Apakah Brand Tas Wajib Daftar Merek Kelas 18? Ini Penjelasannya – Banyak pelaku usaha yang bergerak di bidang tas, dompet, koper, maupun produk berbahan kulit sering bertanya, apakah brand tas wajib didaftarkan sebagai merek di DJKI? Pertanyaan ini biasanya muncul ketika bisnis mulai berkembang dan produknya semakin dikenal oleh konsumen.
Secara hukum, tidak ada aturan yang mewajibkan setiap pelaku usaha mendaftarkan mereknya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Namun, tanpa pendaftaran merek, pemilik usaha tidak memperoleh hak eksklusif atas penggunaan nama brand tersebut. Akibatnya, terdapat risiko nama merek digunakan atau bahkan didaftarkan lebih dahulu oleh pihak lain.
Bagi bisnis tas dan produk fashion leather, pendaftaran Merek HAKI Kelas 18 merupakan langkah penting untuk memberikan perlindungan hukum terhadap identitas bisnis yang telah dibangun.
Apa Itu Merek DJKI Kelas 18?
Merek DJKI Kelas 18 merupakan klasifikasi merek yang digunakan untuk berbagai produk berbahan kulit, imitasi kulit, perlengkapan perjalanan, serta berbagai aksesoris fashion tertentu.
Beberapa produk yang termasuk dalam Kelas 18 antara lain:
- Tas tangan.
- Tas selempang.
- Tas ransel.
- Tote bag.
- Sling bag.
- Tas laptop.
- Dompet.
- Card holder.
- Koper.
- Travel bag.
- Pouch.
- Sabuk kulit.
- Produk kulit asli.
- Produk kulit sintetis.
- Kulit olahan.
- Payung.
- Tongkat jalan.
- Kalung hewan.
- Tali hewan peliharaan.
Apabila usaha Anda memproduksi atau menjual produk tersebut, maka umumnya pendaftaran mereknya dilakukan pada Kelas 18.
Apakah Pendaftaran Merek Bersifat Wajib?
Jawabannya adalah tidak wajib, tetapi sangat penting.
Artinya, Anda tetap dapat menjalankan usaha tanpa memiliki sertifikat merek. Namun, apabila brand belum didaftarkan, Anda belum memiliki perlindungan hukum yang kuat atas nama tersebut.
Dengan kata lain, pendaftaran merek bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan investasi hukum untuk melindungi identitas bisnis dalam jangka panjang.
Mengapa Brand Tas Sebaiknya Segera Didaftarkan?
Meskipun tidak diwajibkan, terdapat banyak alasan mengapa pemilik usaha tas perlu segera mendaftarkan mereknya.
1. Indonesia Menerapkan Prinsip First to File
Dalam sistem merek di Indonesia, hak atas merek diberikan kepada pihak yang pertama kali mengajukan permohonan, bukan kepada pihak yang pertama kali menggunakan nama tersebut.
Artinya, apabila ada pihak lain yang lebih dahulu mendaftarkan nama brand Anda, maka mereka berpotensi memperoleh hak atas merek tersebut.
2. Melindungi Brand dari Peniruan
Semakin terkenal sebuah brand, semakin besar kemungkinan muncul produk tiruan yang menggunakan nama atau identitas yang mirip.
Dengan merek yang telah terdaftar, pemilik memiliki dasar hukum yang lebih kuat untuk melindungi hak atas mereknya.
3. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
Konsumen cenderung lebih percaya kepada brand yang dikelola secara profesional.
Merek yang telah terdaftar menunjukkan bahwa pemilik usaha serius dalam membangun bisnis dan menjaga kualitas produknya.
4. Menjadi Aset Bisnis
Merek merupakan salah satu aset kekayaan intelektual yang dapat memiliki nilai ekonomi.
Brand yang kuat dapat meningkatkan nilai perusahaan dan menjadi pendukung dalam kerja sama bisnis, investasi, maupun ekspansi usaha.
5. Mempermudah Pengembangan Bisnis
Ketika bisnis berkembang, merek yang telah terdaftar memberikan rasa aman saat membuka cabang, memperluas distribusi, menjalin kerja sama dengan reseller, distributor, maupun marketplace.

Risiko Jika Brand Tas Tidak Didaftarkan
Menunda pendaftaran merek dapat menimbulkan berbagai risiko, di antaranya:
- Nama brand didaftarkan oleh pihak lain.
- Sulit mengajukan keberatan apabila terjadi peniruan.
- Kehilangan hak atas merek.
- Harus mengganti nama brand yang sudah dikenal pelanggan.
- Kehilangan reputasi bisnis.
- Mengeluarkan biaya promosi ulang karena pergantian identitas.
Risiko tersebut dapat dihindari dengan melakukan pendaftaran merek sejak awal.
Kapan Waktu yang Tepat Mendaftarkan Merek?
Jawabannya adalah sebelum brand semakin dikenal luas.
Banyak pelaku usaha baru mendaftarkan mereknya ketika bisnis sudah berkembang pesat. Padahal, pada saat itu kemungkinan munculnya pihak lain yang menggunakan nama serupa juga semakin besar.
Semakin cepat merek diajukan ke DJKI, semakin cepat pula perlindungan hukum dimulai.
Bagaimana Cara Mendaftarkan Merek Kelas 18?
Secara umum proses pendaftaran meliputi:
- Menentukan klasifikasi produk.
