Cara Daftar Merek Kelas 29 Makanan Olahan Agar Tidak Ditolak DJKI

Cara Daftar Merek Kelas 29 Makanan Olahan Agar Tidak Ditolak DJKI – Mendaftarkan merek merupakan langkah penting bagi pelaku usaha makanan olahan yang ingin melindungi identitas bisnisnya. Dengan merek yang terdaftar, brand yang digunakan pada produk memiliki perlindungan hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Namun, tidak sedikit permohonan merek yang mengalami kendala karena kurangnya persiapan, mulai dari pemilihan nama merek, kesalahan menentukan kelas, hingga penyusunan spesifikasi barang yang kurang tepat. Oleh karena itu, memahami cara daftar merek yang benar dapat membantu proses pengajuan berjalan lebih lancar.

Berikut panduan lengkap cara daftar Merek Kelas 29 untuk produk makanan olahan agar proses pengajuannya lebih optimal.

Apa Itu Merek Kelas 29?

Merek Kelas 29 merupakan klasifikasi barang yang mencakup berbagai produk makanan olahan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan yang telah melalui proses pengolahan, pengawetan, pengeringan, atau pemasakan.

Contoh produk dalam Kelas 29 antara lain:

  • Daging olahan.
  • Nugget.
  • Sosis.
  • Kornet.
  • Ikan olahan.
  • Seafood olahan.
  • Buah dan sayuran olahan.
  • Selai.
  • Jeli.
  • Telur.
  • Susu.
  • Keju.
  • Mentega.
  • Yoghurt.
  • Minyak dan lemak untuk makanan.

Apabila merek digunakan pada produk tersebut, umumnya permohonan diajukan pada Kelas 29 DJKI.

Mengapa Permohonan Merek Bisa Ditolak?

Banyak pelaku usaha mengira bahwa semua permohonan merek pasti diterima. Padahal, setiap permohonan akan melalui pemeriksaan oleh DJKI sesuai ketentuan yang berlaku.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kendala dalam proses pemeriksaan antara lain:

  • Nama merek memiliki persamaan dengan merek lain yang telah terdaftar atau diajukan lebih dahulu.
  • Pemilihan kelas barang tidak sesuai.
  • Spesifikasi barang kurang tepat.
  • Dokumen permohonan tidak lengkap.
  • Merek tidak memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Karena itu, persiapan sebelum mengajukan permohonan menjadi sangat penting.

Cara Daftar Merek Kelas 29 Makanan Olahan Agar Tidak Ditolak DJKI
Cara Daftar Merek Kelas 29 Makanan Olahan Agar Tidak Ditolak DJKI

Cara Daftar Merek Kelas 29 Agar Lebih Optimal

1. Gunakan Nama Merek yang Memiliki Daya Pembeda

Pilih nama merek yang unik, mudah diingat, dan mampu membedakan produk Anda dari produk sejenis di pasaran.

Hindari menggunakan nama yang terlalu umum atau hanya menggambarkan jenis produknya.

2. Lakukan Pengecekan Merek Terlebih Dahulu

Sebelum mengajukan permohonan, lakukan pengecekan pada database PDKI untuk mengetahui apakah terdapat merek yang telah terdaftar atau sedang diajukan dengan nama yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya.

Langkah ini membantu Anda menyusun strategi sebelum melakukan pendaftaran.

3. Pastikan Produk Masuk Kelas 29

Kesalahan memilih kelas merupakan salah satu kendala yang sering terjadi.

Pastikan produk yang akan didaftarkan memang termasuk dalam ruang lingkup Kelas 29, seperti makanan olahan, daging olahan, ikan olahan, produk susu, selai, maupun produk pangan olahan lainnya.

4. Susun Spesifikasi Barang dengan Tepat

Daftar barang yang diajukan sebaiknya disusun secara jelas dan sesuai dengan produk yang dipasarkan.

Spesifikasi barang yang tepat akan membantu memperjelas ruang lingkup perlindungan merek.

5. Siapkan Dokumen dengan Lengkap

Pastikan seluruh dokumen administrasi telah dipersiapkan sebelum pengajuan, seperti:

  • Identitas pemohon.
  • Label atau logo merek (jika ada).
  • Daftar barang.
  • Dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan.

6. Ajukan Permohonan Melalui Sistem Resmi DJKI

Setelah seluruh persyaratan lengkap, permohonan diajukan melalui sistem resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Apabila seluruh dokumen telah sesuai, proses pengajuan umumnya dapat diselesaikan sekitar 1 hari kerja hingga memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek.

Tahapan Proses Pendaftaran Merek

Setelah permohonan diajukan, proses akan dilanjutkan melalui beberapa tahapan, yaitu:

  • Pemeriksaan formalitas.
  • Masa pengumuman.
  • Pemeriksaan substantif.
  • Penerbitan sertifikat apabila permohonan disetujui.

Seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di DJKI.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemohon

Beberapa kesalahan yang masih sering ditemukan antara lain:

  • Tidak melakukan pengecekan merek.
  • Menggunakan nama yang terlalu umum.
  • Salah menentukan kelas barang.
  • Menyusun spesifikasi produk yang kurang tepat.
  • Mengajukan dokumen yang belum lengkap.
  • Menunda pendaftaran hingga brand sudah dikenal luas.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, proses pengajuan dapat dipersiapkan dengan lebih baik.

Mengapa Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek?

