Lebih Baik Banding Merek atau Mengajukan Merek Baru? Ini Cara Menentukannya

Lebih Baik Banding Merek atau Mengajukan Merek Baru? Ini Cara Menentukannya – Merek ditolak saat proses pendaftaran tentu bisa membuat pemilik usaha bingung. Terlebih jika merek tersebut sudah digunakan untuk skincare, kosmetik, parfum, sabun, body care, atau produk kecantikan lainnya.

Pertanyaan yang kemudian sering muncul adalah:

Lebih baik banding merek atau mengajukan merek baru?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua kasus. Keputusan harus mempertimbangkan alasan penolakan, tingkat persamaan merek, jenis produk, kekuatan argumentasi hukum, usia merek, investasi branding, serta risiko bisnis apabila merek harus diganti.

Bagi pelaku usaha yang mendaftarkan merek Kelas 3, persoalan ini cukup penting karena merek menjadi identitas utama produk yang langsung dikenali oleh konsumen.

Karena itu, ketika terjadi penolakan, jangan langsung memutuskan untuk menyerah atau membuat merek baru. Pahami terlebih dahulu posisi hukumnya.

Mengenal Merek Kelas 3

Dalam praktik bisnis, Merek Kelas 3 banyak digunakan untuk berbagai produk seperti:

  • kosmetik;
  • skincare;
  • krim wajah;
  • serum;
  • lotion;
  • sabun;
  • parfum;
  • minyak wangi;
  • sampo;
  • produk perawatan rambut;
  • produk perawatan tubuh;
  • produk kecantikan;
  • serta berbagai produk lain yang termasuk dalam klasifikasi barang Kelas 3.

Untuk pelaku bisnis di bidang tersebut, merek biasanya mempunyai nilai yang sangat besar.

Konsumen mengenali produk melalui nama, logo, kemasan, dan identitas mereknya. Oleh sebab itu, penolakan pendaftaran merek Kelas 3 tidak seharusnya dianggap sebagai persoalan administratif biasa.

Pemilik usaha dapat memperoleh informasi mengenai layanan dan administrasi kekayaan intelektual melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Mengapa Merek Kelas 3 Bisa Mengalami Penolakan?

JASA DAFTAR MEREK

Hubungi PERMATAMAS untuk Jasa Daftar Merek

Cek brand, tentukan kelas dan spesifikasi produk, siapkan dokumen, hingga pengajuan resmi melalui DJKI. 1 Hari Langsung Dapat Bukti Pendaftaran Merek setelah permohonan berhasil diajukan dan diterima.

Konsultasi via WhatsApp →

Salah satu persoalan yang dapat muncul dalam pemeriksaan merek adalah adanya dugaan persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek tertentu yang telah terdaftar atau lebih dahulu diajukan.

Misalnya, seorang pemilik usaha memiliki merek skincare baru dan mengajukan pendaftaran pada Kelas 3.

Dalam proses pemeriksaan ternyata terdapat merek terdahulu yang dianggap mempunyai persamaan.

Pemohon kemudian menghadapi pilihan:

Mempertahankan merek melalui upaya banding atau membuat merek baru?

Untuk menjawabnya, pemohon harus memahami terlebih dahulu alasan penolakan dan posisi mereknya dibandingkan dengan merek pembanding.

Lebih Baik Banding Merek atau Mengajukan Merek Baru? Ini Cara Menentukannya
Lebih Baik Banding Merek atau Mengajukan Merek Baru? Ini Cara Menentukannya

Apa Itu Banding Merek?

Banding merek merupakan upaya hukum yang dapat ditempuh terhadap keputusan penolakan permohonan merek sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Secara sederhana, pemohon memilih untuk mempertahankan merek yang sudah diajukan dengan menyampaikan argumentasi dan alasan yang mendukung posisinya.

Namun, banding bukan sekadar mengatakan:

“Merek saya berbeda.”