- Melakukan penelusuran merek.
- Menyiapkan dokumen persyaratan.
- Menyusun spesifikasi barang.
- Mengajukan permohonan ke DJKI.
- Mengikuti pemeriksaan administrasi.
- Masa pengumuman.
- Pemeriksaan substantif.
- Penerbitan sertifikat apabila disetujui.
Apabila seluruh persyaratan lengkap dan tidak terdapat kendala selama pemeriksaan, proses pendaftaran umumnya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan hingga sertifikat diterbitkan.
Mengapa Menggunakan Jasa PERMATAMAS?
Mengurus pendaftaran merek memerlukan ketelitian dalam menentukan kelas, menyusun spesifikasi barang, serta memastikan dokumen sesuai dengan ketentuan DJKI.
PERMATAMAS telah berpengalaman sejak tahun 2011 membantu berbagai pelaku usaha mengurus merek HAKI secara resmi.
Layanan yang diberikan meliputi:
- Konsultasi gratis.
- Penentuan klasifikasi Kelas 18.
- Penelusuran merek.
- Analisis peluang pendaftaran.
- Penyusunan spesifikasi barang.
- Pemeriksaan dokumen.
- Pengajuan resmi ke DJKI.
- Monitoring proses.
- Pendampingan hingga sertifikat diterbitkan.
Apabila seluruh persyaratan telah lengkap, permohonan pendaftaran merek dapat diajukan hanya dalam 1 hari kerja, sehingga pemohon segera memperoleh Bukti Permohonan Pendaftaran Merek DJKI sebagai bukti resmi bahwa proses perlindungan merek telah dimulai.
Kesimpulan
Secara hukum, brand tas tidak wajib didaftarkan sebagai merek. Namun, tanpa pendaftaran di DJKI, pemilik usaha tidak memiliki hak eksklusif yang kuat atas nama brand yang digunakan.
Bagi pelaku usaha yang memproduksi tas, dompet, koper, produk kulit, dan aksesoris fashion, pendaftaran Merek HAKI Kelas 18 merupakan langkah strategis untuk melindungi identitas bisnis, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta menjaga nilai brand dalam jangka panjang.
PERMATAMAS siap membantu proses pengurusan merek secara profesional mulai dari konsultasi, penelusuran merek, penyusunan dokumen, pengajuan resmi ke DJKI, hingga sertifikat merek diterbitkan. Dengan perlindungan merek yang tepat, bisnis Anda dapat berkembang dengan lebih aman dan memiliki kepastian hukum.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
FAQ
1. Apakah brand tas wajib didaftarkan sebagai merek di DJKI?
Tidak. Pendaftaran merek tidak bersifat wajib, tetapi sangat disarankan agar pemilik brand memperoleh hak eksklusif dan perlindungan hukum atas mereknya.
2. Mengapa brand tas sebaiknya didaftarkan meskipun tidak wajib?
Karena tanpa pendaftaran, nama brand berisiko digunakan atau didaftarkan oleh pihak lain. Merek yang terdaftar juga memberikan kepastian hukum kepada pemiliknya.
3. Apa yang dimaksud dengan Merek DJKI Kelas 18?
Merek DJKI Kelas 18 adalah klasifikasi merek untuk produk berbahan kulit, imitasi kulit, tas, dompet, koper, travel goods, sabuk kulit, dan berbagai produk fashion leather lainnya.
4. Apa risiko jika brand tas tidak didaftarkan?
Risikonya antara lain kehilangan hak atas nama brand, muncul produk tiruan, kesulitan melakukan penegakan hukum, hingga harus mengganti nama usaha yang sudah dikenal pelanggan.
5. Kapan waktu terbaik untuk mendaftarkan merek?
Sebaiknya merek didaftarkan sejak awal atau sebelum brand semakin dikenal luas agar memperoleh perlindungan hukum lebih cepat.
6. Apa yang dimaksud dengan prinsip First to File?
First to File adalah sistem yang memberikan hak atas merek kepada pihak yang pertama kali mengajukan permohonan pendaftaran ke DJKI, bukan kepada pihak yang pertama kali menggunakan merek tersebut.
7. Berapa biaya resmi pendaftaran Merek Kelas 18?
Biaya resmi pemerintah adalah Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum dan Rp500.000 per kelas untuk pemohon UMK (Usaha Mikro dan Kecil).
8. Berapa lama proses pendaftaran Merek Kelas 18?
Apabila seluruh persyaratan telah lengkap dan tidak terdapat kendala selama pemeriksaan, proses pendaftaran umumnya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan hingga sertifikat diterbitkan.
9. Mengapa memilih PERMATAMAS untuk mengurus merek?
PERMATAMAS telah berpengalaman sejak tahun 2011 membantu pengurusan merek HAKI secara resmi di DJKI, mulai dari konsultasi, penelusuran merek, penentuan kelas, penyusunan dokumen, pengajuan, hingga monitoring proses sampai sertifikat diterbitkan.
10. Berapa lama pengajuan merek melalui PERMATAMAS?
Apabila seluruh persyaratan telah lengkap, permohonan pendaftaran merek dapat diajukan hanya dalam 1 hari kerja, sehingga pemohon segera memperoleh Bukti Permohonan Pendaftaran Merek DJKI sebagai bukti resmi bahwa proses perlindungan merek telah dimulai.