Walaupun pendaftaran merek dapat dilakukan secara mandiri, banyak pelaku usaha memilih menggunakan jasa profesional agar proses menjadi lebih praktis.

Layanan pendampingan biasanya meliputi:

  • Konsultasi.
  • Pengecekan merek.
  • Analisis kelas barang.
  • Penyusunan spesifikasi produk.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Pengajuan resmi ke DJKI.
  • Pendampingan selama proses administrasi.

Pendampingan ini membantu pelaku usaha lebih fokus menjalankan bisnis tanpa harus mempelajari seluruh prosedur administratif.

Percayakan Pendaftaran Merek Kelas 29 kepada PERMATAMAS

Apabila Anda memiliki usaha di bidang makanan olahan, daging olahan, produk siap saji, ikan olahan, susu, keju, yoghurt, maupun berbagai produk lain yang termasuk dalam Kelas 29, PERMATAMAS siap membantu proses pendaftaran merek secara resmi melalui DJKI. Selain itu, kami juga melayani pengurusan Sertifikasi Halal untuk berbagai produk makanan yang memerlukannya, sehingga legalitas usaha Anda menjadi lebih lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Layanan kami meliputi konsultasi, pengecekan merek, analisis kelas barang, penyusunan spesifikasi produk, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan permohonan. Proses pengajuan hanya sekitar 1 hari kerja hingga Anda memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek, sedangkan keseluruhan proses hingga sertifikat diterbitkan dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hubungi PERMATAMAS sekarang juga untuk mendapatkan konsultasi dan mulai lindungi merek produk makanan Anda melalui proses resmi DJKI.

FAQ – Cara Daftar Merek Kelas 29 Makanan Olahan Agar Tidak Ditolak DJKI

1. Bagaimana cara daftar Merek Kelas 29?

Pendaftaran dilakukan dengan menentukan nama merek, melakukan pengecekan merek, memilih Kelas 29 yang sesuai, menyiapkan dokumen, mengisi permohonan melalui sistem DJKI, membayar biaya PNBP, lalu mengikuti tahapan pemeriksaan hingga sertifikat diterbitkan apabila permohonan disetujui.

2. Produk apa saja yang termasuk dalam Merek Kelas 29?

Kelas 29 meliputi berbagai produk seperti daging olahan, ikan olahan, seafood olahan, nugget, sosis, kornet, buah dan sayuran olahan, selai, jeli, telur, susu, keju, mentega, yoghurt, minyak goreng, margarin, dan produk makanan olahan lainnya.

3. Mengapa permohonan merek bisa ditolak oleh DJKI?

Permohonan dapat mengalami kendala apabila terdapat persamaan dengan merek lain yang telah terdaftar atau diajukan lebih dahulu, salah memilih kelas barang, spesifikasi barang kurang tepat, dokumen tidak lengkap, atau tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

4. Mengapa perlu melakukan pengecekan merek sebelum mendaftar?

Pengecekan merek membantu mengetahui apakah terdapat merek yang telah terdaftar atau sedang diajukan dengan nama yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya sehingga Anda dapat mempertimbangkan strategi sebelum mengajukan permohonan.

5. Berapa biaya resmi daftar Merek Kelas 29?

Biaya PNBP yang berlaku saat ini adalah Rp500.000 per kelas untuk pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang memenuhi persyaratan dan Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum atau non-UMK sesuai ketentuan DJKI.

6. Berapa lama proses pendaftaran Merek Kelas 29?

Apabila seluruh dokumen telah lengkap, proses pengajuan hanya sekitar 1 hari kerja hingga memperoleh Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek. Selanjutnya, proses pemeriksaan hingga sertifikat merek diterbitkan dapat memakan waktu paling lama sekitar 6 bulan sesuai ketentuan DJKI.

7. Apa saja dokumen yang perlu disiapkan untuk mendaftarkan merek?

Secara umum, dokumen yang diperlukan meliputi identitas pemohon, label atau logo merek (jika ada), daftar barang yang akan dilindungi, serta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan DJKI.

8. Apakah satu merek bisa didaftarkan pada lebih dari satu kelas?

Bisa. Jika satu merek digunakan untuk beberapa jenis produk yang berada pada kelas berbeda, permohonan dapat diajukan pada beberapa kelas agar perlindungan hukumnya lebih luas.

9. Mengapa banyak pelaku usaha menggunakan jasa pendaftaran merek?

Jasa pendaftaran merek membantu proses konsultasi, pengecekan merek, analisis kelas barang, penyusunan spesifikasi produk, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan resmi ke DJKI sehingga proses menjadi lebih praktis dan efisien.

10. Mengapa memilih PERMATAMAS untuk mengurus Merek Kelas 29?

PERMATAMAS memberikan pendampingan profesional mulai dari konsultasi, pengecekan merek, analisis kelas, penyusunan spesifikasi barang, pemeriksaan dokumen, hingga pengajuan resmi ke DJKI. Hanya 1 Hari Langsung Dapat Bukti Penerimaan Permohonan Pendaftaran Merek, sehingga Anda dapat segera memulai proses perlindungan hukum atas merek produk makanan olahan secara resmi melalui DJKI.

PERMATAMAS INDONESIA

Mitra Terpercaya Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Alamat Kantor Kami
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Ke. Pejuang,
Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
No Telp : 021-89253417
HP/WA : 085777630555

jasa haki kelas 35

© 2026 Jasa Haki Kelas 35 – Dokter Website Indonesia