, proses penentuan kelas menjadi lebih mudah.

2. Pastikan Apakah Produk Termasuk Kelas 31

Setelah daftar produk dibuat, lakukan analisis klasifikasi.

Kelas 31 umumnya berkaitan dengan produk pertanian, hasil alam tertentu, tanaman, buah dan sayuran segar, serta pakan hewan.

Namun, produk yang telah mengalami pengolahan dapat berpindah ke klasifikasi lain.

Misalnya, buah segar berbeda dengan selai buah.

Sayuran segar juga berbeda dengan sayuran yang sudah diawetkan atau diolah menjadi makanan.

Karena itu, jangan menentukan kelas hanya berdasarkan bahan dasar.

3. Pilih Nama Merek yang Memiliki Daya Pembeda

Nama merek sebaiknya memiliki karakter yang cukup unik sehingga mudah dibedakan dari brand lain.

Nama yang memiliki unsur pembeda akan lebih baik daripada sekadar menggunakan nama generik produk.

Pemilik usaha juga perlu mempertimbangkan apakah nama tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.

Jika brand nantinya akan digunakan untuk berbagai produk, strategi penamaan sebaiknya dipikirkan sejak awal.

4. Lakukan Pengecekan Merek Sebelum Mendaftar

Ini merupakan salah satu tahap terpenting.

Sebelum mengeluarkan biaya untuk desain kemasan, papan toko, promosi, dan produksi dalam jumlah besar, lakukan pengecekan terlebih dahulu.

Pengecekan dapat membantu mengetahui apakah terdapat merek yang:

  • Sama.
  • Mirip.
  • Memiliki persamaan pada pokoknya.
  • Berada pada kelas yang sama.
  • Memiliki hubungan dengan jenis barang yang serupa.

Jangan hanya mencari nama yang persis sama.

Perhatikan pula kemiripan bunyi, susunan kata, konsep, dan unsur lainnya yang dapat menjadi pertimbangan dalam pemeriksaan.

5. Periksa Status Merek yang Ditemukan

Jika menemukan merek yang mirip, jangan langsung menyimpulkan bahwa merek Anda pasti ditolak.

Perlu diperiksa lebih lanjut status dan data merek tersebut.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Nama merek.
  • Pemilik merek.
  • Kelas barang.
  • Jenis barang.
  • Status permohonan.
  • Status pendaftaran.
  • Waktu pendaftaran.
  • Informasi lain yang relevan.

Analisis tersebut dapat membantu menentukan apakah brand masih layak diajukan atau sebaiknya menggunakan alternatif nama.

6. Tentukan Spesifikasi Barang dengan Tepat

Spesifikasi barang merupakan bagian penting dalam permohonan merek.

Pemilik usaha harus mencantumkan barang yang benar-benar berkaitan dengan kegiatan bisnis.

Misalnya, jika brand digunakan untuk buah segar, jangan memasukkan berbagai produk makanan olahan yang sebenarnya tidak diproduksi.

Spesifikasi harus disusun secara realistis dan sesuai dengan kebutuhan perlindungan.

7. Siapkan Dokumen Pendaftaran

Setelah nama dan kelas ditentukan, siapkan dokumen yang dibutuhkan.

Dokumen umumnya mencakup:

  • Data pemohon.
  • Identitas pemohon.
  • Label atau logo merek.
  • Data kelas barang.
  • Spesifikasi barang.
  • Dokumen pendukung sesuai kategori pemohon.

Jika mengajukan sebagai UMK, dokumen yang membuktikan status UMK juga perlu diperhatikan sesuai persyaratan yang berlaku.

8. Ajukan Permohonan melalui Sistem Resmi DJKI

Setelah seluruh data dan dokumen siap, permohonan dapat diajukan melalui sistem resmi DJKI.

Data harus dimasukkan dengan teliti.

Kesalahan nama pemohon, alamat, label merek, kelas, atau spesifikasi barang dapat menimbulkan masalah administratif.

Karena itu, lakukan pemeriksaan ulang sebelum permohonan dikirim.

9. Bayar PNBP Sesuai Kategori Pemohon

Setelah data permohonan lengkap, pemohon akan memperoleh tagihan PNBP.

Untuk pemohon UMK yang memenuhi persyaratan, tarif resmi pendaftaran adalah Rp500.000 per kelas.

Sedangkan untuk pemohon umum, tarif resmi adalah Rp2.800.000 per kelas.

Biaya tersebut merupakan PNBP dan berbeda dari biaya jasa apabila menggunakan pendampingan profesional.

10. Simpan Bukti Penerimaan Permohonan

Setelah pengajuan berhasil, pemohon memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek.

Bukti ini penting karena menunjukkan bahwa permohonan telah masuk ke proses DJKI.

Apabila menggunakan jasa pengurusan merek, pastikan bukti penerimaan diberikan kepada pemilik usaha sebagai bagian dari dokumentasi proses.

Apa yang Terjadi Setelah Merek Kelas 31 Didaftarkan?

Pengajuan merek bukan berarti sertifikat langsung diterbitkan.

Setelah permohonan diterima, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui.