Argumentasi harus melihat berbagai aspek, antara lain:

  • unsur kata;
  • susunan merek;
  • bunyi atau pengucapan;
  • tampilan;
  • unsur dominan;
  • jenis produk;
  • karakteristik produk;
  • hubungan produk;
  • serta aspek hukum lain yang relevan.

Apabila pemilik usaha membutuhkan pendampingan dalam proses tersebut, Jasa Banding Merek HAKI dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu melakukan analisis dan pengurusan sesuai kebutuhan.

Perlu dipahami bahwa pendampingan profesional bukan berarti memberikan jaminan bahwa banding pasti dikabulkan. Hasil akhir tetap bergantung pada proses pemeriksaan dan keputusan pihak yang berwenang.

Apa Itu Mengajukan Merek Baru?

Berbeda dengan banding, pengajuan merek baru merupakan pilihan ketika pemilik usaha memutuskan untuk menggunakan merek alternatif setelah mempertimbangkan risiko hukum dari merek sebelumnya.

Merek baru dapat menggunakan nama yang berbeda atau melakukan perubahan identitas merek secara strategis.

Bagi bisnis Kelas 3, keputusan ini perlu dipertimbangkan dengan matang karena perubahan merek dapat berdampak terhadap:

  • kemasan skincare;
  • botol kosmetik;
  • label produk;
  • katalog;
  • marketplace;
  • media sosial;
  • website;
  • iklan;
  • endorsement;
  • materi promosi;
  • dan pengenalan produk kepada konsumen.

Semakin lama sebuah merek digunakan, biasanya semakin besar pula konsekuensi rebranding yang harus diperhitungkan.

Contoh Case A: Merek Skincare Sudah Dikenal dan Masih Ada Dasar untuk Dipertahankan

Mari kita gunakan contoh sederhana.

Case A

Sebuah perusahaan memiliki merek “SKIN A” untuk produk skincare Kelas 3.

Merek tersebut sudah digunakan selama beberapa tahun.

Produk sudah dipasarkan melalui marketplace, website, media sosial, reseller, distributor, dan toko kosmetik.

Perusahaan juga sudah mengeluarkan biaya cukup besar untuk membangun identitas merek.

Ketika mengajukan pendaftaran merek, ternyata permohonan mendapatkan penolakan karena terdapat merek terdahulu yang dianggap memiliki persamaan.

Pemilik kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan bahwa terdapat beberapa unsur yang berbeda antara kedua merek.

Jenis produk, karakteristik merek, serta unsur dominan juga masih dapat dianalisis lebih lanjut.

Apakah langsung membuat merek baru?

Belum tentu.

Dalam kondisi seperti Case A, pemilik dapat mempertimbangkan upaya banding merek.

Pertimbangannya bukan karena banding pasti berhasil, tetapi karena:

  1. merek sudah mempunyai nilai bisnis;
  2. investasi branding sudah cukup besar;
  3. mengganti merek dapat menimbulkan biaya rebranding;
  4. terdapat perbedaan yang masih dapat dianalisis;
  5. dan masih terdapat ruang untuk menyusun argumentasi hukum.

Jika memilih jalur tersebut, pemilik dapat mempertimbangkan menggunakan jasa profesional yang menangani banding merek HAKI untuk membantu menilai posisi perkara dan menyiapkan proses yang diperlukan.

Contoh Case B: Merek Kosmetik Masih Baru dan Lebih Baik Menggunakan Merek Alternatif

Sekarang kita lihat kondisi berbeda.

Case B

Seorang pengusaha baru ingin meluncurkan produk parfum dan body care dengan merek “BEAUTY B” pada Kelas 3.

Produk baru akan dipasarkan.

Kemasan belum diproduksi dalam jumlah besar. Promosi juga belum berjalan secara masif.

Merek tersebut belum mempunyai basis konsumen yang besar.

Saat dilakukan penelusuran, ternyata terdapat merek terdahulu dengan persamaan yang cukup kuat dan digunakan untuk produk yang mempunyai hubungan erat.

