Panduan Lengkap Pendaftaran Merek Kelas 29 untuk Makanan Olahan, Frozen Food, dan Produk Pangan – Bisnis makanan merupakan salah satu bidang usaha yang terus berkembang di Indonesia. Mulai dari makanan olahan rumahan, frozen food, daging olahan, ikan dan seafood, produk susu, keju, yoghurt, hingga berbagai produk pangan kemasan kini dipasarkan dengan berbagai nama dan brand yang berbeda.
Di tengah persaingan yang semakin tinggi, merek bukan hanya sekadar nama pada kemasan. Merek merupakan identitas yang membantu konsumen mengenali produk sekaligus menjadi aset penting yang dapat memiliki nilai ekonomi bagi pemilik usaha.
Karena itu, pelaku usaha makanan yang telah memiliki brand sebaiknya mulai memikirkan perlindungan mereknya melalui pendaftaran kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum mengajukan permohonan adalah menentukan kelas merek yang sesuai dengan jenis produk. Untuk berbagai makanan olahan tertentu, klasifikasi yang banyak digunakan adalah Kelas 29.
Panduan ini membahas secara lengkap mengenai Merek Kelas 29, jenis produk yang termasuk di dalamnya, alasan pentingnya pendaftaran merek, risiko jika brand tidak didaftarkan, hingga berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh pemilik usaha.
Apa Itu Merek Kelas 29?
Dalam sistem klasifikasi merek, barang dan jasa dibagi ke dalam beberapa kelas. Kelas barang berada pada Kelas 1 sampai Kelas 34, sedangkan jasa berada pada Kelas 35 sampai Kelas 45.
Kelas 29 pada dasarnya mencakup berbagai produk makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan dan telah mengalami proses pengolahan, pengawetan, pengeringan, atau pemasakan.
Kelas ini sangat relevan bagi pelaku usaha yang menjual berbagai produk makanan olahan dan pangan kemasan.
Beberapa kelompok produk yang umumnya berkaitan dengan Kelas 29 antara lain:
- Daging dan daging olahan.
- Ikan dan produk ikan olahan.
- Unggas dan binatang buruan yang diolah.
- Ekstrak atau sari daging.
- Buah yang diawetkan, dikeringkan, atau dimasak.
- Sayuran yang diawetkan, dikeringkan, atau dimasak.
- Jeli dan selai.
- Telur.
- Susu dan produk susu.
- Keju.
- Mentega.
- Yoghurt.
- Minyak dan lemak untuk makanan.
- Berbagai makanan olahan tertentu.
Namun, pelaku usaha perlu memahami bahwa tidak semua produk makanan otomatis masuk Kelas 29. Beberapa jenis makanan dan minuman dapat masuk ke kelas merek yang berbeda berdasarkan karakteristik dan jenis produknya.
Karena itu, penentuan kelas harus dilakukan dengan hati-hati sebelum permohonan diajukan.
Kenapa Pemilihan Kelas Merek Sangat Penting?
Kesalahan dalam menentukan kelas dapat menyebabkan perlindungan merek tidak sesuai dengan produk yang sebenarnya dijual.
Misalnya, seorang pelaku usaha menjual berbagai jenis makanan olahan tetapi hanya melihat nama produk tanpa memperhatikan karakteristik barangnya. Jika kelas yang dipilih tidak tepat, perlindungan merek yang diperoleh dapat menjadi tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Karena itu, sebelum melakukan pendaftaran, pemilik usaha sebaiknya membuat daftar produk secara rinci.
Contohnya, jangan hanya menuliskan “makanan” apabila produk sebenarnya terdiri dari nugget, sosis, daging olahan, ikan olahan, atau produk frozen food tertentu.
Spesifikasi barang yang jelas akan membantu menentukan klasifikasi yang tepat sekaligus memberikan gambaran mengenai ruang lingkup barang yang ingin dilindungi.
Produk Apa Saja yang Termasuk Kelas 29?
Banyak pemilik usaha masih bingung mengenai produk apa saja yang dapat dikaitkan dengan Kelas 29.
Berikut beberapa kelompok produk yang perlu dipahami.
Daging dan Daging Olahan
Produk berbahan dasar daging merupakan salah satu kelompok yang erat kaitannya dengan Kelas 29.
Contohnya dapat meliputi:
- Daging olahan.
- Daging beku.
- Kornet.
- Sosis.
- Nugget berbahan daging.
- Produk daging yang telah dimasak.
- Produk daging yang diawetkan.
Pelaku usaha yang memproduksi dan menjual produk tersebut dengan brand tertentu perlu mempertimbangkan perlindungan merek sesuai klasifikasi barang yang tepat.
Ikan dan Seafood Olahan
Produk berbahan ikan dan hasil laut juga banyak ditemukan dalam kategori makanan olahan.
Contohnya antara lain:
- Ikan olahan.
- Ikan beku.
- Seafood olahan.
- Udang olahan.
- Produk hasil laut yang telah diproses.
- Makanan laut yang diawetkan.
Untuk bisnis seafood kemasan atau frozen seafood, pemilihan spesifikasi barang perlu diperhatikan agar sesuai dengan produk yang benar-benar dipasarkan.
Produk Unggas Olahan
Produk berbahan unggas juga menjadi bagian penting dalam bisnis makanan olahan.
Misalnya:
- Ayam olahan.
- Ayam beku.
- Nugget ayam.
- Produk unggas yang dimasak.
- Produk unggas yang diawetkan.
Apabila produk tersebut dipasarkan menggunakan brand tertentu, pemilik usaha sebaiknya mempertimbangkan pendaftaran merek sejak awal.
Buah dan Sayuran Olahan
Kelas 29 juga mencakup berbagai buah dan sayuran yang telah melalui proses tertentu seperti pengawetan, pengeringan, atau pemasakan.
Contohnya:
- Buah kaleng.
- Buah kering.
- Sayuran kaleng.
- Sayuran yang diawetkan.
- Produk buah olahan.
- Produk sayuran olahan.
Pengusaha makanan berbasis buah dan sayuran perlu memastikan jenis produk yang dijual sesuai dengan klasifikasi yang dipilih.
Produk Susu
Produk berbahan dasar susu juga memiliki cakupan tersendiri dalam Kelas 29.
Contohnya:
- Susu.
- Keju.
- Mentega.
- Yoghurt.
- Produk susu olahan tertentu.
Untuk brand produk susu yang dipasarkan secara luas, pendaftaran merek dapat menjadi bagian penting dari strategi perlindungan bisnis.