Pemeriksaan Formalitas

Data dan dokumen permohonan diperiksa dari sisi administratif.

Masa Pengumuman

Permohonan diumumkan dalam Berita Resmi Merek sesuai ketentuan.

Pada tahap ini, pihak ketiga memiliki kesempatan untuk mengajukan keberatan apabila memiliki alasan yang sah.

Pemeriksaan Substantif

Merek kemudian diperiksa dari sisi substansi.

Pemeriksa akan menilai apakah merek memenuhi ketentuan pendaftaran atau terdapat alasan untuk menolak.

Penerbitan Sertifikat

Jika seluruh proses berjalan dengan baik dan permohonan disetujui, sertifikat merek dapat diterbitkan.

Berapa Lama Daftar Merek Kelas 31?

Untuk proses pengajuan, apabila dokumen sudah lengkap dan tidak terdapat kendala administratif, sekitar 1 hari kerja dapat memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek setelah permohonan berhasil diajukan.

Namun, hal tersebut bukan berarti sertifikat merek selesai dalam satu hari.

Keseluruhan proses sampai sertifikat diterbitkan dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan, tergantung tahapan pemeriksaan dan kondisi permohonan.

Karena itu, pemilik usaha harus membedakan antara waktu pengajuan dengan waktu penyelesaian seluruh proses pendaftaran.

Bagaimana Jika Merek Kelas 31 Mendapat Usulan Penolakan?

Jika permohonan mendapat usulan penolakan, pemohon tidak sebaiknya langsung menyerah.

Perhatikan alasan yang diberikan dalam pemberitahuan.

Pemohon dapat mempertimbangkan untuk memberikan tanggapan sesuai prosedur yang berlaku.

Tanggapan harus disusun berdasarkan alasan penolakan.

Misalnya, apabila penolakan berkaitan dengan persamaan merek, argumentasi perlu menjelaskan aspek yang relevan dan didukung dokumen atau bukti yang diperlukan.

PERMATAMAS dapat membantu proses penyusunan tanggapan atas usulan penolakan merek.

Apakah Merek yang Ditolak Bisa Banding?

Dalam kondisi tertentu, pemohon dapat menempuh mekanisme banding sesuai ketentuan yang berlaku.

Banding bukan sekadar mengajukan ulang permohonan.

Pemohon perlu menyiapkan argumentasi dan dokumen yang relevan dengan alasan penolakan.

Karena itu, apabila ingin mengajukan banding, sebaiknya dilakukan analisis terlebih dahulu untuk menilai dasar dan strategi yang akan digunakan.

PERMATAMAS dapat membantu pendampingan dalam proses banding merek sesuai mekanisme yang berlaku.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Daftar Merek Kelas 31

Agar proses lebih terarah, berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Tidak Mengecek Merek Terlebih Dahulu

Mengajukan merek tanpa pengecekan dapat meningkatkan risiko menemukan merek serupa setelah permohonan diajukan.

Memilih Nama yang Terlalu Umum

Nama yang hanya menggambarkan produk dapat kurang memiliki daya pembeda.

Salah Menentukan Kelas

Jangan menentukan kelas hanya karena bisnis bergerak di bidang pertanian.

Perhatikan kondisi produk sebenarnya.

Mencantumkan Produk Secara Berlebihan

Spesifikasi barang sebaiknya sesuai dengan kebutuhan bisnis dan produk yang memang dipasarkan.

Tidak Memantau Proses

Setelah pengajuan, pemohon tetap perlu memperhatikan perkembangan permohonan.

Jika terdapat pemberitahuan atau usulan penolakan, tindakan perlu dilakukan sesuai batas waktu.

Apakah Buah Segar dan Buah Olahan Berada di Kelas yang Sama?

Belum tentu.

Buah segar pada umumnya berkaitan dengan Kelas 31.

Sementara buah yang telah mengalami pengolahan, seperti selai buah, buah yang diawetkan, atau produk makanan olahan tertentu, dapat memiliki klasifikasi berbeda.

Ini merupakan contoh mengapa penentuan kelas harus melihat bentuk produk yang sebenarnya.

Pelaku usaha yang menjual buah segar sekaligus produk olahan dapat membutuhkan analisis terhadap lebih dari satu kelas.

Apakah Produk Pertanian yang Sudah Dikemas Tetap Kelas 31?

Pengemasan tidak selalu membuat produk keluar dari Kelas 31.

Yang lebih penting adalah karakteristik barangnya.

Misalnya buah segar yang dikemas dalam kotak atau plastik tetap dapat dikategorikan berdasarkan karakteristik sebagai buah segar.

Namun, jika produk telah mengalami pengolahan tertentu, klasifikasinya dapat berbeda.

Karena itu, jangan menentukan kelas hanya berdasarkan bentuk kemasan.

Apakah Benih dan Bibit Tanaman Bisa Menggunakan Merek?

Ya, produk benih dan bibit tertentu dapat menggunakan brand dan dapat dipertimbangkan untuk pendaftaran merek sesuai klasifikasinya.