Setelah dianalisis, ruang argumentasi untuk mempertahankan merek tersebut ternyata relatif terbatas.

Apakah harus banding?

Tidak selalu.

Dalam kondisi Case B, pengajuan merek baru dapat menjadi pilihan yang lebih rasional.

Mengapa?

Karena biaya perubahan merek masih relatif kecil.

Pemilik belum terlanjur mencetak banyak kemasan, membangun awareness, mengeluarkan biaya iklan besar, mendapatkan banyak reseller, atau membangun reputasi merek selama bertahun-tahun.

Daripada mempertahankan merek dengan posisi hukum yang sulit, pemilik dapat membuat strategi merek baru dan melakukan penelusuran terlebih dahulu sebelum mengajukan permohonan.

Perbandingan Case A dan Case B

Pertimbangan Case A Case B
Produk Skincare Kelas 3 Parfum & body care Kelas 3
Lama penggunaan merek Sudah lama Masih baru
Nilai branding Tinggi Masih rendah
Investasi pemasaran Besar Terbatas
Rebranding Berpotensi mahal Relatif mudah
Persamaan merek Masih dapat dianalisis Relatif kuat
Argumentasi hukum Masih dapat dibangun Lebih terbatas
Pilihan yang dapat dipertimbangkan Banding Merek baru

Contoh tersebut hanya ilustrasi untuk membantu memahami perbedaan strategi. Setiap perkara tetap harus dianalisis berdasarkan kondisi dan dokumen yang sebenarnya.

Jangan Menganggap Semua Merek Kelas 3 Harus Banding

Karena banyak bisnis kosmetik dan skincare menggunakan Kelas 3, bukan berarti setiap penolakan harus dilawan melalui banding.

Ada kalanya banding memang layak diperjuangkan.

Namun, ada pula kondisi ketika mengganti merek justru lebih efisien.

Pertanyaan yang lebih tepat bukan:

“Bisa banding atau tidak?”

Tetapi:

“Apakah secara hukum dan bisnis, mempertahankan merek ini masih rasional?”

Ini merupakan perbedaan penting.

Jangan Hanya Membandingkan Nama Merek

Ketika dua merek terlihat mirip, jangan langsung mengambil kesimpulan.

Sebaliknya, ketika nama terlihat berbeda, jangan langsung menganggap permohonan pasti aman.

Analisis merek dapat memperhatikan berbagai unsur.

1. Persamaan Kata

Apakah terdapat kata atau unsur dominan yang sama?

2. Persamaan Bunyi

Bagaimana kedua merek tersebut dibaca atau diucapkan?

3. Persamaan Visual

Apakah logo, susunan kata, bentuk tulisan, atau elemen visual memiliki kemiripan tertentu?

4. Unsur Dominan

Apakah terdapat bagian tertentu yang menjadi elemen utama dari masing-masing merek?

5. Jenis Produk

Apakah kedua merek digunakan untuk skincare, kosmetik, parfum, sabun, atau produk Kelas 3 lainnya?

6. Hubungan Produk

Apakah produk tersebut mempunyai hubungan yang erat sehingga berpotensi menimbulkan persepsi adanya hubungan komersial?

Karena itu, nomor Kelas 3 saja tidak cukup untuk menentukan apakah suatu merek aman atau bermasalah.

Kapan Pemilik Merek Kelas 3 Sebaiknya Mempertimbangkan Banding?

Banding dapat dipertimbangkan apabila beberapa kondisi berikut terpenuhi:

  • merek sudah digunakan secara luas;
  • merek sudah mempunyai pelanggan;
  • investasi branding sudah besar;
  • produk sudah beredar di marketplace;
  • terdapat investasi pada kemasan dan promosi;
  • masih terdapat perbedaan dengan merek pembanding;
  • terdapat argumentasi hukum yang dapat disusun;
  • dan pemilik mempunyai alasan bisnis yang kuat untuk mempertahankan merek.