Selai dan Jeli
Produk seperti selai dan jeli juga termasuk kelompok yang banyak dikaitkan dengan Kelas 29.
Pelaku usaha yang menjual selai buah, jeli, maupun produk sejenis dengan kemasan dan brand sendiri sebaiknya memperhatikan klasifikasi merek sebelum melakukan pengajuan.
Minyak dan Lemak untuk Makanan
Kelas 29 juga mencakup minyak dan lemak yang digunakan sebagai bahan makanan.
Produk pada kelompok ini dapat memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk makanan lainnya sehingga spesifikasi barang harus disusun secara tepat.

Apakah Frozen Food Termasuk Merek Kelas 29?
Pertanyaan mengenai frozen food cukup sering muncul karena istilah “frozen food” mencakup banyak jenis produk.
Frozen food dapat terdiri dari berbagai produk seperti daging olahan, ayam olahan, ikan olahan, seafood, nugget, sosis, bakso, dan produk pangan lainnya.
Karena itu, tidak cukup hanya melihat bahwa produk tersebut berbentuk frozen food. Klasifikasi harus dilihat berdasarkan jenis dan karakteristik barangnya.
Jika frozen food Anda berupa produk makanan olahan yang termasuk dalam cakupan Kelas 29, maka Kelas 29 dapat menjadi kelas yang relevan untuk dipertimbangkan.
Namun, apabila usaha memiliki beberapa jenis produk dengan karakteristik berbeda, analisis kelas perlu dilakukan secara lebih menyeluruh.
Apakah Produk Makanan Wajib Mendaftarkan Merek?
Salah satu pertanyaan paling umum dari pelaku usaha adalah apakah makanan wajib mempunyai merek terdaftar.
Pada dasarnya, pendaftaran merek bukan berarti setiap pelaku usaha makanan wajib mendaftarkan mereknya sebelum menjual produk.
Namun, apabila pemilik usaha ingin memperoleh hak eksklusif atas mereknya melalui sistem pendaftaran merek, maka merek perlu diajukan kepada DJKI.
Inilah alasan mengapa pendaftaran merek sangat disarankan bagi brand makanan yang ingin dikembangkan dalam jangka panjang.
Tidak sedikit pelaku usaha yang awalnya hanya menjual produk dalam skala kecil. Setelah penjualan meningkat, brand mulai dikenal dan digunakan pada marketplace, media sosial, toko fisik, distributor, maupun jaringan reseller.
Pada tahap tersebut, merek sudah menjadi bagian penting dari bisnis.
Jika pendaftaran baru dilakukan setelah brand berkembang besar, dapat muncul berbagai risiko yang sebenarnya bisa dipersiapkan sejak awal.
Kenapa Brand Makanan Kelas 29 Sebaiknya Segera Didaftarkan?
Ada beberapa alasan mengapa pendaftaran merek sebaiknya tidak ditunda.
1. Brand Merupakan Identitas Produk
Nama dan logo menjadi cara utama konsumen mengenali sebuah produk.
Misalnya, konsumen mungkin tidak hanya mencari “nugget ayam”, tetapi mencari brand tertentu yang sudah mereka percaya.
Artinya, nilai bisnis tidak hanya terdapat pada produk fisik, tetapi juga pada identitas yang melekat pada produk tersebut.
Dengan mendaftarkan merek, pemilik usaha dapat mempersiapkan perlindungan hukum atas identitas brand tersebut.
2. Mengurangi Risiko Brand Didahului Pihak Lain
Salah satu alasan paling penting untuk tidak menunda adalah adanya risiko pihak lain mengajukan merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya lebih dahulu.
Pelaku usaha bisa saja telah menggunakan nama tertentu selama bertahun-tahun. Namun, penggunaan tersebut tidak otomatis berarti merek telah terdaftar.
Karena itu, langkah yang lebih aman adalah melakukan pengecekan merek dan segera mengajukan permohonan apabila brand memang ingin digunakan secara serius.
3. Brand Dapat Menjadi Aset Bisnis
Merek yang berkembang bersama bisnis dapat memiliki nilai ekonomi.
Ketika perusahaan semakin besar, brand dapat menjadi bagian dari aset tidak berwujud yang mendukung nilai perusahaan.
Merek juga dapat menjadi bagian penting ketika bisnis melakukan ekspansi, kerja sama, investasi, atau pengembangan produk.
4. Mendukung Pengembangan Produk
Pelaku usaha makanan biasanya tidak berhenti pada satu produk.
Sebuah brand yang awalnya digunakan untuk satu jenis makanan dapat berkembang menjadi berbagai varian.
Contohnya, brand yang awalnya menjual nugget dapat berkembang menjadi:
- Sosis.
- Bakso beku.
- Ayam olahan.
- Seafood.
- Produk frozen food lainnya.
Dengan brand yang telah dipersiapkan sejak awal, pengembangan bisnis dapat dilakukan dengan identitas yang lebih konsisten.
5. Meningkatkan Nilai Profesional Bisnis
Brand yang dikelola dengan baik dapat memberikan kesan bahwa bisnis memiliki perencanaan jangka panjang.
Hal ini menjadi semakin penting ketika produk mulai masuk ke marketplace besar, supermarket, distributor, reseller, atau jaringan penjualan lainnya.
Apa Risiko Jika Merek Tidak Didaftarkan?
Tidak mendaftarkan merek bukan berarti bisnis otomatis tidak dapat berjalan. Namun, pemilik usaha perlu memahami risiko yang mungkin muncul.
Risiko Persamaan dengan Merek Lain
Nama yang menurut pemilik usaha unik belum tentu belum digunakan oleh pihak lain.
Karena itu, pengecekan database merek merupakan salah satu langkah penting sebelum pengajuan.
Risiko Sengketa
Jika terdapat pihak lain yang memiliki hak atas merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya, dapat muncul persoalan hukum dan administratif.
Hal ini tentu dapat mengganggu kegiatan bisnis.
Risiko Harus Mengganti Brand
Bayangkan sebuah brand makanan telah menghabiskan biaya besar untuk:
- Desain kemasan.
- Iklan.
- Promosi.
- Media sosial.
- Marketplace.
- Banner.
- Seragam.
- Endorsement.
- Distribusi.
Jika kemudian brand harus diganti karena persoalan merek, biaya yang dikeluarkan dapat menjadi sangat besar.
Karena itu, pengecekan dan pendaftaran merek sebaiknya dipikirkan sejak awal.