Bagi perusahaan benih atau pembibitan, brand dapat menjadi identitas yang membedakan produk dari produsen lainnya.

Pendaftaran merek dapat membantu mempersiapkan perlindungan brand ketika produk mulai dipasarkan secara luas.

Apakah Merek Pakan Hewan Termasuk Kelas 31?

Produk pakan dan makanan hewan tertentu termasuk dalam cakupan Kelas 31.

Namun, pemilik usaha tetap perlu memastikan jenis produk dan spesifikasi barang sesuai dengan klasifikasi yang berlaku.

Hal ini penting terutama bagi produsen pakan yang memiliki beberapa jenis produk dengan komposisi dan fungsi berbeda.

Pentingnya Legalitas Produk Pertanian

Pendaftaran merek merupakan salah satu aspek dalam membangun bisnis pertanian yang lebih tertata.

Namun, kebutuhan legalitas dapat berbeda tergantung jenis produk.

Produk benih, pupuk, pestisida, pakan, tanaman, hasil pertanian, dan produk pangan memiliki ketentuan yang berbeda.

Karena itu, pelaku usaha sebaiknya mengidentifikasi kebutuhan legalitas berdasarkan produk yang dipasarkan.

Untuk produk pertanian yang kemudian diolah menjadi makanan atau minuman, kebutuhan perizinannya juga dapat berubah sesuai karakteristik produk.

Merek Kelas 31 sebagai Investasi Brand Jangka Panjang

Membangun brand membutuhkan waktu, biaya, dan konsistensi.

Mulai dari desain logo, kemasan, promosi, pemasaran digital, hingga membangun kepercayaan pelanggan.

Jika brand sudah dikenal tetapi belum dipersiapkan perlindungannya, pemilik usaha dapat menghadapi risiko ketika terdapat pihak lain yang menggunakan nama serupa.

Karena itu, pendaftaran merek sebaiknya menjadi bagian dari strategi bisnis sejak awal.

Merek yang terdaftar dapat menjadi aset yang mendukung pengembangan usaha dalam jangka panjang.

Mengapa Menggunakan Jasa Daftar Merek Kelas 31?

Pendaftaran merek dapat dilakukan sendiri.

Namun, bagi pelaku usaha yang belum terbiasa dengan prosedur DJKI, pendampingan dapat membantu mengurangi kesalahan dalam proses.

PERMATAMAS dapat membantu:

  • Mengecek nama merek.
  • Menganalisis potensi persamaan merek.
  • Menentukan kelas.
  • Menyusun spesifikasi barang.
  • Memeriksa dokumen.
  • Mengajukan permohonan.
  • Memantau proses.
  • Menyiapkan tanggapan usulan penolakan.
  • Membantu banding merek.
  • Membantu perpanjangan merek.
  • Membantu pengalihan hak merek.

Dengan demikian, pemilik bisnis dapat lebih fokus pada produksi dan pengembangan usaha.

Jasa Daftar Merek Kelas 31 PERMATAMAS

PERMATAMAS membantu pelaku usaha yang ingin mendaftarkan brand untuk produk pertanian dan hasil alam yang sesuai dengan Kelas 31.

Layanan dapat digunakan untuk:

  • Buah segar.
  • Sayuran segar.
  • Benih.
  • Bibit.
  • Tanaman hias.
  • Bunga alami.
  • Hasil pertanian.
  • Hasil perkebunan.
  • Produk kehutanan tertentu.
  • Pakan hewan.
  • Makanan hewan.
  • Produk hasil alam lainnya sesuai klasifikasi.

Proses dimulai dari konsultasi dan pengecekan merek, kemudian dilanjutkan dengan analisis kelas, penyusunan spesifikasi barang, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan resmi melalui DJKI.

Untuk pengajuan baru, 1 Hari Langsung Dapat Bukti Pendaftaran Merek setelah permohonan berhasil diajukan dan diterima.

Bukti penerimaan tersebut bukan sertifikat merek. Sertifikat baru dapat diterbitkan setelah permohonan melewati seluruh tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan.

Lindungi Brand Produk Pertanian Anda Sebelum Terlambat

Jika Anda memiliki usaha buah segar, sayuran, benih, bibit tanaman, tanaman hias, bunga, hasil pertanian, hasil perkebunan, pakan hewan, atau produk lain yang termasuk Kelas 31, jangan menunggu brand semakin dikenal baru memikirkan perlindungan.

Langkah yang tepat adalah mempersiapkan nama merek sejak awal, melakukan pengecekan, menentukan kelas secara tepat, menyusun spesifikasi barang, kemudian mengajukan permohonan melalui DJKI.

Selain perlindungan merek, pelaku usaha juga perlu memperhatikan legalitas lain sesuai jenis produk. Untuk produk yang termasuk dalam kategori yang diwajibkan, Sertifikasi Halal dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan legalitas dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

PERMATAMAS siap membantu proses Cara Daftar Merek Kelas 31 secara resmi melalui DJKI, mulai dari pengecekan merek, analisis kelas, penyusunan spesifikasi, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan permohonan.

