Jasa Pengurusan Merek Dagang Kursi Roda, Masker Medis, Alat Kesehatan, dan Termometer Kelas 10 Resmi DJKI – Industri alat kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan medis, perawatan pasien, dan pemantauan kondisi kesehatan. Produk seperti kursi roda, masker medis, alat kesehatan, dan termometer digunakan di rumah sakit, klinik, fasilitas pelayanan kesehatan, maupun lingkungan rumah tangga. Seiring meningkatnya kebutuhan terhadap produk kesehatan, persaingan antarprodusen dan distributor juga semakin ketat. Karena itu, identitas merek menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kepercayaan konsumen.
Bagi produsen, importir, dan distributor yang memasarkan produk menggunakan merek sendiri, pendaftaran merek dapat menjadi langkah strategis untuk memperoleh perlindungan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. jasa pendaftaran merek hki membantu pelaku usaha mempersiapkan proses pendaftaran, mulai dari pemeriksaan awal nama merek hingga penyusunan daftar barang yang sesuai dengan klasifikasi.
Kelas 10 dalam klasifikasi merek umumnya mencakup instrumen dan peralatan bedah, medis, kedokteran gigi, serta kedokteran hewan, termasuk sejumlah alat bantu dan perangkat tertentu untuk kebutuhan kesehatan. Kursi roda, masker tertentu yang dirancang untuk keperluan medis, dan termometer medis dapat berkaitan dengan kelas ini. Namun, tidak semua produk yang disebut alat kesehatan otomatis masuk Kelas 10. Klasifikasi harus diperiksa berdasarkan fungsi, tujuan penggunaan, dan uraian barang resmi sebelum permohonan diajukan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Mengenal Kelas 10 dalam Pendaftaran Merek
Kelas 10 merupakan salah satu kelas barang dalam sistem klasifikasi merek yang berkaitan dengan instrumen dan peralatan medis. Cakupannya dapat meliputi peralatan pemeriksaan, alat bantu mobilitas tertentu, perangkat untuk perawatan pasien, serta instrumen yang digunakan oleh tenaga medis. Kelas ini relevan bagi pelaku usaha yang memproduksi atau memperdagangkan alat kesehatan dengan merek sendiri.
Meski demikian, istilah “alat kesehatan” mencakup beragam jenis produk. Peralatan medis tertentu dapat masuk Kelas 10, sedangkan produk farmasi, bahan sanitasi, perangkat lunak, atau perlengkapan pelindung tertentu dapat memerlukan klasifikasi lain. Masker medis, misalnya, perlu dibedakan dari masker yang bukan untuk tujuan medis. Demikian pula, termometer medis perlu dibedakan dari termometer yang dirancang untuk kebutuhan industri atau penggunaan nonmedis.
Pemilik usaha dapat mempelajari informasi mengenai pendaftaran merek melalui situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Sebelum mengajukan permohonan, pastikan nama merek dan daftar produk telah diperiksa agar sesuai dengan klasifikasi barang yang berlaku.
Contoh Produk Kursi Roda dan Keterangannya
Kursi roda membantu mobilitas orang yang mengalami keterbatasan berjalan akibat kondisi tertentu, pemulihan pascaperawatan, atau kebutuhan mobilitas jangka panjang. Jenis kursi roda memiliki desain, sistem penggerak, dan fitur berbeda sesuai kebutuhan pengguna.
- Kursi roda manual
Kursi roda yang digerakkan menggunakan dorongan pengguna atau bantuan pendamping. Produk ini banyak digunakan di rumah, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan. - Kursi roda elektrik
Kursi roda dengan sistem penggerak bermotor yang membantu pengguna berpindah tanpa harus mendorong roda secara manual. - Kursi roda lipat
Kursi roda dengan rangka yang dapat dilipat untuk memudahkan penyimpanan dan transportasi. - Kursi roda untuk rumah sakit
Kursi roda yang dirancang untuk membantu mobilitas pasien di fasilitas kesehatan. - Kursi roda dengan sandaran kaki yang dapat disesuaikan
Kursi roda yang memungkinkan pengaturan posisi sandaran kaki untuk mendukung kenyamanan pengguna. - Kursi roda dengan sandaran punggung tinggi
Kursi roda yang memiliki sandaran lebih tinggi untuk mendukung posisi tubuh sesuai kebutuhan pengguna. - Kursi roda untuk anak
Kursi roda yang dirancang dengan ukuran dan konfigurasi sesuai kebutuhan mobilitas anak. - Kursi roda untuk penggunaan luar ruangan
Kursi roda yang dirancang untuk membantu mobilitas pada permukaan luar ruangan sesuai kemampuan produk. - Kursi roda dengan sistem kemiringan
Kursi roda yang memungkinkan perubahan sudut posisi duduk sesuai desain dan kebutuhan pengguna. - Kursi roda untuk perawatan pasien
Kursi roda yang digunakan untuk membantu pemindahan atau mobilitas pasien dalam lingkungan perawatan.