Apa Bedanya Pendaftaran Merek dengan Legalitas Produk Makanan?
Pelaku usaha makanan juga perlu memahami bahwa merek dan legalitas produk merupakan dua hal yang berbeda.
Pendaftaran merek berkaitan dengan perlindungan identitas brand.
Sementara itu, produk makanan dapat memiliki berbagai persyaratan atau legalitas lain tergantung jenis produk, proses produksi, skala usaha, dan ketentuan yang berlaku.
Untuk produk tertentu, pelaku usaha juga perlu memperhatikan Izin Edar BPOM Makanan apabila produknya termasuk kategori yang diwajibkan memperoleh izin edar dari BPOM.
Dengan demikian, pendaftaran merek tidak dapat dianggap sebagai pengganti izin edar produk.
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan dapat menjadi bagian dari persiapan legalitas bisnis makanan.
Bagaimana dengan Sertifikasi Halal?
Selain merek dan izin edar, aspek kehalalan juga menjadi perhatian penting bagi pelaku usaha makanan.
Untuk produk yang termasuk kategori wajib halal berdasarkan ketentuan yang berlaku, pelaku usaha perlu memenuhi kewajiban Sertifikasi Halal.
Pendaftaran merek, izin edar, dan sertifikasi halal memiliki fungsi masing-masing.
Pendaftaran merek memberikan perlindungan terhadap identitas brand, izin edar berkaitan dengan legalitas peredaran produk sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan sertifikasi halal berkaitan dengan status kehalalan produk.
Karena itu, pelaku usaha makanan sebaiknya tidak hanya membangun brand, tetapi juga mempersiapkan berbagai aspek legalitas yang relevan dengan produknya.
Kapan Waktu Terbaik Mendaftarkan Merek Kelas 29?
Tidak perlu menunggu bisnis menjadi besar untuk mendaftarkan merek.
Jika nama brand sudah ditentukan dan akan digunakan secara serius pada produk makanan, sebaiknya segera lakukan pengecekan.
Semakin cepat mengetahui apakah nama tersebut tersedia untuk diajukan, semakin mudah pelaku usaha menentukan strategi brand.
Pengecekan juga penting dilakukan sebelum mengeluarkan biaya besar untuk kemasan, promosi, iklan, dan pembangunan identitas bisnis.
Dengan demikian, apabila ternyata terdapat kendala pada nama yang dipilih, pelaku usaha masih memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan alternatif lain sebelum brand semakin dikenal.
Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Daftar Merek Kelas 29?
Sebelum mengajukan permohonan, pemilik usaha sebaiknya menyiapkan beberapa hal.
Nama Merek
Tentukan nama yang ingin digunakan untuk produk.
Nama sebaiknya memiliki daya pembeda dan tidak sekadar menggambarkan jenis barang secara umum.
Logo Merek
Jika menggunakan logo, siapkan file logo dengan kualitas yang baik sesuai persyaratan pengajuan.
Daftar Produk
Buat daftar produk secara rinci.
Jangan hanya menyebut “makanan” jika produk sebenarnya memiliki beberapa jenis seperti nugget, sosis, daging olahan, atau seafood.
Data Pemohon
Siapkan identitas dan data pemilik merek sesuai dokumen yang diperlukan.
Hasil Pengecekan Merek
Sebelum pengajuan, lakukan pengecekan untuk mengetahui potensi persamaan dengan merek yang telah terdaftar atau sedang dalam proses.
Persiapan yang baik sejak awal dapat membantu mengurangi kesalahan administratif dan meningkatkan kualitas pengajuan.
Baik, kita lanjutkan tahap 2 dan tetap menyambung langsung dari tahap 1. Saya tidak memasukkan judul tahap berikutnya agar nanti mudah digabung menjadi satu artikel pilar utuh.
Bagaimana Cara Daftar Merek Kelas 29 untuk Produk Makanan?
Setelah memahami jenis produk yang dapat masuk dalam Kelas 29 dan alasan pentingnya perlindungan merek, langkah berikutnya adalah memahami proses pendaftarannya.
Pendaftaran merek perlu dilakukan dengan teliti karena terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum sebuah merek akhirnya memperoleh sertifikat.
Bagi pemula, proses tersebut sebenarnya dapat dilakukan secara mandiri. Namun, apabila belum memahami klasifikasi barang, pemeriksaan merek, atau penyusunan spesifikasi produk, penggunaan jasa pendampingan dapat membantu mengurangi risiko kesalahan.
Secara umum, proses pendaftaran Merek Kelas 29 dapat dimulai dari menentukan brand hingga mengajukan permohonan secara resmi kepada DJKI.
1. Tentukan Nama Merek yang Akan Dilindungi
Langkah pertama adalah menentukan nama yang akan digunakan sebagai identitas produk.
Nama tersebut sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan rencana bisnis jangka panjang. Jangan hanya memilih nama berdasarkan produk yang sedang dijual saat ini apabila Anda berencana mengembangkan bisnis ke berbagai produk lain.
Sebagai contoh, apabila saat ini Anda menjual nugget tetapi ke depannya berencana menjual sosis, bakso beku, ayam olahan, dan produk makanan lainnya, pemilihan brand sebaiknya mempertimbangkan kemungkinan pengembangan tersebut.
Nama merek juga sebaiknya memiliki daya pembeda dan tidak hanya menggunakan kata yang bersifat umum atau sekadar menjelaskan jenis produk.
2. Lakukan Pengecekan Merek Terlebih Dahulu
Sebelum mengajukan permohonan, lakukan pengecekan terhadap merek yang ingin digunakan.
Pengecekan bertujuan untuk melihat apakah terdapat merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya dengan brand yang akan didaftarkan.
Hal ini sangat penting karena kesalahan memilih nama dapat menimbulkan masalah pada tahap pemeriksaan.
Pengecekan sebaiknya tidak hanya melihat apakah ada nama yang benar-benar identik, tetapi juga mempertimbangkan kemiripan secara keseluruhan.
Karena itu, pengecekan merek yang dilakukan secara cermat dapat membantu pemilik usaha menentukan apakah suatu brand layak untuk dilanjutkan ke tahap pengajuan atau perlu dipertimbangkan kembali.
3. Tentukan Kelas Barang yang Sesuai
Setelah nama merek dianggap layak, langkah berikutnya adalah menentukan kelas barang.
Untuk produk makanan olahan tertentu, Kelas 29 dapat menjadi klasifikasi yang relevan.