Hubungi PERMATAMAS sekarang untuk konsultasi brand produk pertanian, buah, benih, tanaman, hasil perkebunan, pakan hewan, atau hasil alam Anda. 1 Hari Langsung Dapat Bukti Pendaftaran Merek setelah permohonan berhasil diajukan. Apabila produk pertanian tersebut telah diolah menjadi makanan atau minuman, pelaku usaha juga perlu memperhatikan Izin BPOM Makanan/Minuman sesuai dengan karakteristik dan ketentuan produk yang berlaku.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ — Cara Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian Agar Tidak Ditolak DJKI

1. Bagaimana Cara Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian Agar Tidak Ditolak DJKI?
Mulai dengan menentukan produk secara tepat, mengecek potensi persamaan merek, memastikan Kelas 31 sesuai, menyiapkan spesifikasi barang dan dokumen, kemudian mengajukan permohonan melalui sistem resmi DJKI.

2. Apa saja produk yang termasuk Merek Kelas 31?
Kelas 31 mencakup berbagai produk seperti buah dan sayuran segar, benih, tanaman, bunga alami, hasil pertanian, hasil perkebunan tertentu, pakan hewan, serta produk lainnya sesuai klasifikasi.

3. Apakah buah segar termasuk Kelas 31?
Ya, buah segar pada umumnya termasuk Kelas 31. Namun, buah yang sudah diolah menjadi makanan atau produk olahan dapat memiliki klasifikasi berbeda.

4. Apakah sayuran segar bisa didaftarkan dengan Merek Kelas 31?
Bisa. Sayuran segar termasuk produk yang dapat berkaitan dengan Kelas 31 sesuai klasifikasi barang yang berlaku.

5. Mengapa Merek Kelas 31 bisa ditolak DJKI?
Penolakan dapat terjadi karena berbagai alasan, antara lain memiliki persamaan dengan merek pihak lain, tidak memiliki daya pembeda, mengandung unsur yang dilarang, atau terdapat masalah lain berdasarkan ketentuan yang berlaku.

6. Apakah pengecekan merek wajib dilakukan sebelum daftar Merek Kelas 31?
Pengecekan sangat disarankan sebelum pengajuan untuk mengetahui apakah terdapat merek yang sama atau memiliki persamaan dengan brand yang akan didaftarkan.

7. Berapa biaya daftar Merek Kelas 31?
Tarif PNBP resmi umumnya Rp500.000 per kelas bagi pemohon UMK yang memenuhi persyaratan dan Rp2.800.000 per kelas bagi pemohon umum. Biaya jasa pendampingan, jika digunakan, terpisah dari PNBP.

8. Berapa lama proses Cara Daftar Merek Kelas 31?
Jika dokumen lengkap, pengajuan dapat dilakukan hingga memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek sekitar 1 hari kerja. Keseluruhan proses sampai sertifikat diterbitkan dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan sesuai tahapan pemeriksaan.

9. Bagaimana jika Merek Kelas 31 mendapat usulan penolakan DJKI?
Pemohon perlu mempelajari alasan penolakan dan dapat menyampaikan tanggapan sesuai prosedur serta batas waktu yang ditentukan. Tanggapan sebaiknya disusun berdasarkan alasan penolakan secara tepat.

10. Apakah PERMATAMAS membantu Cara Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian?
Ya. PERMATAMAS membantu pengecekan merek, analisis Kelas 31, penyusunan spesifikasi barang, pemeriksaan dokumen, pengajuan permohonan, hingga pendampingan apabila terdapat usulan penolakan.

Jasa Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian, Buah, dan Hasil Alam Proses Resmi DJKI

Jasa Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian, Buah, dan Hasil Alam Proses Resmi DJKI – Bisnis di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan hasil alam terus berkembang di Indonesia. Berbagai produk seperti buah segar, sayuran segar, benih, biji-bijian, hasil perkebunan, pakan hewan, tanaman, serta produk pertanian lainnya dipasarkan menggunakan brand masing-masing.

Bagi pelaku usaha yang telah membangun nama atau brand untuk produk tersebut, merek dapat menjadi salah satu aset penting dalam bisnis. Nama yang dikenal pelanggan dapat memiliki nilai ekonomi dan menjadi pembeda antara produk milik sendiri dengan produk kompetitor.

Karena itu, pemilik usaha sebaiknya mempertimbangkan pendaftaran merek sejak awal.

Untuk produk tertentu yang termasuk dalam Kelas 31, pendaftaran merek dapat dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

PERMATAMAS membantu proses Jasa Daftar Merek Kelas 31 mulai dari pengecekan nama, analisis klasifikasi barang, penyusunan spesifikasi produk, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan permohonan secara resmi melalui DJKI.

Apa Itu Merek Kelas 31?

Kelas 31 merupakan salah satu klasifikasi barang dalam pendaftaran merek yang mencakup berbagai produk hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, dan hasil alam tertentu yang belum diproses secara signifikan.