Kursi roda merupakan contoh barang yang relevan untuk pemeriksaan Kelas 10. Namun, pemilik merek tetap perlu menyesuaikan uraian barang dengan spesifikasi produk yang dipasarkan.
Contoh Produk Masker Medis dan Keterangannya
Masker medis digunakan sebagai perlengkapan pelindung dalam situasi pelayanan kesehatan tertentu. Produk ini tersedia dalam berbagai bentuk dan spesifikasi, sehingga pemilihan klasifikasi merek perlu mempertimbangkan tujuan penggunaan yang dinyatakan oleh produsen.
- Masker medis sekali pakai
Masker yang dirancang untuk penggunaan terbatas sesuai petunjuk produk dan tujuan medisnya. - Masker bedah
Masker yang digunakan dalam lingkungan pelayanan kesehatan untuk membantu mengurangi penyebaran percikan sesuai spesifikasi produk. - Masker medis tiga lapis
Masker yang menggunakan beberapa lapisan material untuk memenuhi karakteristik perlindungan yang ditentukan produsen. - Masker medis dengan tali telinga
Masker yang menggunakan tali pada bagian telinga untuk membantu pemasangan dan penggunaan. - Masker medis dengan tali pengikat kepala
Masker yang dipasang menggunakan tali di bagian kepala sesuai desain produk. - Masker medis berbentuk lipat
Masker yang dapat dilipat untuk mengikuti bentuk wajah sesuai desainnya. - Masker medis berbentuk datar
Masker dengan bentuk datar yang umum digunakan dalam pelayanan kesehatan. - Masker medis dengan pelindung percikan
Masker yang dirancang dengan karakteristik tertentu untuk membantu perlindungan terhadap percikan sesuai spesifikasi. - Masker medis untuk prosedur klinis
Masker yang ditujukan untuk penggunaan dalam prosedur pelayanan kesehatan sesuai ketentuan dan klaim produk. - Masker medis dengan pengikat elastis
Masker yang menggunakan bahan elastis sebagai sistem pengikat untuk membantu pemasangan.
Klasifikasi masker perlu diperiksa berdasarkan tujuan penggunaan dan karakteristik produk. Masker nonmedis, respirator dengan fungsi khusus, serta produk pelindung lain tidak boleh langsung dianggap memiliki klasifikasi yang sama.

Contoh Produk Alat Kesehatan dan Keterangannya
Istilah alat kesehatan mencakup berbagai instrumen dan perangkat yang digunakan untuk pemeriksaan, pemantauan, perawatan, atau membantu fungsi tubuh sesuai tujuan medisnya. Berikut contoh produk yang dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan klasifikasi Kelas 10.
- Stetoskop medis
Alat yang digunakan tenaga kesehatan untuk mendengarkan suara dari organ tubuh, seperti jantung dan paru-paru. - Tensimeter
Alat untuk mengukur tekanan darah. Klasifikasi mereknya perlu diperiksa berdasarkan jenis produk dan uraian barang yang berlaku. - Alat bantu dengar
Perangkat yang membantu pengguna dengan gangguan pendengaran menerima suara sesuai spesifikasi alat. - Tongkat bantu berjalan medis
Alat bantu mobilitas yang digunakan untuk memberikan dukungan saat berjalan sesuai kebutuhan pengguna. - Kruk medis
Alat bantu berjalan yang membantu menopang tubuh dan mengurangi beban pada bagian tubuh tertentu. - Alat bantu pernapasan medis
Perangkat yang digunakan untuk mendukung kebutuhan pernapasan sesuai fungsi dan spesifikasi produk. - Alat pemeriksaan telinga
Instrumen medis yang digunakan tenaga kesehatan untuk memeriksa bagian telinga. - Alat pemeriksaan mata
Peralatan yang digunakan untuk membantu pemeriksaan kondisi mata sesuai fungsi perangkat. - Tempat tidur medis khusus
Tempat tidur yang dirancang untuk kebutuhan perawatan pasien dan memiliki fitur tertentu sesuai modelnya. - Alat bantu rehabilitasi medis
Perangkat yang digunakan untuk membantu latihan atau proses rehabilitasi sesuai tujuan medis dan karakteristik produk.