Namun, penentuan kelas harus disesuaikan dengan karakteristik barang yang sebenarnya.
Jika sebuah perusahaan memiliki banyak jenis produk, jangan langsung menganggap semuanya otomatis berada dalam satu kelas.
Analisis perlu dilakukan berdasarkan jenis dan karakteristik masing-masing produk.
4. Susun Spesifikasi Barang dengan Tepat
Spesifikasi barang merupakan bagian penting dari permohonan merek.
Pemohon perlu mencantumkan jenis barang yang ingin dilindungi secara jelas.
Misalnya, apabila usaha menjual produk daging olahan, spesifikasi dapat disusun sesuai jenis produk yang benar-benar dipasarkan.
Hal ini berbeda dengan sekadar menuliskan kategori yang terlalu luas tanpa mempertimbangkan produk sebenarnya.
Spesifikasi yang tepat akan membantu memperjelas ruang lingkup barang yang ingin mendapatkan perlindungan.
5. Siapkan Dokumen Pendaftaran
Setelah menentukan merek dan produk, siapkan dokumen yang diperlukan untuk pengajuan.
Dokumen dapat mencakup data pemohon, label atau logo merek, serta dokumen pendukung lain sesuai status dan jenis pemohon.
Bagi pelaku usaha yang mendaftar sebagai UMK, dokumen pendukung terkait status UMK juga perlu dipersiapkan apabila ingin menggunakan fasilitas biaya pendaftaran yang tersedia untuk kategori tersebut.
Kelengkapan dokumen perlu diperiksa sebelum permohonan diajukan.
6. Ajukan Permohonan melalui Sistem Resmi DJKI
Setelah seluruh data dan dokumen siap, permohonan dapat diajukan melalui sistem resmi DJKI.
Pemohon memasukkan data yang diperlukan, mengunggah dokumen, memilih kelas barang, mencantumkan spesifikasi produk, kemudian menyelesaikan pembayaran sesuai ketentuan PNBP.
Apabila proses pengajuan berhasil, pemohon akan memperoleh bukti bahwa permohonan telah diterima.
Berapa Biaya Daftar Merek Kelas 29?
Biaya pendaftaran merek terdiri dari biaya resmi PNBP dan dapat berbeda berdasarkan kategori pemohon.
Untuk pemohon yang memenuhi ketentuan sebagai Usaha Mikro dan Kecil atau UMK, biaya pendaftaran resmi adalah Rp500.000 per kelas.
Sementara itu, untuk pemohon umum atau non-UMK, biaya resmi pendaftaran adalah Rp2.800.000 per kelas.
Biaya tersebut merupakan biaya resmi PNBP. Apabila menggunakan jasa konsultan atau pendampingan profesional, biaya jasa dapat berbeda karena bergantung pada layanan yang diberikan.
Pelaku usaha sebaiknya membedakan antara biaya resmi pendaftaran merek dan biaya jasa pengurusan.
Dengan memahami perbedaan tersebut, pemilik usaha dapat mengetahui secara jelas komponen biaya yang harus dipersiapkan.
Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek Kelas 29?
Lama proses pendaftaran merek sering menjadi pertanyaan bagi pelaku usaha makanan.
Apabila seluruh dokumen telah lengkap dan pengajuan berhasil dilakukan, sekitar 1 hari kerja pemohon dapat memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek.
Namun, bukti penerimaan bukan berarti merek sudah memperoleh sertifikat.
Setelah permohonan diterima, masih terdapat beberapa tahapan pemeriksaan yang harus dilalui.
Pemeriksaan Formalitas
Tahap pertama adalah pemeriksaan formalitas terhadap permohonan.
Pada tahap ini, DJKI memeriksa aspek administrasi dan kelengkapan dokumen yang diajukan.
Pemeriksaan formalitas dapat berlangsung hingga 30 hari kerja.
Masa Pengumuman
Setelah tahap formalitas, permohonan masuk ke masa pengumuman.
Merek diumumkan dalam Berita Resmi Merek selama 2 bulan.
Pada masa tersebut, pihak lain dapat menyampaikan keberatan atau oposisi apabila memiliki alasan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemeriksaan Substantif
Setelah masa pengumuman selesai, permohonan memasuki pemeriksaan substantif.
Pada tahap ini, pemeriksa menilai permohonan berdasarkan ketentuan mengenai merek, termasuk aspek yang dapat menjadi alasan penerimaan atau penolakan.
Pemeriksaan substantif dapat berlangsung paling lama 150 hari kerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Penerbitan Sertifikat Merek
Apabila permohonan disetujui dan seluruh tahapan telah selesai, sertifikat merek diterbitkan.
Secara keseluruhan, proses sampai sertifikat diterbitkan dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan, tergantung tahapan pemeriksaan dan kondisi permohonan.
Apa Penyebab Merek Kelas 29 Bisa Ditolak?
Salah satu alasan pemilik usaha menggunakan jasa pendampingan adalah untuk mengurangi risiko kesalahan yang dapat menyebabkan permohonan bermasalah.
Penolakan merek dapat terjadi karena berbagai alasan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.
Merek Memiliki Persamaan dengan Merek yang Telah Ada
Salah satu persoalan yang sering menjadi perhatian adalah adanya persamaan dengan merek lain.
Persamaan tidak selalu berarti nama harus 100% identik. Pemeriksaan dapat mempertimbangkan persamaan pada pokoknya maupun keseluruhan aspek merek sesuai ketentuan.
Karena itu, pengecekan sebelum pengajuan sangat penting.
Merek Tidak Memiliki Daya Pembeda
Merek yang terlalu umum atau tidak memiliki daya pembeda dapat menghadapi kendala dalam pemeriksaan.
Pemilik usaha sebaiknya memilih identitas brand yang mampu membedakan produknya dari produk milik pelaku usaha lain.
Merek Bersifat Deskriptif atau Terlalu Menjelaskan Produk
Penggunaan kata yang hanya menggambarkan jenis, kualitas, atau karakteristik produk dapat menimbulkan persoalan dalam pemeriksaan.
Karena itu, brand sebaiknya tidak hanya mengandalkan kata yang secara langsung menggambarkan produk.
Merek Bertentangan dengan Ketentuan Hukum
Merek juga dapat menghadapi kendala apabila memiliki unsur yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan atau alasan lain yang ditentukan dalam hukum merek.
Karena itu, pemeriksaan awal tidak cukup hanya dengan mencari nama yang sama, tetapi juga perlu mempertimbangkan aspek hukum lainnya.