Kelas ini banyak digunakan untuk produk seperti:

  • Buah-buahan segar.
  • Sayuran segar.
  • Tanaman.
  • Bunga alami.
  • Benih.
  • Biji-bijian tertentu.
  • Hasil pertanian.
  • Hasil perkebunan.
  • Hasil kehutanan tertentu.
  • Produk pakan hewan.
  • Makanan hewan.
  • Produk pertanian dan hasil alam lainnya sesuai klasifikasi.

Namun, penting dipahami bahwa tidak semua produk yang berhubungan dengan pertanian otomatis masuk Kelas 31.

Jika produk sudah mengalami proses pengolahan tertentu, klasifikasinya dapat berbeda.

Karena itu, penentuan kelas harus dilakukan berdasarkan jenis dan karakteristik barang yang sebenarnya dipasarkan.

Produk Apa Saja yang Termasuk Kelas 31?

Kelas 31 memiliki cakupan yang cukup luas, terutama untuk barang yang berasal dari pertanian, perkebunan, kehutanan, dan hasil alam.

Beberapa contoh produk yang dapat berkaitan dengan Kelas 31 antara lain:

Buah-Buahan Segar

Buah segar merupakan salah satu jenis produk yang dapat menggunakan merek Kelas 31.

Contohnya:

  • Apel.
  • Jeruk.
  • Mangga.
  • Pisang.
  • Pepaya.
  • Semangka.
  • Melon.
  • Alpukat.
  • Nanas.
  • Buah segar lainnya sesuai klasifikasi.

Jika produk dipasarkan menggunakan brand sendiri, pendaftaran merek dapat membantu membangun identitas produk.

Jasa Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian, Buah, dan Hasil Alam Proses Resmi DJKI
Jasa Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian, Buah, dan Hasil Alam Proses Resmi DJKI

Sayuran Segar

Produk sayuran segar juga dapat menggunakan merek.

Contohnya:

  • Wortel.
  • Kentang.
  • Tomat.
  • Cabai.
  • Selada.
  • Bayam.
  • Brokoli.
  • Kubis.
  • Mentimun.
  • Sayuran segar lainnya.

Brand dapat digunakan pada kemasan, label, peti, maupun media pemasaran sesuai kebutuhan usaha.

Benih dan Bibit Tanaman

Bisnis benih dan bibit juga dapat memiliki brand yang perlu dilindungi.

Contohnya benih tanaman, benih pertanian, bibit tanaman, dan produk sejenis sesuai klasifikasi.

Bagi perusahaan pertanian yang telah memiliki nama dagang, pendaftaran merek dapat menjadi bagian dari strategi perlindungan brand.

Tanaman dan Bunga

Produk tanaman alami dan bunga tertentu juga dapat berkaitan dengan Kelas 31.

Contohnya tanaman hias, bunga alami, tanaman pertanian, dan berbagai produk tanaman lainnya sesuai klasifikasi.

Hasil Pertanian dan Perkebunan

Produk hasil pertanian dan perkebunan tertentu yang masih sesuai dengan cakupan Kelas 31 dapat menggunakan merek.

Contohnya hasil panen, biji-bijian tertentu, dan berbagai hasil alam yang belum mengalami proses pengolahan yang mengubah karakteristik dasarnya.

Pakan Hewan

Kelas 31 juga mencakup berbagai produk makanan dan pakan untuk hewan tertentu.

Contohnya:

  • Pakan ternak.
  • Makanan hewan.
  • Bahan pakan.
  • Produk pakan lainnya sesuai klasifikasi.

Bagi produsen pakan yang menggunakan brand sendiri, pendaftaran merek menjadi salah satu langkah penting untuk mempersiapkan perlindungan identitas produk.

Apakah Buah Segar Masuk Kelas 31?

Ya, buah segar pada umumnya termasuk dalam cakupan Kelas 31.

Namun, kondisi produk harus diperhatikan.

Buah yang masih segar dan belum mengalami proses pengolahan tertentu dapat berbeda klasifikasinya dengan produk buah yang sudah diolah menjadi selai, jus, manisan, buah kalengan, atau produk pangan lainnya.

Perbedaan proses dan bentuk produk tersebut dapat memengaruhi klasifikasi barang.

Karena itu, pelaku usaha sebaiknya tidak hanya melihat nama bahan bakunya, tetapi juga kondisi produk yang sebenarnya dijual.

Apakah Sayuran Masuk Kelas 31?

Sayuran segar merupakan salah satu kelompok barang yang dapat masuk Kelas 31.

Namun, sayuran yang telah diproses, dimasak, dikeringkan, diawetkan, atau diolah menjadi produk makanan dapat memiliki klasifikasi berbeda.

Sebagai contoh, sayuran segar dan sayuran yang sudah diawetkan tidak selalu berada pada kelas yang sama.

Hal tersebut menunjukkan pentingnya analisis klasifikasi sebelum pendaftaran merek.

Apakah Produk Pertanian Wajib Daftar Merek?

Tidak semua produk pertanian diwajibkan memiliki merek terdaftar.

Namun, bagi pelaku usaha yang menjual produk dengan brand sendiri, pendaftaran merek sangat disarankan sebagai langkah perlindungan identitas bisnis.

Terlebih apabila brand sudah mulai dikenal pelanggan dan produk telah dipasarkan secara luas.