Sekali lagi, kondisi tersebut bukan jaminan bahwa banding akan berhasil.

Banding merupakan upaya hukum, bukan jaminan hasil.

Kapan Lebih Baik Mengajukan Merek Baru?

Merek baru dapat dipertimbangkan apabila:

  • merek baru digunakan;
  • belum banyak dikenal konsumen;
  • kemasan belum diproduksi dalam jumlah besar;
  • investasi promosi masih kecil;
  • terdapat persamaan kuat dengan merek terdahulu;
  • argumentasi untuk mempertahankan merek relatif terbatas;
  • dan pemilik masih mudah melakukan perubahan identitas.

Dalam kondisi seperti ini, mengubah merek lebih awal dapat menjadi strategi mitigasi risiko.

Jangan Mengabaikan Biaya Rebranding

Bagi bisnis Kelas 3, rebranding bukan hanya mengganti nama di dokumen.

Bayangkan sebuah brand skincare telah mencetak 10.000 botol, 10.000 kotak kemasan, ribuan label, materi promosi, konten media sosial, banner, katalog, dan materi marketplace.

Jika kemudian merek harus diganti, seluruh materi tersebut dapat ikut terdampak.

Karena itu, semakin besar investasi yang sudah dikeluarkan untuk sebuah merek, semakin penting melakukan analisis sebelum memutuskan apakah akan mempertahankan merek melalui upaya hukum atau beralih ke merek baru.

Banding atau Merek Baru? Gunakan Analisis Hukum dan Bisnis

Keputusan yang ideal bukan hanya berdasarkan aspek hukum.

Pemilik usaha perlu menggabungkan:

Analisis hukum + analisis merek + analisis bisnis + analisis biaya.

Jika merek sudah mempunyai nilai bisnis tinggi, mempertahankannya dapat menjadi pilihan yang layak dianalisis.

Sebaliknya, jika merek masih baru dan biaya rebranding masih rendah, sementara ditemukan merek terdahulu dengan persamaan kuat, pengajuan merek baru dapat menjadi pilihan yang lebih rasional.

Jadi, tidak ada formula bahwa banding selalu lebih baik atau merek baru selalu lebih aman.

Hindari Klaim “Pasti Lolos”

Dalam jasa pendaftaran maupun banding merek, pemilik usaha perlu berhati-hati terhadap klaim:

“Banding dijamin diterima.”

atau:

“Merek baru dijamin terdaftar.”

Tidak ada strategi yang dapat menjamin hasil pemeriksaan secara mutlak.

Baik banding maupun permohonan baru tetap tunduk pada proses pemeriksaan dan keputusan otoritas yang berwenang.

Yang dapat dilakukan secara profesional adalah menganalisis risiko, menyiapkan dokumen, menyusun argumentasi, dan menentukan strategi berdasarkan kondisi konkret.

Kesimpulan: Banding Merek atau Mengajukan Merek Baru?

Jadi, lebih baik banding merek atau mengajukan merek baru?

Untuk pemilik merek Kelas 3, jawabannya sangat bergantung pada kondisi bisnis dan posisi hukum merek tersebut.

Jika merek skincare, kosmetik, parfum, sabun, atau produk perawatan tubuh sudah mempunyai nilai komersial yang besar dan masih terdapat dasar argumentasi yang layak, banding dapat dipertimbangkan sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan merek.

Sebaliknya, apabila merek masih baru, belum banyak dikenal, investasi branding masih kecil, dan terdapat persamaan kuat dengan merek terdahulu, mengajukan merek baru dapat menjadi pilihan yang lebih rasional.

Gunakan prinsip sederhana berikut:

Merek sudah kuat + investasi branding besar + masih ada dasar pembelaan → pertimbangkan banding.

Merek masih baru + investasi kecil + risiko persamaan tinggi → pertimbangkan merek baru.

Yang terpenting, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan biaya.

Lihat alasan penolakan, tingkat persamaan merek, jenis produk Kelas 3, kekuatan argumentasi hukum, nilai merek, biaya rebranding, dan risiko bisnis jangka panjang.