Daftar tersebut mencakup berbagai contoh yang perlu diperiksa secara spesifik. Tidak seluruh perangkat yang digunakan di rumah sakit otomatis masuk Kelas 10; klasifikasi bergantung pada fungsi utama dan nomenklatur barang resmi.
Contoh Produk Termometer dan Keterangannya
Termometer digunakan untuk mengukur suhu, tetapi tujuan penggunaannya dapat berbeda. Dalam konteks Kelas 10, perhatian utama adalah termometer yang dirancang untuk penggunaan medis atau pemeriksaan suhu tubuh.
- Termometer digital medis
Termometer elektronik untuk mengukur suhu tubuh dan menampilkan hasil dalam bentuk digital. - Termometer inframerah medis
Termometer yang menggunakan teknologi inframerah untuk mengukur suhu tubuh tanpa kontak langsung, sesuai petunjuk penggunaan. - Termometer telinga
Termometer yang dirancang untuk mengukur suhu melalui area telinga sesuai spesifikasi produk. - Termometer dahi medis
Termometer yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh melalui area dahi. - Termometer kontak medis
Termometer yang mengukur suhu tubuh melalui kontak dengan bagian tubuh sesuai petunjuk penggunaan. - Termometer medis fleksibel
Termometer yang memiliki bagian fleksibel untuk mendukung kenyamanan penggunaan sesuai desainnya. - Termometer medis untuk bayi
Termometer yang dirancang dengan pertimbangan ukuran, bentuk, atau kemudahan penggunaan untuk bayi. - Termometer medis untuk anak
Termometer yang digunakan untuk pengukuran suhu tubuh anak sesuai spesifikasi produk. - Termometer klinis elektronik
Termometer elektronik untuk pemeriksaan suhu tubuh dalam lingkungan klinis atau penggunaan yang ditetapkan produsen. - Termometer medis dengan layar digital
Termometer medis yang menampilkan hasil pengukuran pada layar untuk membantu pembacaan suhu tubuh.
Termometer untuk industri, laboratorium nonmedis, atau pengukuran suhu mesin dapat memiliki klasifikasi berbeda. Oleh sebab itu, tujuan penggunaan yang dinyatakan produsen perlu diperhatikan saat menyusun daftar barang.
Mengapa Merek Alat Kesehatan Perlu Didaftarkan?
Merek membantu konsumen, tenaga kesehatan, dan mitra distribusi mengenali identitas produk. Dalam industri alat kesehatan, identitas yang konsisten dapat mendukung pengenalan produk, pengelolaan distribusi, dan strategi pemasaran jangka panjang. Merek juga dapat menjadi aset usaha ketika perusahaan memperluas lini produk atau menjalin kerja sama dengan mitra bisnis.
Pendaftaran merek memberikan dasar perlindungan hukum terhadap merek yang terdaftar untuk barang yang tercakup dalam permohonan. Perlindungan ini dapat membantu pemilik merek mengambil langkah sesuai hukum apabila terdapat penggunaan merek yang berpotensi melanggar haknya.
Namun, pendaftaran merek tidak sama dengan izin edar alat kesehatan. Kedua proses tersebut memiliki tujuan dan persyaratan yang berbeda. Merek berkaitan dengan identitas komersial, sedangkan izin edar berkaitan dengan persyaratan regulasi produk untuk diedarkan. Karena itu, pelaku usaha perlu memastikan kebutuhan pendaftaran merek dan perizinan produk dipenuhi secara terpisah sesuai aturan yang berlaku.
Persyaratan Umum Pendaftaran Merek Kelas 10
Persyaratan permohonan dapat berubah sesuai ketentuan resmi dan status pemohon. Secara umum, pelaku usaha perlu menyiapkan:
- Identitas pemohon, baik perorangan maupun badan usaha.
- Nama merek dan label atau representasi merek.
- Daftar barang yang akan menggunakan merek.
- Klasifikasi barang sesuai fungsi dan tujuan penggunaan produk.
- Dokumen pendukung lain sesuai persyaratan resmi.
Pastikan data pemohon dan uraian barang konsisten. Untuk produk medis, deskripsi yang tepat sangat penting karena nama dagang yang serupa dapat merujuk pada barang dengan fungsi berbeda. Pemilik usaha juga perlu membedakan daftar barang yang diajukan untuk pendaftaran merek dari dokumen teknis yang mungkin diperlukan untuk perizinan alat kesehatan.