Merek yang tidak segera dipersiapkan perlindungannya dapat menghadapi risiko ketika ada pihak lain yang menggunakan nama yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya.

Mengapa Brand Produk Pertanian Perlu Didaftarkan?

Produk pertanian sering kali dianggap sebagai komoditas yang hanya bergantung pada kualitas barang.

Padahal, brand juga dapat menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen.

Misalnya, sebuah perusahaan menjual buah premium menggunakan brand tertentu.

Jika pelanggan sudah mengenal kualitas produk berdasarkan brand tersebut, nama merek akan memiliki nilai yang semakin tinggi.

Karena itu, pendaftaran merek dapat menjadi investasi jangka panjang bagi bisnis.

Keuntungan Mendaftarkan Merek Kelas 31

Melindungi Identitas Produk

Merek membantu membedakan produk Anda dari produk milik kompetitor.

Memberikan Hak Eksklusif

Merek yang terdaftar memberikan hak eksklusif kepada pemilik sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Meningkatkan Nilai Brand

Brand yang telah dikenal dapat menjadi aset tidak berwujud yang memiliki nilai ekonomi.

Mendukung Ekspansi Bisnis

Merek dapat digunakan ketika bisnis berkembang melalui distributor, reseller, marketplace, toko, maupun jaringan pemasaran lainnya.

Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Brand yang dikelola secara konsisten dapat membantu membangun identitas dan reputasi bisnis.

Cara Daftar Merek Kelas 31 melalui DJKI

Pendaftaran merek sebaiknya dilakukan dengan persiapan yang matang.

1. Tentukan Nama Merek

Pilih nama yang memiliki daya pembeda.

Nama sebaiknya tidak hanya menggambarkan jenis produk atau sifat barang secara umum.

2. Cek Ketersediaan Merek

Lakukan pengecekan terlebih dahulu untuk melihat apakah terdapat merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya.

Pengecekan ini penting untuk mengurangi risiko masalah pada tahap pemeriksaan.

3. Tentukan Kelas Barang

Jika produk berupa buah segar, sayuran segar, benih, tanaman, pakan hewan, atau hasil pertanian lainnya, analisis apakah Kelas 31 merupakan klasifikasi yang sesuai.

4. Susun Spesifikasi Produk

Tuliskan jenis barang yang benar-benar ingin dilindungi.

Spesifikasi tidak sebaiknya dibuat terlalu luas tanpa mempertimbangkan kegiatan usaha.

5. Siapkan Dokumen

Siapkan data pemohon, label atau logo merek, serta dokumen pendukung lainnya sesuai persyaratan.

6. Ajukan Permohonan

Setelah seluruh data lengkap, permohonan dapat diajukan melalui sistem resmi DJKI.

Setelah pembayaran PNBP diselesaikan, permohonan akan masuk ke tahapan pemeriksaan.

Berapa Biaya Daftar Merek Kelas 31?

Biaya resmi pendaftaran merek berbeda berdasarkan kategori pemohon.

Untuk pemohon UMK yang memenuhi persyaratan, biaya PNBP adalah Rp500.000 per kelas.

Sedangkan untuk pemohon umum, biaya PNBP adalah Rp2.800.000 per kelas.

Biaya tersebut merupakan biaya resmi pendaftaran dan berbeda dengan biaya jasa pengurusan apabila menggunakan pendampingan profesional.

Jika ingin menggunakan jasa pengurusan, pemilik usaha sebaiknya memastikan sejak awal komponen biaya apa saja yang termasuk dalam layanan.

Berapa Lama Proses Daftar Merek Kelas 31?

Jika dokumen sudah lengkap dan pengajuan dapat dilakukan tanpa kendala administratif, pemohon dapat memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek sekitar 1 hari kerja setelah permohonan berhasil diajukan.

Namun, bukti penerimaan bukan berarti sertifikat merek langsung terbit.

Permohonan masih harus melalui tahapan pemeriksaan formalitas, masa pengumuman, dan pemeriksaan substantif.

Keseluruhan proses hingga sertifikat diterbitkan dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan, tergantung tahapan pemeriksaan dan kondisi permohonan.

Apa Penyebab Merek Kelas 31 Bisa Ditolak?

Ada beberapa hal yang dapat menjadi hambatan dalam proses pendaftaran.

Persamaan dengan Merek Lain

Merek yang memiliki persamaan dengan merek pihak lain dapat menghadapi masalah dalam pemeriksaan.

Tidak Memiliki Daya Pembeda

Nama yang terlalu umum atau hanya menjelaskan jenis produk dapat menghadapi kendala.

Mengandung Unsur yang Dilarang

Merek harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kesalahan Klasifikasi

Pemilihan kelas yang tidak sesuai dengan karakteristik produk dapat menyebabkan perlindungan merek tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Karena itu, analisis klasifikasi sebelum pengajuan sangat penting.

Bagaimana Jika Mendapat Usulan Penolakan Merek?

Apabila DJKI menyampaikan usulan penolakan, pemohon sebaiknya segera mempelajari alasan yang diberikan.