Bagaimana Jika Merek Mendapat Usulan Penolakan?
Tidak semua persoalan berarti proses harus langsung berhenti.
Dalam kondisi tertentu, pemohon dapat menerima usulan penolakan merek dari DJKI pada tahap pemeriksaan substantif.
Usulan tersebut perlu dipahami dengan cermat karena alasan penolakan dapat berbeda-beda.
Pemohon dapat memiliki kesempatan untuk menyampaikan tanggapan sesuai mekanisme dan batas waktu yang ditentukan.
Menganalisis Alasan Penolakan
Langkah pertama adalah memahami alasan yang diberikan oleh pemeriksa.
Apakah berkaitan dengan persamaan merek, jenis barang, unsur tertentu pada merek, atau alasan lain.
Analisis ini menjadi dasar untuk menentukan argumentasi yang tepat.
Menyusun Tanggapan
Tanggapan harus disusun berdasarkan alasan penolakan dan fakta yang relevan.
Argumentasi tidak sebaiknya dibuat secara umum atau sekadar menyatakan bahwa merek adalah milik sendiri.
Tanggapan perlu disusun secara sistematis agar dapat menjelaskan posisi pemohon terhadap alasan yang disampaikan pemeriksa.
Mengajukan Tanggapan Sesuai Ketentuan
Tanggapan harus diajukan melalui prosedur dan dalam jangka waktu yang ditentukan.
Karena terdapat batas waktu, pemohon sebaiknya segera bertindak setelah menerima pemberitahuan usulan penolakan.
Apa Itu Banding Merek?
Dalam kondisi tertentu, apabila permohonan merek memperoleh keputusan penolakan, pemohon dapat mempertimbangkan upaya banding sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Banding merek bukan berarti permohonan otomatis akan diterima.
Proses tersebut merupakan upaya hukum yang memiliki mekanisme dan persyaratan tersendiri.
Pemohon perlu menyiapkan argumentasi yang kuat dan dokumen pendukung yang relevan dengan alasan penolakan.
Karena itu, apabila menghadapi penolakan, sebaiknya jangan langsung mengabaikan pemberitahuan tersebut.
Segera pahami alasan penolakan dan tentukan langkah yang tepat.
Mengapa Pengecekan Merek Sebelum Daftar Sangat Penting?
Pengecekan merek merupakan salah satu tahap yang sebaiknya tidak dilewati.
Bayangkan seorang pelaku usaha telah menghabiskan waktu dan biaya untuk membangun brand selama bertahun-tahun.
Kemudian ketika merek akan didaftarkan, ternyata ditemukan merek lain yang memiliki persamaan dan telah lebih dahulu terdaftar atau diajukan.
Situasi tersebut dapat menjadi masalah karena pemilik usaha mungkin harus mempertimbangkan kembali nama brand yang telah digunakan.
Oleh sebab itu, melakukan pengecekan sejak awal jauh lebih baik daripada baru mengetahui masalah setelah bisnis berkembang.
Apakah Satu Merek Bisa Digunakan untuk Banyak Produk Kelas 29?
Pada prinsipnya, satu merek dapat digunakan untuk beberapa produk yang berada dalam ruang lingkup kelas yang sama, sepanjang produk tersebut dicantumkan dalam spesifikasi barang dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Contohnya, sebuah brand makanan dapat digunakan untuk beberapa produk seperti:
- Nugget.
- Sosis.
- Bakso beku.
- Daging olahan.
- Ayam olahan.
- Seafood olahan.
Namun, pemilik usaha perlu menyusun daftar barang dengan hati-hati.
Jangan memasukkan produk secara sembarangan hanya karena ingin memperluas perlindungan. Spesifikasi harus menggambarkan produk yang benar-benar berkaitan dengan kegiatan usaha.
Bagaimana Jika Bisnis Memiliki Produk di Beberapa Kelas?
Bisnis makanan yang berkembang dapat memiliki berbagai jenis produk dengan klasifikasi yang berbeda.
Misalnya, perusahaan awalnya hanya menjual daging olahan. Kemudian berkembang menjadi produk makanan lain yang memiliki karakteristik berbeda.
Dalam kondisi seperti ini, pemilik usaha perlu melakukan analisis klasifikasi secara lebih menyeluruh.
Pendaftaran pada satu kelas tidak otomatis memberikan perlindungan terhadap seluruh barang dan jasa yang berada di luar ruang lingkup kelas tersebut.
Karena itu, pemilihan kelas sebaiknya dilakukan berdasarkan strategi bisnis dan produk yang benar-benar ingin dilindungi.
Apakah Merek Perlu Diperpanjang?
Ya. Perlindungan merek memiliki jangka waktu tertentu sehingga pemilik merek perlu memperhatikan masa berlaku perlindungannya.
Perpanjangan merek dilakukan agar perlindungan tetap dapat dipertahankan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemilik usaha sebaiknya tidak menunggu sampai terjadi masalah baru memeriksa status mereknya.
Catat masa berlaku sertifikat dan persiapkan proses perpanjangan sesuai jadwal yang ditentukan.
PERMATAMAS juga dapat membantu pelaku usaha yang membutuhkan jasa perpanjangan merek sehingga proses administrasi dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Bagaimana Jika Merek Berpindah Kepemilikan?
Dalam perjalanan bisnis, kepemilikan merek dapat berubah.
Misalnya karena:
- Jual beli.
- Hibah.
- Pewarisan.
- Pengalihan aset perusahaan.
- Restrukturisasi usaha.
- Merger.
- Sebab hukum lainnya.
Perubahan tersebut perlu ditangani sesuai prosedur pencatatan pengalihan hak atas merek.
Dengan pencatatan yang benar, data kepemilikan pada administrasi DJKI dapat disesuaikan dengan kondisi hukum yang sebenarnya.
Karena itu, pengalihan hak merek juga menjadi salah satu layanan penting bagi pemilik brand yang melakukan perubahan kepemilikan.
Mengapa Pengurusan Merek Sebaiknya Dipersiapkan Sejak Awal?
Banyak persoalan merek sebenarnya dapat diminimalkan apabila pemilik usaha melakukan persiapan sejak awal.
Mulai dari pemilihan nama, pengecekan merek, klasifikasi produk, penyusunan spesifikasi barang, hingga pemeriksaan dokumen perlu diperhatikan.
Kesalahan kecil pada tahap awal dapat menyebabkan proses menjadi lebih panjang atau menimbulkan persoalan pada tahap pemeriksaan.