Bagi pelaku usaha yang sedang membangun badan hukum, informasi mengenai Jasa Pendirian PT dapat menjadi referensi untuk kebutuhan administrasi bisnis. Pendirian badan usaha dan pendaftaran merek merupakan proses yang berbeda, sehingga masing-masing perlu disiapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tahapan Pengurusan Merek Dagang Kelas 10
1. Menentukan nama merek
Pilih nama atau logo yang dapat membedakan produk dari merek lain. Hindari nama yang terlalu umum atau berpotensi membingungkan konsumen mengenai asal produk.
2. Melakukan penelusuran awal
Periksa apakah terdapat merek yang identik atau memiliki kemiripan pada barang yang relevan. Penelusuran awal membantu mengenali risiko, tetapi tidak menjamin permohonan akan disetujui.
3. Menyusun daftar barang
Tentukan produk yang akan menggunakan merek, misalnya kursi roda, masker medis, atau termometer medis. Periksa setiap jenis produk karena barang yang tampak serupa dapat memiliki klasifikasi berbeda.
4. Memastikan klasifikasi
Cocokkan barang dengan daftar klasifikasi resmi. Jangan menentukan kelas hanya berdasarkan istilah “alat kesehatan” tanpa memeriksa fungsi dan tujuan penggunaan produk.
5. Menyiapkan dokumen permohonan
Lengkapi identitas pemohon, label merek, dan uraian barang. Pastikan seluruh informasi sudah benar sebelum pengajuan.
6. Mengajukan permohonan melalui kanal resmi
Permohonan disampaikan melalui sistem atau prosedur resmi DJKI sesuai persyaratan yang berlaku.
7. Memantau proses pemeriksaan
Pantau perkembangan permohonan dan tindak lanjuti pemberitahuan resmi apabila terdapat hal yang perlu dilengkapi atau dijawab. Simpan bukti pengajuan dan dokumen yang berkaitan.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mendaftarkan Merek Alat Kesehatan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua produk yang digunakan di fasilitas kesehatan otomatis termasuk Kelas 10. Padahal, produk farmasi, bahan sanitasi, perangkat lunak, instrumen elektronik tertentu, dan barang nonmedis dapat memiliki klasifikasi berbeda.
Kesalahan lainnya adalah tidak melakukan penelusuran awal, menggunakan nama yang terlalu deskriptif, atau memasukkan daftar barang yang tidak sesuai dengan produk sebenarnya. Pemilik usaha juga perlu memahami bahwa pendaftaran merek tidak menggantikan izin edar atau persyaratan regulasi lain yang berlaku bagi alat kesehatan.
Untuk mengurangi risiko, lakukan pemeriksaan awal terhadap merek, susun daftar barang secara spesifik, dan pastikan klasifikasi telah ditinjau sebelum pengajuan. Apabila perusahaan menjual kursi roda, masker medis, dan termometer, periksa setiap produk berdasarkan fungsi serta uraian barang resmi agar permohonan disiapkan secara lebih akurat.
Layanan Pendampingan Pendaftaran Merek oleh PERMATAMAS
Pengurusan merek untuk produk alat kesehatan memerlukan ketelitian dalam menentukan uraian barang dan mempersiapkan dokumen. Pelaku usaha yang baru pertama kali mengajukan permohonan dapat membutuhkan bantuan untuk memahami tahapan, menelusuri informasi awal, dan menata dokumen secara sistematis.
PERMATAMAS menyediakan layanan pendampingan pendaftaran merek bagi pelaku usaha yang ingin mempersiapkan permohonan secara lebih terarah. Dukungan dapat mencakup konsultasi awal, pemeriksaan informasi merek, penyusunan daftar barang, dan bantuan administratif sesuai ruang lingkup layanan yang disepakati.
Informasi layanan dapat dipelajari melalui Jasa Pendaftaran Merek. Pendampingan membantu persiapan permohonan, tetapi keputusan menerima atau menolak merek tetap berada pada DJKI berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
Menjaga Perlindungan Merek Setelah Terdaftar
Setelah merek terdaftar, pemilik usaha perlu menggunakan merek secara konsisten dan menyimpan dokumen pendaftaran. Catat tanggal penting terkait masa perlindungan dan lakukan evaluasi apabila perusahaan mengembangkan produk baru atau memperluas pasar.
Jika masa perlindungan mendekati akhir, periksa ketentuan perpanjangan melalui sumber resmi. Pelaku usaha dapat mempelajari layanan Jasa Perpanjang Merek untuk memperoleh informasi pendampingan sesuai kebutuhan.