Pemohon dapat mempertimbangkan penyampaian tanggapan sesuai mekanisme dan batas waktu yang ditentukan.

Tanggapan harus dibuat berdasarkan alasan penolakan dan didukung argumentasi yang relevan.

PERMATAMAS dapat membantu proses analisis serta penyusunan tanggapan atas usulan penolakan merek.

Apakah Merek Kelas 31 Bisa Banding?

Dalam kondisi tertentu, pemohon dapat mempertimbangkan mekanisme banding sesuai ketentuan yang berlaku.

Banding membutuhkan persiapan argumentasi dan dokumen yang sesuai dengan alasan penolakan.

Banding bukan jaminan bahwa merek akan diterima, tetapi merupakan salah satu mekanisme yang dapat digunakan dalam kondisi tertentu.

PERMATAMAS dapat membantu proses persiapan banding merek sesuai prosedur yang berlaku.

Apakah Merek Kelas 31 Bisa Diperpanjang?

Merek terdaftar memiliki masa perlindungan tertentu.

Pemilik merek perlu memperhatikan tanggal masa berlaku sertifikat dan melakukan perpanjangan sesuai ketentuan.

Jangan menunggu sampai masa perlindungan berakhir baru mempersiapkan proses perpanjangan.

PERMATAMAS dapat membantu jasa perpanjangan merek bagi pemilik brand yang membutuhkan pendampingan.

Bagaimana Jika Merek Kelas 31 Dialihkan?

Merek dapat dialihkan kepada pihak lain melalui jual beli, hibah, pewarisan, restrukturisasi perusahaan, atau sebab hukum lainnya.

Jika terjadi perubahan kepemilikan, pengalihan hak merek perlu dicatatkan sesuai prosedur.

PERMATAMAS dapat membantu proses pengalihan hak merek agar perubahan kepemilikan dapat diproses sesuai administrasi DJKI.

Pentingnya Legalitas untuk Produk Pertanian dan Hasil Alam

Pendaftaran merek merupakan salah satu bentuk perlindungan terhadap identitas bisnis.

Namun, pelaku usaha produk pertanian juga perlu memperhatikan legalitas lain yang relevan dengan jenis produknya.

Misalnya, produk benih, tanaman, hasil pertanian, pakan hewan, dan komoditas tertentu dapat memiliki ketentuan teknis atau perizinan yang berbeda.

Karena itu, pemilik usaha sebaiknya tidak hanya fokus pada merek, tetapi juga memastikan produk memenuhi ketentuan yang berlaku sebelum dipasarkan secara luas.

Merek Produk Pertanian sebagai Aset Bisnis

Produk pertanian sering kali memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk makanan kemasan.

Namun, ketika produk dipasarkan menggunakan brand tertentu, nama tersebut dapat berkembang menjadi aset bisnis.

Contohnya perusahaan yang menjual buah premium dengan brand sendiri.

Pada awalnya, brand hanya digunakan untuk membedakan produk.

Setelah bisnis berkembang, brand dapat digunakan untuk berbagai aktivitas pemasaran, kerja sama distributor, marketplace, ekspansi wilayah, hingga pengembangan lini produk.

Karena itu, perlindungan merek sebaiknya dipikirkan sejak awal.

Mengapa Menggunakan Jasa Daftar Merek Kelas 31?

Pendaftaran merek dapat dilakukan secara mandiri.

Namun, pelaku usaha perlu memahami bahwa pemilihan kelas dan spesifikasi barang harus dilakukan dengan tepat.

Menggunakan jasa pengurusan dapat membantu pemilik usaha mengurangi risiko kesalahan administratif maupun kesalahan dalam menentukan klasifikasi.

PERMATAMAS membantu:

  • Pengecekan merek.
  • Analisis kelas.
  • Penyusunan spesifikasi barang.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Pengajuan permohonan.
  • Pemantauan proses.
  • Tanggapan usulan penolakan.
  • Banding merek.
  • Perpanjangan merek.
  • Pengalihan hak merek.

Dengan pendampingan tersebut, pemilik bisnis dapat lebih fokus pada produksi, distribusi, pemasaran, dan pengembangan usaha.

Jasa Daftar Merek Kelas 31 Resmi DJKI dari PERMATAMAS

PERMATAMAS membantu pelaku usaha yang ingin mendaftarkan brand untuk produk yang berkaitan dengan Kelas 31.

Layanan dapat digunakan untuk berbagai jenis usaha seperti:

  • Buah segar.
  • Sayuran segar.
  • Benih.
  • Bibit.
  • Tanaman.
  • Bunga alami.
  • Hasil pertanian.
  • Hasil perkebunan.
  • Produk kehutanan tertentu.
  • Pakan hewan.
  • Makanan hewan.
  • Produk hasil alam lainnya yang sesuai klasifikasi.

Proses dimulai dari konsultasi, pengecekan merek, analisis kelas, penyusunan spesifikasi barang, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan permohonan melalui DJKI.

Untuk pengajuan baru, 1 Hari Langsung Dapat Bukti Pendaftaran Merek setelah permohonan berhasil diajukan dan diterima.