Dengan persiapan yang baik, pelaku usaha dapat membangun brand sekaligus mempersiapkan perlindungan hukumnya.
Bagi pemilik usaha yang belum memahami prosedur, menggunakan pendamping profesional dapat menjadi pilihan agar proses lebih terarah.
Lanjut ke tahap 3, sebagai penutup artikel pilar. Saya tetap tidak memasukkan judul tahap berikutnya agar nantinya mudah digabung dengan tahap 1 dan 2.
Apa Keuntungan Mendaftarkan Merek Kelas 29 Sejak Awal?
Mendaftarkan merek sejak awal memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha makanan. Perlindungan merek bukan hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis dalam jangka panjang.
Memberikan Perlindungan terhadap Brand
Merek yang terdaftar memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Hal ini menjadi penting ketika brand mulai dikenal luas dan digunakan pada berbagai saluran penjualan.
Mencegah Penggunaan Brand oleh Pihak yang Tidak Berhak
Brand yang telah dibangun dengan biaya besar tentu tidak ingin digunakan oleh pihak lain tanpa izin.
Dengan adanya pendaftaran, pemilik memiliki dasar hukum yang lebih kuat untuk melindungi mereknya.
Meningkatkan Nilai Aset Usaha
Merek dapat menjadi aset tidak berwujud yang mempunyai nilai ekonomi.
Semakin kuat reputasi suatu brand, semakin besar pula potensi nilai ekonominya bagi perusahaan.
Mendukung Ekspansi Bisnis
Merek yang telah dipersiapkan sejak awal akan lebih siap ketika bisnis berkembang ke berbagai wilayah atau saluran distribusi.
Brand dapat digunakan secara konsisten pada kemasan, marketplace, toko, distributor, reseller, dan media pemasaran lainnya.
Apa Saja Produk Makanan yang Sebaiknya Dipertimbangkan untuk Pendaftaran Merek?
Pelaku usaha tidak perlu menunggu bisnis mencapai skala besar untuk mulai mendaftarkan brand.
Berbagai usaha makanan dapat mulai mempertimbangkan pendaftaran merek, terutama apabila produk sudah dipasarkan secara komersial.
Contohnya:
- Brand frozen food.
- Brand nugget.
- Brand sosis.
- Brand bakso beku.
- Brand daging olahan.
- Brand ayam olahan.
- Brand seafood.
- Brand ikan olahan.
- Brand produk susu.
- Brand keju.
- Brand yoghurt.
- Brand selai.
- Brand buah olahan.
- Brand sayuran olahan.
- Brand makanan kemasan lainnya yang sesuai dengan Kelas 29.
Pendaftaran dapat menjadi semakin penting ketika produk mulai mendapatkan pelanggan tetap dan memiliki potensi untuk dikembangkan.
Bagaimana Memilih Nama Merek yang Lebih Aman?
Tidak ada metode yang dapat menjamin suatu merek pasti diterima karena keputusan akhir tetap berada pada pemeriksaan DJKI.
Namun, pemilik usaha dapat melakukan langkah-langkah untuk mengurangi risiko masalah.
Pilih Nama yang Memiliki Daya Pembeda
Nama yang unik dan tidak terlalu umum dapat membantu membedakan brand dari produk lain.
Hindari memilih nama yang hanya menjelaskan jenis makanan secara langsung.
Lakukan Pencarian Sebelum Membuat Kemasan
Sebaiknya pencarian merek dilakukan sebelum mengeluarkan biaya besar untuk desain kemasan dan promosi.
Jika ternyata nama memiliki potensi masalah, pemilik usaha masih dapat mengganti nama sebelum brand semakin dikenal.
Pertimbangkan Rencana Pengembangan Produk
Jika brand nantinya akan digunakan untuk beberapa produk, pertimbangkan sejak awal jenis produk yang akan dikembangkan.
Hal ini dapat membantu dalam menentukan strategi klasifikasi merek.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Merek Sudah Digunakan tetapi Belum Terdaftar?
Jika Anda sudah menggunakan brand untuk produk makanan tetapi belum mendaftarkannya, jangan langsung berasumsi bahwa merek tersebut aman.
Langkah pertama adalah melakukan pengecekan.
Periksa apakah terdapat merek lain yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada kendala yang berarti, Anda dapat mempertimbangkan untuk segera mengajukan permohonan.
Semakin lama menunda, semakin besar kemungkinan brand tersebut berkembang tanpa perlindungan merek yang memadai.
Apakah Merek yang Sudah Lama Digunakan Pasti Bisa Didaftarkan?
Tidak selalu.
Lamanya penggunaan sebuah nama tidak otomatis menjamin bahwa permohonan merek akan diterima.
DJKI tetap melakukan pemeriksaan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, walaupun sebuah brand sudah digunakan selama bertahun-tahun, pemilik usaha tetap perlu melakukan pengecekan dan memahami potensi hambatan sebelum mengajukan pendaftaran.
Bagaimana Jika Nama Merek Sudah Dipakai Pihak Lain?
Jika hasil pengecekan menunjukkan bahwa nama tersebut sudah digunakan atau terdaftar oleh pihak lain, jangan terburu-buru melakukan pengajuan.
Perlu dilihat lebih lanjut:
- Apakah mereknya identik?
- Apakah terdapat persamaan pada pokoknya?
- Apa jenis barangnya?
- Siapa pemilik mereknya?
- Bagaimana status pendaftarannya?
- Apakah masih berlaku?
- Apakah terdapat kondisi hukum tertentu yang memengaruhi status merek?
Analisis seperti ini dapat membantu menentukan langkah berikutnya.
Dalam kondisi tertentu, pemilik usaha mungkin perlu mempertimbangkan alternatif nama agar dapat membangun brand dengan risiko hukum yang lebih rendah.
Apakah Pendaftaran Merek Melindungi Nama Saja?
Perlindungan merek dapat berkaitan dengan unsur merek yang didaftarkan, tergantung jenis dan bentuk permohonannya.
Pelaku usaha dapat mempertimbangkan apakah ingin mendaftarkan merek berupa nama, logo, atau bentuk lain yang memenuhi persyaratan sebagai merek.
Karena itu, sebelum mengajukan permohonan, sebaiknya tentukan terlebih dahulu identitas mana yang paling penting untuk dilindungi.
Jika nama brand merupakan identitas utama bisnis, pendaftaran nama dapat menjadi prioritas.
Jika logo juga memiliki nilai identitas yang kuat, pemilik usaha dapat mempertimbangkan strategi pendaftaran yang sesuai.