Pengelolaan merek perlu menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Pemilik usaha sebaiknya memastikan merek digunakan pada barang yang sesuai, menilai kebutuhan pendaftaran untuk produk baru, dan memantau potensi penggunaan merek yang dapat mengganggu identitas komersialnya.
Kesimpulan
Kursi roda, masker medis, alat kesehatan, dan termometer merupakan kelompok produk yang memiliki fungsi penting dalam pelayanan kesehatan. Bagi produsen, importir, dan distributor yang menggunakan merek sendiri, pendaftaran merek dapat membantu membangun identitas usaha serta memberikan perlindungan hukum sesuai cakupan barang yang didaftarkan.
Kelas 10 umumnya mencakup instrumen dan peralatan medis tertentu, termasuk kursi roda serta termometer medis. Namun, klasifikasi masker dan berbagai perangkat kesehatan perlu diperiksa berdasarkan fungsi, tujuan penggunaan, dan nomenklatur barang resmi. Selain itu, pendaftaran merek harus dibedakan dari izin edar alat kesehatan karena keduanya memiliki tujuan dan ketentuan berbeda.
Melalui jasa pendaftaran merek hki, PERMATAMAS membantu pelaku usaha memahami persiapan permohonan dan kebutuhan administratif secara lebih terarah. Siapkan nama merek dan daftar produk yang akan didaftarkan, kemudian konsultasikan kebutuhan Anda dengan PERMATAMAS. Pastikan klasifikasi dan proses pengajuan mengikuti ketentuan resmi DJKI.
KONSULTASI GRATIS
FAQ: Pendaftaran Merek Kelas 10
1. Apa itu Kelas 10 dalam pendaftaran merek?
Kelas 10 umumnya mencakup instrumen dan peralatan bedah, medis, kedokteran gigi, serta kedokteran hewan, termasuk sejumlah alat bantu dan perangkat medis tertentu. Klasifikasi final harus diperiksa melalui daftar resmi.
2. Apakah kursi roda termasuk Kelas 10?
Kursi roda umumnya termasuk barang yang berkaitan dengan Kelas 10. Pemohon tetap perlu memastikan uraian barang sesuai dengan jenis produk yang dipasarkan.
3. Apakah masker medis bisa didaftarkan pada Kelas 10?
Klasifikasi masker perlu diperiksa berdasarkan tujuan penggunaan dan karakteristiknya. Masker medis, masker nonmedis, dan respirator tertentu tidak selalu memiliki klasifikasi yang sama.
4. Apakah semua alat kesehatan masuk Kelas 10?
Tidak. Istilah alat kesehatan mencakup banyak jenis produk yang dapat memiliki klasifikasi berbeda. Penentuan kelas harus mempertimbangkan fungsi dan uraian barang resmi.
5. Apakah termometer masuk Kelas 10?
Termometer yang dirancang untuk pengukuran suhu tubuh atau penggunaan medis dapat berkaitan dengan Kelas 10. Termometer industri atau nonmedis perlu diperiksa berdasarkan fungsi penggunaannya.
6. Apa saja dokumen umum untuk pendaftaran merek Kelas 10?
Secara umum, pemohon menyiapkan identitas, label atau representasi merek, dan daftar barang. Dokumen tambahan mengikuti persyaratan resmi sesuai status pemohon.
7. Apakah pendaftaran merek sama dengan izin edar alat kesehatan?
Tidak. Pendaftaran merek melindungi identitas merek sesuai ketentuan hukum, sedangkan izin edar berkaitan dengan persyaratan regulasi produk untuk diedarkan. Keduanya perlu ditangani sesuai ketentuan masing-masing.
8. Bagaimana cara memeriksa nama merek sebelum didaftarkan?
Lakukan penelusuran awal melalui sarana pencarian merek DJKI. Pemeriksaan membantu mengidentifikasi kemungkinan kemiripan, tetapi tidak menjamin keputusan akhir permohonan.
9. Apakah jasa pendampingan menjamin merek disetujui?
Tidak. Pendampingan membantu persiapan dokumen dan administrasi, sedangkan keputusan persetujuan berada pada DJKI berdasarkan hasil pemeriksaan dan peraturan yang berlaku.
10. Bagaimana cara mengurus merek Kelas 10 melalui PERMATAMAS?
Siapkan nama atau logo merek, identitas pemohon, dan daftar produk yang akan didaftarkan. Hubungi PERMATAMAS untuk konsultasi awal mengenai persiapan dokumen, pemeriksaan klasifikasi, dan tahapan permohonan.