Perlu dipahami bahwa bukti penerimaan berbeda dengan sertifikat merek. Setelah permohonan diterima, masih terdapat tahapan pemeriksaan sebelum sertifikat dapat diterbitkan.

Lindungi Brand Produk Pertanian dan Hasil Alam Anda Sekarang

Jika Anda memiliki usaha buah segar, sayuran, benih, bibit tanaman, tanaman hias, bunga, hasil pertanian, hasil perkebunan, pakan hewan, atau produk hasil alam lain yang termasuk Kelas 31, jangan menunggu bisnis semakin besar sebelum mempersiapkan perlindungan merek.

Brand yang sudah dikenal konsumen merupakan aset penting yang perlu dijaga. Selain perlindungan merek, pelaku usaha juga dapat mempersiapkan aspek legalitas lain yang sesuai dengan karakteristik produknya, termasuk Sertifikasi Halal apabila produk dan kegiatan usahanya termasuk dalam ketentuan yang mewajibkan sertifikasi tersebut.

Semakin cepat dilakukan pengecekan dan pengajuan, semakin cepat pula pemilik usaha dapat mengetahui apakah brand tersebut dapat diproses melalui pendaftaran merek.

PERMATAMAS siap membantu Jasa Daftar Merek Kelas 31 secara resmi melalui DJKI, mulai dari pengecekan merek, penentuan kelas, penyusunan spesifikasi barang, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan permohonan.

Hubungi PERMATAMAS sekarang untuk konsultasi brand produk pertanian, buah, hasil perkebunan, pakan hewan, atau hasil alam Anda. 1 Hari Langsung Dapat Bukti Pendaftaran Merek setelah permohonan berhasil diajukan. Untuk produk yang telah diolah menjadi makanan atau minuman dan termasuk kategori yang wajib memperoleh izin edar, pemilik usaha juga perlu memperhatikan Izin BPOM Makanan dan Minuman sesuai ketentuan yang berlaku.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ Jasa Daftar Merek Kelas 31 Produk Pertanian, Buah, dan Hasil Alam Proses Resmi DJKI

1. Apa yang dimaksud dengan Merek Kelas 31?
Merek Kelas 31 merupakan klasifikasi barang yang mencakup berbagai produk pertanian, perkebunan, kehutanan, tanaman, buah dan sayuran segar, benih, serta pakan hewan dan produk lainnya sesuai klasifikasi.

2. Apakah buah segar termasuk Kelas 31?
Ya. Berbagai buah segar pada umumnya termasuk dalam Kelas 31, selama belum mengalami proses pengolahan yang menyebabkan produknya masuk ke klasifikasi lain.

3. Apakah sayuran segar termasuk Merek Kelas 31?
Ya, sayuran segar dapat termasuk Kelas 31. Namun, sayuran yang sudah diolah, diawetkan, atau diproses lebih lanjut dapat memiliki klasifikasi berbeda.

4. Apakah produk pertanian wajib didaftarkan merek?
Tidak semua produk pertanian wajib memiliki merek terdaftar. Namun, bagi pelaku usaha yang menggunakan brand sendiri, pendaftaran merek sangat disarankan untuk mempersiapkan perlindungan identitas bisnis.

5. Apa saja produk yang bisa didaftarkan dalam Kelas 31?
Contohnya buah segar, sayuran segar, benih, tanaman, bunga alami, hasil pertanian, hasil perkebunan, produk kehutanan tertentu, pakan hewan, dan produk lain yang sesuai dengan cakupan Kelas 31.

6. Apakah pakan hewan termasuk Kelas 31?
Ya, berbagai produk pakan dan makanan hewan tertentu termasuk dalam cakupan Kelas 31 sesuai karakteristik barangnya.

7. Berapa biaya Jasa Daftar Merek Kelas 31?
Biaya resmi PNBP umumnya Rp500.000 per kelas untuk pemohon UMK yang memenuhi persyaratan dan Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum. Biaya jasa pendampingan berbeda dari biaya PNBP.

8. Berapa lama proses pendaftaran Merek Kelas 31?
Apabila dokumen lengkap, pengajuan dapat diproses hingga memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek sekitar 1 hari kerja. Keseluruhan proses sampai sertifikat diterbitkan dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan sesuai tahapan pemeriksaan.

9. Apakah merek Kelas 31 bisa ditolak DJKI?
Bisa. Merek dapat menghadapi penolakan karena berbagai alasan, misalnya memiliki persamaan dengan merek lain, tidak memiliki daya pembeda, atau alasan lain berdasarkan ketentuan yang berlaku.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan Jasa Daftar Merek Kelas 31?
Ya. PERMATAMAS membantu proses mulai dari pengecekan merek, analisis kelas, penyusunan spesifikasi barang, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan resmi melalui DJKI.

PERMATAMAS INDONESIA

Mitra Terpercaya Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Alamat Kantor Kami
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Ke. Pejuang,
Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
No Telp : 021-89253417
HP/WA : 085777630555

jasa haki kelas 35

© 2026 Jasa Haki Kelas 35 – Dokter Website Indonesia