Apa Peran Spesifikasi Produk dalam Perlindungan Merek?
Spesifikasi produk merupakan bagian penting dalam pendaftaran merek karena menjelaskan barang yang terkait dengan merek tersebut.
Semakin jelas spesifikasi barang, semakin mudah untuk memahami ruang lingkup perlindungan yang dimohonkan.
Misalnya, pelaku usaha tidak hanya menyebut “produk makanan”, tetapi mencantumkan jenis barang yang memang diproduksi dan dipasarkan sesuai klasifikasi.
Namun, spesifikasi juga tidak sebaiknya dibuat sembarangan hanya untuk memasukkan sebanyak mungkin produk.
Spesifikasi harus disusun dengan mempertimbangkan jenis usaha dan kebutuhan perlindungan brand.
Apa Bedanya Bukti Penerimaan dengan Sertifikat Merek?
Hal ini sering disalahpahami oleh pemilik usaha.
Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek menunjukkan bahwa permohonan telah diajukan dan diterima untuk diproses.
Bukti tersebut bukan berarti merek sudah mendapatkan sertifikat.
Setelah memperoleh bukti penerimaan, permohonan masih harus melalui berbagai tahapan pemeriksaan.
Apabila permohonan akhirnya disetujui dan seluruh proses selesai, barulah sertifikat merek diterbitkan.
Karena itu, apabila menggunakan layanan pendaftaran merek, penting untuk memahami perbedaan antara pengajuan permohonan dan merek yang telah terdaftar.
Berapa Lama Sampai Mendapat Bukti Pendaftaran Merek?
Untuk proses pengajuan, apabila seluruh dokumen telah lengkap dan tidak ada kendala administratif, sekitar 1 hari kerja dapat diperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek.
Namun, proses tersebut berbeda dengan waktu sampai merek memperoleh sertifikat.
Keseluruhan proses pemeriksaan hingga sertifikat diterbitkan dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan, tergantung tahapan pemeriksaan dan kondisi permohonan.
Karena itu, pemilik usaha sebaiknya tidak menyamakan “1 hari mendapatkan bukti penerimaan” dengan “1 hari mendapatkan sertifikat merek”.
Apa yang Dilakukan Jika Mendapat Usulan Penolakan?
Jika menerima pemberitahuan usulan penolakan, pemohon sebaiknya tidak mengabaikannya.
Perhatikan alasan yang diberikan dan batas waktu untuk memberikan tanggapan.
Dalam kondisi seperti ini, pemilik merek dapat meminta bantuan profesional untuk:
- Menganalisis alasan penolakan.
- Menilai kekuatan posisi merek.
- Menyiapkan argumentasi.
- Menyusun tanggapan.
- Menyiapkan dokumen pendukung.
- Mengajukan tanggapan sesuai prosedur.
Tanggapan yang baik harus disesuaikan dengan alasan penolakan, bukan sekadar menyampaikan bahwa merek tersebut sudah digunakan oleh pemohon.
Apakah Merek yang Ditolak Masih Bisa Diperjuangkan?
Dalam kondisi tertentu, pemohon dapat melakukan langkah lanjutan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Salah satunya adalah banding merek apabila keputusan penolakan memenuhi kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan upaya tersebut.
Namun, banding bukan jaminan bahwa merek pasti diterima.
Keberhasilan tetap bergantung pada alasan penolakan, bukti yang tersedia, argumentasi yang disampaikan, serta keputusan dari lembaga yang berwenang.
Karena itu, pemohon perlu mempertimbangkan langkah tersebut secara matang.
Apakah Merek Kelas 29 Perlu Diperpanjang?
Merek terdaftar memiliki masa perlindungan tertentu.
Pemilik merek perlu memperhatikan masa berlaku sertifikat agar dapat melakukan perpanjangan sesuai ketentuan.
Jangan menunggu hingga masa perlindungan berakhir baru mulai mencari informasi.
Sebaiknya data merek, tanggal pendaftaran, dan masa perlindungan dicatat sejak sertifikat diterbitkan.
Dengan begitu, proses perpanjangan dapat dipersiapkan lebih awal.
Bagaimana Jika Merek Dijual kepada Orang atau Perusahaan Lain?
Jika suatu merek dialihkan kepemilikannya, perubahan tersebut perlu ditangani sesuai prosedur hukum dan administrasi yang berlaku.
Misalnya sebuah brand makanan awalnya dimiliki oleh seseorang kemudian dijual kepada perusahaan.
Dalam kondisi tersebut, pengalihan hak atas merek perlu dicatatkan sesuai ketentuan sehingga data kepemilikan pada DJKI dapat diperbarui.
PERMATAMAS juga dapat membantu proses pengalihan hak merek bagi pemilik usaha yang membutuhkan pendampingan.
Mengapa Menggunakan Jasa Pengurusan Merek Kelas 29?
Pendaftaran merek memang dapat dilakukan sendiri. Namun, tidak semua pemilik usaha memahami seluruh tahapan dan aspek yang harus diperhatikan.
Menggunakan jasa pengurusan merek dapat membantu pelaku usaha dalam:
- Mengecek merek.
- Menentukan kelas.
- Menyusun spesifikasi barang.
- Memeriksa dokumen.
- Mengajukan permohonan.
- Memantau proses.
- Menangani usulan penolakan.
- Menyusun tanggapan.
- Mengurus banding merek.
- Mengurus perpanjangan.
- Mengurus pengalihan hak merek.
Dengan pendampingan tersebut, pemilik bisnis dapat lebih fokus pada produksi, pemasaran, dan pengembangan usaha.
Layanan Pengurusan Merek Kelas 29 PERMATAMAS
PERMATAMAS menyediakan layanan pengurusan merek untuk pelaku usaha makanan yang ingin mendapatkan pendampingan secara lebih praktis.
Layanan dapat mencakup:
Pendaftaran Merek Baru
Membantu proses dari pengecekan nama, analisis kelas, penyusunan spesifikasi barang, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan ke DJKI.
Perpanjangan Merek
Membantu pemilik merek memperpanjang perlindungan merek sesuai prosedur yang berlaku.
Pengalihan Hak Merek
Membantu proses pencatatan perubahan kepemilikan merek akibat jual beli, hibah, pewarisan, atau sebab hukum lainnya.
Tanggapan Usulan Penolakan
Membantu menganalisis pemberitahuan usulan penolakan dan menyusun tanggapan sesuai alasan yang diberikan.