Dengan analisis yang tepat sejak awal, pemilik usaha dapat menentukan apakah merek lama layak dipertahankan atau justru lebih baik membangun merek baru yang memiliki peluang perlindungan lebih baik.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ Lebih Baik Banding Merek atau Mengajukan Merek Baru?

1. Lebih baik banding merek atau mengajukan merek baru?
Tergantung kondisi masing-masing. Jika merek sudah memiliki nilai bisnis tinggi dan masih terdapat argumentasi hukum yang dapat dipertahankan, banding dapat dipertimbangkan. Jika merek masih baru dan risiko persamaannya tinggi, mengajukan merek baru dapat menjadi pilihan yang lebih rasional.

2. Apakah banding merek menjamin merek pasti terdaftar?
Tidak. Banding merupakan upaya hukum untuk mempertahankan permohonan merek dan tidak dapat menjamin bahwa permohonan akan dikabulkan.

3. Apakah mengajukan merek baru pasti diterima?
Tidak. Merek baru tetap harus melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat menghadapi penolakan apabila terdapat permasalahan hukum.

4. Apa yang harus dilakukan ketika merek Kelas 3 ditolak?
Pertama, pahami alasan penolakan. Kemudian lakukan analisis terhadap merek pembanding, tingkat persamaan, jenis produk, serta kekuatan argumentasi sebelum menentukan apakah akan mengajukan banding atau merek baru.

5. Apakah Merek Kelas 3 banyak digunakan untuk produk kosmetik?
Ya. Kelas 3 banyak digunakan untuk berbagai produk seperti kosmetik, skincare, parfum, sabun, produk perawatan tubuh, produk perawatan rambut, dan barang lain sesuai klasifikasi yang berlaku.

6. Apakah nomor kelas saja menentukan merek akan ditolak?
Tidak. Analisis merek tidak hanya melihat nomor kelas, tetapi juga mempertimbangkan persamaan merek, jenis barang atau jasa, serta hubungan antara barang atau jasa yang bersangkutan.

7. Kapan banding merek lebih layak dipertimbangkan?
Banding dapat dipertimbangkan ketika merek sudah mempunyai nilai komersial yang besar, investasi branding sudah tinggi, dan masih terdapat dasar argumentasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan merek.

8. Kapan lebih baik menggunakan merek baru?
Merek baru dapat dipertimbangkan apabila merek sebelumnya masih baru, belum banyak dikenal, investasi branding masih terbatas, dan terdapat persamaan yang kuat dengan merek terdahulu sehingga posisi hukum relatif sulit dipertahankan.

9. Apakah rebranding perlu dipertimbangkan sebelum memilih merek baru?
Ya. Pemilik usaha perlu menghitung biaya penggantian kemasan, label, promosi, marketplace, media sosial, website, serta dampaknya terhadap pengenalan merek oleh konsumen.

10. Apakah bisa menggunakan jasa untuk membantu proses banding merek?
Bisa. Pendampingan profesional dapat membantu menganalisis alasan penolakan, menilai posisi merek, menyiapkan dokumen, dan membantu proses administrasi banding. Namun, pendampingan tidak berarti menjamin hasil banding.

JASA DAFTAR MEREK

Hubungi PERMATAMAS untuk Jasa Daftar Merek

Cek brand, tentukan kelas dan spesifikasi produk, siapkan dokumen, hingga pengajuan resmi melalui DJKI. 1 Hari Langsung Dapat Bukti Pendaftaran Merek setelah permohonan berhasil diajukan dan diterima.

Konsultasi via WhatsApp →

PERMATAMAS INDONESIA

Mitra Terpercaya Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Alamat Kantor Kami
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Ke. Pejuang,
Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
No Telp : 021-89253417
HP/WA : 085777630555

jasa haki kelas 35

© 2026 Jasa Haki Kelas 35 – Dokter Website Indonesia