Banding Merek
Membantu persiapan dokumen dan argumentasi untuk proses banding sesuai mekanisme yang berlaku.
Legalitas Produk Makanan Tidak Hanya Merek
Pemilik bisnis makanan sebaiknya memahami bahwa membangun usaha pangan membutuhkan perhatian pada beberapa aspek legalitas.
Merek melindungi identitas brand.
Sementara itu, legalitas produk dapat mencakup berbagai perizinan lain sesuai jenis dan karakteristik produk.
Untuk produk yang diwajibkan, pelaku usaha perlu memperhatikan Izin Edar BPOM Makanan.
Selain itu, produk yang termasuk kategori wajib halal juga perlu memenuhi ketentuan Sertifikasi Halal.
Ketiga aspek tersebut memiliki fungsi yang berbeda dan tidak saling menggantikan.
Dengan memahami perbedaan tersebut, pemilik usaha dapat menyusun strategi legalitas bisnis secara lebih lengkap.
Strategi Membangun Brand Makanan yang Lebih Aman
Pendaftaran merek sebaiknya tidak dipandang sebagai proses administrasi semata.
Bagi bisnis makanan yang ingin berkembang, perlindungan merek dapat menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Mulailah dengan:
- Menentukan brand.
- Mengecek ketersediaan merek.
- Menentukan klasifikasi produk.
- Menyusun spesifikasi barang.
- Mendaftarkan merek.
- Mengurus legalitas produk yang diperlukan.
- Memperhatikan sertifikasi halal jika diwajibkan.
- Mengembangkan pemasaran.
- Memantau masa berlaku merek.
- Melakukan perpanjangan tepat waktu.
Dengan strategi tersebut, brand tidak hanya dibangun dari sisi pemasaran, tetapi juga dipersiapkan dari sisi perlindungan dan legalitas.
Percayakan Pendaftaran Merek Kelas 29 kepada PERMATAMAS
Jika Anda memiliki usaha makanan olahan, frozen food, daging olahan, nugget, sosis, bakso beku, ikan olahan, seafood, susu, keju, yoghurt, selai, buah olahan, sayuran olahan, maupun produk pangan lain yang termasuk dalam Kelas 29, PERMATAMAS siap membantu proses pengurusan merek secara resmi melalui DJKI.
Layanan kami tidak hanya terbatas pada pendaftaran merek baru. PERMATAMAS juga membantu berbagai kebutuhan setelah atau selama proses merek, termasuk perpanjangan merek, pengalihan hak merek, penyusunan tanggapan atas usulan penolakan merek, serta banding merek sesuai mekanisme yang berlaku.
Kami membantu mulai dari konsultasi, pengecekan merek, analisis kelas barang, penyusunan spesifikasi produk, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan permohonan.
Untuk pendaftaran merek baru, proses pengajuan hanya sekitar 1 hari kerja hingga Anda memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek. Perlu dipahami bahwa bukti penerimaan berbeda dengan sertifikat merek karena setelah pengajuan masih terdapat tahapan pemeriksaan.
Keseluruhan proses hingga sertifikat diterbitkan dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan sesuai ketentuan dan kondisi pemeriksaan yang berlaku.
Jangan menunggu brand makanan Anda semakin besar baru memikirkan perlindungannya. Semakin awal merek diperiksa dan dipersiapkan, semakin baik Anda dapat mengantisipasi potensi masalah di kemudian hari.
Hubungi PERMATAMAS sekarang untuk konsultasi dan mulai proses pendaftaran Merek Kelas 29 secara resmi melalui DJKI.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
FAQ Panduan Lengkap Pendaftaran Merek Kelas 29 untuk Makanan Olahan, Frozen Food, dan Produk Pangan
1. Apa itu Merek Kelas 29?
Merek Kelas 29 merupakan klasifikasi merek untuk berbagai produk makanan tertentu, termasuk daging, ikan, unggas, buah dan sayuran olahan, produk susu, keju, yoghurt, selai, serta minyak dan lemak untuk makanan.
2. Produk makanan apa saja yang termasuk Kelas 29?
Contohnya daging olahan, ikan olahan, unggas olahan, frozen food tertentu, buah dan sayuran yang diawetkan atau dimasak, susu, keju, mentega, yoghurt, selai, dan produk sejenis sesuai klasifikasi barang.
3. Apakah frozen food termasuk Kelas 29?
Frozen food dapat termasuk Kelas 29 apabila karakteristik produknya sesuai dengan cakupan kelas tersebut, misalnya daging, ikan, unggas, atau makanan olahan tertentu yang dibekukan.
4. Apakah semua produk makanan masuk Kelas 29?
Tidak. Produk makanan dan minuman dapat berada pada kelas yang berbeda tergantung jenis dan karakteristik barangnya. Karena itu, klasifikasi harus diperiksa sebelum pendaftaran.
5. Mengapa merek makanan perlu didaftarkan?
Pendaftaran membantu memberikan hak eksklusif atas merek sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan dasar perlindungan yang lebih kuat terhadap penggunaan brand oleh pihak lain.
6. Apakah merek makanan wajib didaftarkan?
Tidak semua usaha makanan diwajibkan memiliki merek terdaftar. Namun, pendaftaran sangat disarankan bagi pemilik brand yang ingin membangun dan melindungi bisnisnya dalam jangka panjang.
7. Berapa biaya pendaftaran Merek Kelas 29?
Biaya resmi PNBP berbeda berdasarkan kategori pemohon. Tarif yang umum digunakan adalah Rp500.000 per kelas untuk UMK dan Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum, di luar biaya jasa apabila menggunakan pendampingan.
8. Berapa lama proses pendaftaran Merek Kelas 29?
Apabila dokumen lengkap, sekitar 1 hari kerja dapat memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek. Keseluruhan proses sampai sertifikat dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan sesuai tahapan pemeriksaan.
9. Apakah pendaftaran merek sama dengan Izin Edar BPOM Makanan?
Tidak. Pendaftaran merek berkaitan dengan perlindungan identitas brand, sedangkan Izin Edar BPOM Makanan berkaitan dengan legalitas peredaran produk yang wajib memperoleh izin sesuai ketentuan.
10. Apakah produk makanan juga perlu Sertifikasi Halal?
Untuk produk yang termasuk kategori wajib halal, pelaku usaha perlu memenuhi ketentuan Sertifikasi Halal sesuai peraturan yang berlaku. Sertifikasi halal berbeda dengan pendaftaran merek dan izin edar.
